
Perhatian Brian #2
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Kini mereka bertiga sudah berada di kedai es yang berada di pinggir danau, bagi Alexa dan Brian ini mungkin sebagai reoni untuk mereka namun asing bagi Dante. Dulu tepat ini menjadi tempat favorit Alexa dan brian waktu masih kecil, tempat dimana pertama kali mereka bertemu dan berpisah. namun jodoh tidak tahu, jika mereka memang di takdir kan untuk bersama.
Alexa memang salah satu penyuka es krim namun Brian selalu membatasi gadis kecilnya untuk mengkonsumsi es itu berlebihan. wanita hamil ini memilih es krim campur beraneka rasa seperti coklat, strawberry dan vanilla dalam satu gelas cup dengan berbagai taburan toping di atas es krim.
Sedangkan brian memilih satu gelas cup es krim coklat dan Dante satu gelas cup es krim rasa vanilla.
Alexa merasa berbinar-binar matanya melihat es krim favorit nya dan juga es krim keinginan. Gara-gara memenuhi keinginan ibu hamil yang satu ini berimbas pada kedua pria bule di hadapannya.
Brian akan melakukan apapun untuk istrinya termasuk mengesampingkan keinginan istrinya dari pada padatnya jadwal kantor yang menanti nya di atas meja kerjanya. membuat pusing Dante harus merubah ulang jadwal harian Brian hari ini.
terlihat es krim nya nampak biasa saja namun setelah menyiukkan satu sendok ke dalam mulutnya membuat nya ingin lagi dan lagi.
Dante merasa lega karena hari ini tidak menjadi incaran ibu hamil ini, namun meski ia ikut menikmati es krim juga.
Beruntung Dante kali ini tidak untuk jaga jarak dengan bosnya dan tidak juga untuk mandi setiap dua jam sekali seperti peraturan baru Brian.
Kehadiran Alexa di sisinya sekarang membuat Brian jauh lebih baik tidak seperti sebelumnya. setelah memakan es krim keinginan Alexa mereka memutuskan untuk kembali ke kantor
Brian tidak mungkin jika harus meninggalkan istrinya sendirian di dalam ruang kerjanya ia juga butuh istrinya untuk tidak mual dan pusing. sudah menjadi obat bagi Brian istrinya itu.
Terpaksa Alexa harus menempel di sisi Brian ketika sedang meeting seperti sekarang ini. membuat semua bagian divisi yang kemarin kena imbasnya untuk mandi kembali merasa senang akhirnya ia tidak disuruh untuk mandi kembali.
meeting berjalan lancar, setiap divisi menjelaskan di depan untuk presentasi di hadapan Brian. membuat Alexa bosan dan mengantuk.
Brian melihat istrinya menguap terus menerus menyuruhnya untuk tidur di pangkuan Brian.
"Sayang kau ngantuk, tidurlah disini" Brian menepuk untuk tidur di pangkuan nya.
"Iya seperti nya aku lelah sekali sayang"
"Tidurlah" Brian menarik Alexa untuk tidur di atas pangkuan nya.
Alexa benar - benar merasa lelah yang ia butuhkan sekarang adalah tidur. ia tidak mempedulikan dia sedang berada dimana yang terpenting tidur.
Semua bagian divisi yang berada dalam satu ruangan dengan Brian melihat perhatian dan keromantisan bos nya itu terhadap istrinya. pemandangan yang langkah saat meeting siang ini.
Membuat jadi perhatian semua orang termasuk salah satu divisi yang sedang presentasi berhenti.
Membuat semua nya bergedik ngeri jika ia harus di pecat dari perusahaan ini. karena jika sudah masuk Crop company Grup ia tidak bisa masuk ke perusahaan lain. semuanya sudah di Balck list menganggap jika keluar dari Crop company Grup itu berarti karyawan bermasalah.meski memiliki segudang prestasi tetap saja tidak bisa di terima. itu akan berimbas pada perusahaan tersebut.
