I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
57. My Queen



My Queen


...Sadarkah kita jika karma itu ada. karena setiap perbuatan akan kembali pada pelakunya....


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sudah menjadi rutinitas pagi bagi Brian untuk berolahraga, meski hanya lari-lari kecil mengelilingi halaman belakang Mansion milik mertuanya itu.


Bagi Brian melakukan olahraga pagi seperti ini,bisa menjaga kesehatan tubuhnya dari rutinitas pekerjaan yang padat, membuatnya akan mudah sakit.


Sebelum memulai olahraga paginya Brian terlebih dulu meminta di buatkan sarapan pagi untuk istrinya itu kepada mbok Inah. Pria ini tahu istrinya akan bangun siang karena ulahnya.


"Mbok sarapan buat siapa?", tanya mom lili yang melihat asisten rumah tangganya itu di dapur sedang menata makanan di atas nampan.


"Eh Nyonya! ini tadi pesenan den Brian minta di buatkan sarapan pagi buat non Lexa", Sahut mbok Inah.


Mom lili tersenyum, ia tahu telah terjadi sesuatu tadi malam. Membuat Alexa putrinya tidak ikut sarapan bersama.


Kini mom Lili sudah menata hidangan sarapan pagi di atas meja makan, sambil menunggu suaminya turun untuk makan bersama.


"Mom!!. Kenapa sepi?", Dad Damian merasa heran apa dia datangnya terlambat untuk sarapan pagi. Karena, ia hanya melihat istrinya saja tidak melihat anak dan menantunya itu.


"Tadi Brian menyuruh mbok Nah membawa sarapan untuk Alexa ke kamarnya", Jawab mom Lili


Dad Damian ikut senang meski belum tahu apa yang terjadi, mungkin saja akan segera mendapatkan cucu yang di nanti-nanti.


Membuat dad Damian cekikikan.mom Lili merasa heran kepada suaminya itu.


"Kenapa dad?", Tanyanya heran.


"Tidak mom, mungkin saja kita akan segera mendapatkan cucu dari putri kita", Tertawa bahagia.


"Dad .... Mom merasa masih sedikit ambigu dech, mengingat putri kita itu....", Ucap mom Lili sendu.


Dad Damian juga tahu kalau Putri punya masalah dalam alat reproduksinya itu. Tapi ia yakin kali ini akan ada keajaiban yang memihak kepada keluarganya yang sudah di nanti-nanti.


Dad Damian menggenggam tangan istrinya. "Sayang... Kita tidak tahu, tapi tidak ada salahnya kita yakin kali ini" ujar Dad Damian.


"Sudahlah kita tidak boleh bersedih, lebih baik kita lanjut sarapan nya." Kata Dad Damian lagi.


Mbok Inah yang sudah selesai menyelesaikan perintah untuk membuat sarapan pagi Alexa. Ia dengan segera membawa nampan berisi hidangan sarapan pagi itu ke kamar nona mudahnya.


Tok.... Tok....tok..


"Non.. ini mbok Inah bawa sarapan pagi", Sahut mbok Inah


Beberapa kali mbok Inah mengetuk pintu dan memanggil nona mudahnya itu.


Sedang mandi mungkin iya


Batin mbok Inah.


Wanita paru baya ini hendak balik badan dan akan kembali lagi mungkin 5-10 menit lagi.


Namun, ia malah melihat Brian yang baru saja menyudahi olahraga pagi yang hendak ke kamarnya.


"Mbok kenapa di bawa lagi sarapannya", Tanya Brian menatap mbok Inah yang hendak membawa sarapan kembali ke dapur lagi.


"Ehh den... Ini non Lexa tidak dengar, saya sudah ketuk pintunya sedari tadi. mungkin masih mandi"


"Ya sudah, sini biar saya saja yang membawa ke dalam mbok", tawar Brian.


Mbok Inah menyerahkan nampan berisi hidangan sarapan pagi kepada Brian dan, ia pamit undur diri dari hadapannya, Brian hanya menganggukkan kepalanya. Pria ini masuk ke dalam kamar Alexa.


Brian menggeleng-gelengkan kepalanya melihat istrinya itu masih nyaman meringkuk di kasur empuk miliknya seperti bayi.


