
Perhatiannya Brian.
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Brian mengerjapkan matanya saat matahari menyilaukan matanya. ia terbangun dan melihat tangan mungil Alexa yang melingkar perutnya.
Brian tersenyum saat mengingat adegan panas mereka semalam. pria bule ini menatap wajah polos istri nya. tangan nya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya dengan menyelipkan ke bagian telinga. tidak bosen- bosennya ia menatap wajah Alexa.
"Aku mencintaimu", bisik Brian. lalu mengecup kening Alexa.
Brian Menyibakan selimutnya, ia turun dari kasur berjalan meninggalkan Alexa yang masih tidur dengan pulas nya. mungkin Alexa masih merasa capek ulah Brian. pria bule ini tanpa malu berjalan dengan keadaan masih polos tidak memakai sehelai benang pun.
Brian membersihkan badannya di bawah shower karena ia tidak ingin terlalu lama di dalam kamar mandi. Brian meraih bathrobe yang sudah tersedia di kamar mandi. ia masuk ke dalam Walk in closet yang langsung terhubung dengan kamar mandi.
Brian memilih bergaya casual, hari ini ia akan menemani istrinya seharian. ia menelpon Dante untuk mengirimkan makan untuk nya dan juga Alexa.
Melihat Alexa yang masih meringkuk di balik selimut tebal membuatnya menggelangkan kepalanya. padahal jam sudah pukul 11.00 wib.
Brian hendak memberikan satu kecupan pada bibir mungil Alexa. namun ia terkejut melihat selimut yang basah.
"Sayang, bangun itu ASI nya sayang", bisik Brian membangun Alexa.
Alexa mengerjapkan matanya setelah mendengar bisikan Brian. namun Alexa mengerang kesakitan, Karena dari kemarin hingga pagi ini Alexa belum pumping ASI nya, membuat sedikit bengkak dan sakit.
Brian merasa panik melihat istrinya itu. "Sayang apa rasanya sakit sekali?", tanya Brian. ia menempelkan tangannya ke kening Alexa yang sedikit demam.
Alexa hanya mengangguk kepalanya. Karena harus menahan rasa sakit.
Brian mengambil gelas dan diisi air yang sudah tersedia di atas meja kamar.
"Minumlah dulu sayang", Brian menyodorkan gelas berisi air. "sayang apa breast pump di bawa?", tanya Brian.
"Sepertinya lupa tidak di bawa, sayang! bisa minta tolong?", jawab Alexa.
"Kau ingin minta tolong apa sayang?", seru Brian.
"Ambilkan aku air hangat untuk mengompres nya",
"Baiklah, kau tunggu disini iya, jangan turun, Ok",
Brian keluar kamar ia mengambil air hangat dan juga salep ajib. Brian tidak lupa menghubungi Dante lagi, jika ia harus beli breast pump di apotik.
Dante merasa kesal, selalu mendadak jika Brian menyuruh nya. padahal ia sudah sampai di parkiran.
Beruntung didepan gedung terdapat apotik jadi ia tidak perlu jauh-jauh mencarinya.
"Ada-ada saja masa aku yang masih bujang di suruh beli alat seperti itu, yang benar saja, huft", gumam Dante.
Karena Dante tidak mau menyebut namanya ia Googling dan menunjukkan kepada karyawan apotik.
"Mba, saya mau beli alat ini", Ucap Dante dengan menunjukkan handphone kepada karyawan yang ada di depan nya.
Membuat karyawan itu tersenyum.
"Ada Mas, mau yang model apa?", tanya penjaga.
Ha!! model? mana aku tahu, kan aku belum menikah.
Ingin rasanya Dante mengumpat kesal,
"Terserah, yang penting paling bagus", jawab Dante dengan menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.
Tidak henti-hentinya penjaga itu mencuri-curi pandang ke Dante yang begitu mempesona akan ketampanannya.
Merasa di tatap, Dante menatap kembali dengan tatapan tajam. membuat wanita itu merasa takut. ia dengan segera menyerahkan barang yang di beli Dante.
Dante memberikan beberapa uang lembar kepadanya dan ia pergi begitu saja.
"Mas!! Tunggu ini kelebihan", Teriakkannya.