*
*
*
Setelah selesai meeting, Brian memutuskan untuk pulang, ia tidak tega melihat Alexa yang kelelahan itu. Brian tidak berani untuk membangunkan Alexa ia terpaksa harus mengendong Alexa menuju mobilnya. lagi lagi sepasang suami istri ini menjadi pusat perhatian kantor.bos nya itu menggendong istrinya yang sedang tertidur lelap di gendongan nya.
Brian menyuruh Dante untuk mengurus pekerjaan di perusahaan sedang dia akan pulang menemani istri tercintanya.
"Ya Tuhan sisakan satu pria seperti Mr El, begitu so sweet banget sama pasangan" gumam salah satu karyawati yang tak sengaja melihat nya.
Semua karyawan merasa lega ia tidak disuruh untuk mandi setiap dua jam sekali meski mereka semua sudah membawa perangkat alat mandi ke kantor. benar- benar bos yang menyusahkan itu semua ada dalam benak karyawan Crop company Grup namun mereka tidak berani untuk protes sama saja mereka harus pensiun dini.
Brian membaringkan Alexa di jok depan dan membetulkan posisi tidur istrinya itu untuk lebih nyaman dan tidak terganggu tidurnya. Alexa benar-benar merasa lelah hari ini sampai ia tidak terganggu saat ia di gendong dari ruan meeting hingga masuk ke mobil dan saat ini sudah di baringkan di atas kasur king size nya.
Brian memutuskan untuk pergi membersihkan diri dan berganti baju ia hanya menggunakan celana pendek saja dan bertelanjang dada. ia ikut masuk kedalam alam mimpi bersama istrinya itu. tak butuh lama Brian tertidur.
Hari mulai sore Alexa mengerjapkan matanya ia tersadar dari tidurnya ia melihat sekeliling ruangan ternyata ia sedang berada di dalam kamarnya itu. Alexa mengingat kembali saat tadi siang ia ingat saat ia mengantuk dan Brian menyuruh nya untuk tidur di atas pangkuan nya.
Alexa menutup mulutnya tidak percaya jika ia tidur begitu lama dan sudah berada di kamar miliknya. ia melihat suaminya yang masih setia dengan mimpi indahnya, wanita ini tersenyum melihat suaminya tertidur.
Alexa masih belum percaya jika ia menikah dengan pria masa kecilnya yang sudah berjanji dan sekarang ia sedang hamil anaknya buah cinta mereka berdua. tangan mungil Alexa mengusap wajah tampan Brian yang di tumbuhi bulu halus di wajahnya.
Alexa menitihkan air matanya, jika ia masih berada di dalam keluarga Abraham ntah bagaimana sekarang nasib rumah tangga nya. wanita ini dengan segera membuang pikiran masa lalunya ia mulai sadar jika masa depan nya bersama dengan pria yang sedang tidur di sisinya.
Tidak mau ketahuan Brian dengan segera Alexa menghapus air matanya meski Brian tahu jika istrinya sedang menangis. pria bule ini pura -pura tidur ketika tangan Alexa menyentuh wajah nya.
Kenapa dia terdengar sedang menangis apa yang menyebabkan Alexa menangis
Brian hendak membuka mata dan menanyakan langsung kepada istrinya itu namun ia urungkan. yang terpenting Brian tidak akan pernah membuat istrinya menangis lagi cukup penderitaan yang dialami oleh Alexa. sekarang waktunya Alexa untuk bahagia.
Kekayaan ternyata tidak menjamin Alexa bisa bahagia karena yang Alexa butuh kan bukan materi tapi ketulusan hati dari pasangan kita untuk selalu percaya dan tidak saling menyakiti.
Banyak harta namun tidak menjamin hidup seseorang akan bahagia jika tidak ada cinta dalam keluarga.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa like dan komentar nya 🙏🙏🙏