Brian menaruh nampan berisi hidangan di atas Nakas dan, ia memutuskan untuk mandi terlebih dulu karena keringat di badannya membuatnya lengket. Baru akan membangunkan putri tidurnya itu.


Setelah selesai acara mandinya itu. Pria ini membangunkan istrinya untuk segera sarapan pagi, mengingat istrinya itu mempunyai riwayat maag.


"Sayang!! Hei bangun, kita sarapan dulu baru tidur lagi", bujuk Brian.


Namun Alexa tetap tidak mau bangun, malah semakin mempererat guling di pelukannya. membuat Brian terkekek.


"Sayang!!. Ayo bangun." Kata nya lagi


Pria ini memutuskan untuk menjahili istrinya itu untuk segera bangun dari tidur nyenyaknya.


Brian mencuri-curi ciuman nya dan menempelkan bibirnya kepada bibir Alexa. Membuat Alexa tersadar dari tidurnya karena merasakan ******* ciuman suaminya itu dan aroma harum mint mengganggu Indra penciuman nya.


"Sayang...." suara serak khas bangun tidur.


"Cup ..... ciuman Sarapan Pagi."


"Iihhh pagi-pagi sudah mesum", Ucap Alexa.


"Mesum ke istri sendiri tidak masalah dong." gombal Brian.


"Ini sudah jam berapa?" tanya Alexa yang sudah bangun dan bersandar pada tepi tempat tidur, wanita ini merasakan sakit semua pada seluruh tubuhnya itu.


"Sudah setengah sepuluh pagi sayang." kata Brian.


"Apa!!!" tanya nya kaget. "kenapa tidak membangun kan ku " ucap Alexa dengan cemberut.


"Memang kenapa tidak membangunkan mu?"


"Aku tidak membuatkanmu sarapan, malah kamu yang membawanya ke sini."


"Eh.... Sayang dengerin aku iya, aku tuh menikah dengan mu bukan untuk membuatkan ku sarapan, kamu itu bukan pembantu ku, tapi kamu itu adalah My Queen." ujar Brian.


Blus ...... Membuat pipi Alexa merona merah di wajahnya.


"Ayo kita sarapan dulu." tawar Brian kepada Alexa.


"Disuapin" ucap Alexa dengan manja.


"Aku suka jika kamu manja seperti ini dari pada kamu yang bar- bar" Brian terkekeh.


"Aku gak bar- bar hanya mau membela diri" Alexa mengelak.


"Aaaaa buka mulut kamu sayang." pinta Brian.


Brian menyuapi Alexa suapan demi suapan ke mulut Alexa sampai habis.


"Istri pintar.... " ucap Brian seraya mengusap-usap rambut alexa "Ayo kita buat proyek ganda putra kembali." ucap Brian antusias.


"Sayang......." teriakan Alexa seraya melempar bantal yang berada di sampingnya itu ke arah Brian.



"Aduh... aduh.... " mengadu kesakitan yang menerima lemparan bantal dari Alexa.


membuat Alexa memutar bola matanya malas. dan Brian hanya tertawa puas melihat kelakuan istrinya itu.


*


*


Di tempat yang berbeda Rena yang uring- uringan tidak bisa shopping seperti biasa membuat nya frustasi.


"Ahhhh ..... aku tidak mau hidup seperti ini, makeup ku, skincare ku habis semua.gimana kalau semua teman-teman aku tahu. Jika suami aku jatuh miskin.", teriakan Rena menangis meraung-raung meratapi nasibnya sendiri.


Wanita ini membuang dan melempar semua benda-benda yang ada di depan nya.


Prang ..... prang ....


"Tidakkkkkk ...... hu...hu.....hu", tangisan Rena. Is ambruk di lantai kamarnya itu.


"Jika wanita itu tidak mengakuisisi perusahaan Abraham group, aku tidak akan menyedihkan seperti ini. Akan aku buat perhitungan kau Alexa berani sekali kau sudah menginjakkan harga diri ku. Dan menghina ku didepan umum. Hardik Rena.


bersambung...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen. dan juga vote dan hadiah nya. lope lope lope sebanyak-banyak 😘