"Buat kamu", kata Dante dingin tanpa menoleh ke arah sumber suaranya.
🍃🍃🍃🍃
Setelah menyerahkan apa yang Brian butuhkan. Dante belum lekas pergi dari hadapan Bosnya itu.
"Pergilah kekantor, handel semuanya, saya akan menemani istriku", kata Brian dingin.
"ck, seenaknya saja menyuruh, untuk dia bos nya", Gumam Dante.
"Dante!!" Teriak Brian.
"Iya Bro, saya masih disini", kata Dante.
"Kau mengumpat ku", kata Brian.
"Ti-dak Bos", Dante pergi begitu saja belum Brian memberikan ultimate memotong bonus atau gaji nya.
Brian membantu Alexa dengan sangat hati-hati ia mengendong Alexa ke tempat yang lebih nyaman. sebelum nya ia memakaikan Alexa bathrobe. Agar istrinya tidak sakit karena masuk angin. karena saat ini Alexa tidak memakai sehelai benang pun.
"Duduklah sayang disini, biar aku bantu", ucap Brian.
Brian membantu Alexa Pumping. seraya menunggu ASI nya keluar, Brian mengambil makanan yang sudah di bawa oleh Dante tadi.
Pria Bule ini menyuapi Alexa. "Makanlah sayang, biar aku suapi", ucap Brian lembut.
Alexa tersenyum karena perhatiannya Brian kepada istrinya. "Sayang, kau juga harus makan", kata Alexa.
"Iya, habis ini aku makan", jawab Brian.
"Maaf karena aku,kau jadi lupa Pumping sayang", keluh Brian.
"Tidak sayang, lexa yang salah karena tidak mempersiapkan nya sebelum pergi", lirih Alexa. ia menundukkan kepalanya.
Brian menaruh makanan tadi di atas meja, "Hei!!.. jangan merasa bersalah begitu, kita masih belajar menjadi orang tua, dan juga hari ini pertama kalinya kau keluar rumah sayang", ucap Brian lembut ia menangkup wajah cantik istri.
Setelah menyuapi Alexa. Kini giliran Brian yang makan dan habis itu. membantu Alexa untuk mandi. setelah selesai Pumping.
"Sayang, aku bisa sendiri", Tolak Alexa.
"Tidak sayang, kau pasti masih sakit untuk berjalan, mengingat kita semalam", ucap Brian terpotong.
"Iya, lexa mau", seru Alexa dengan cepat, karena ia merasa malu, Brian akan mengatakan terlalu vulgar, meski mereka sudah lama menikah.
Brian mengendong Alexa kedalam kamar mandi. ia mendudukkan Alexa di atas closet. sedangkan dia mengisi air di bath tube dan memberikan beberapa tetes aromaterapi. Melihat Brian sudah selesai, Alexa mencoba berdiri dan mengadu kesakitan.
"Aduh", keluh Alexa.
"Sayang, kau kenapa berdiri", Brian mengendong Alexa kedalam bath tube. Alexa hanya diam menikmati sentuhan Brian yang lembut saat memandikan nya. ini bukan pertama kali Brian memandikan Alexa. namun Wanita tiga anak ini sering di mandikan suaminya.
Alexa menahan agar tidak mendesah saat Brian menyentuh untuk menggosok bagian favorit nya.
Brian tersenyum saat melihat raut wajah Alexa yang di tahan.
"Lepaskan saja sayang, apa kau ingin lakukan lagi disini",
Tanpa Menunggu jawaban dari Alexa, Brian sudah melepas semua kain yang melekat pada tubuhnya.
Alexa tersenyum saat melihat tato nama Alexa dan juga baby 3G di salah satu lengan nya, meski sangat kecil namun membuat Alexa terharu.
Begitu sayang Brian kepadanya dan juga anak-anak nya.
Mereka akhirnya melakukan bergulatan panas di dalam bathtub. Alexa merasa senang dengan permainan Brian. ia mempunyai ide jika Alexa yang akan memimpin permainan nya.
"Nikmatilah sayaang, biar aku yang memimpin", bisik Alexa dengan sensual. membuat Brian tersenyum senang.
Bersambung...
Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, vote dan hadiahnya 🤗
Yang kangen Dante.Expresi ketika banyak masalah