I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
69. Rencana Bulan Madu



Rencana Bulan Madu


...Terimakasih sudah menemaniku hingga sekarang...


...dan sudah menerima ku apa adanya. Semoga kita selalu bersama- sama aku sayang kamu....


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Setelah berbincang-bincang dengan Dante, Brian memutuskan untuk kembali ke istrinya yang sedang duduk bersama keluarga besarnya itu.


"Sayang... apa kau masih mau di hotel?" tanya Brian pada Alexa.


"Ada apa memang nya?" Alexa malah balik tanya merasa curiga kepada suaminya yang tiba-tiba mengajaknya pulang dengan cepat setelah ia pergi dengan Dante tadi.


"Aku ada urusan di luar nanti,apa kau mau aku antar pulang ke penthouse terlebih dulu?"


Brian memang berencana akan tinggal di penthouse nya kembali setelah acara resepsi dan tidak tinggal bersama orang tua nya atau orang tua Alexa.


"Aku masih ingin sama mereka! lagian kalau aku ikut pulang ke penthouse mu aku akan sendirian disana" Jawab Alexa lirih.


"Sudah lah son biar nanti papih yang antar Alexa."


"Tidak pih, biar Lexa pulang bareng kak Jo aja nanti." kata Alexa kepada mertuanya itu.


"Kak Jo nanti antar lexa pulang ya." teriak Alexa pada Jonathan yang duduk di sebrang meja bersama Dante.


Jonathan yang mendengar hanya mengacungkan jari jempolnya sebagai tanda setuju


"Tapi sayang...." Brian menggantung ucapnya itu ia berpikir sejenak "Baiklah kita pulang bersama nanti"


"Aku tidak mau kamu pulang di antar asisten mu berdua saja didalam mobil sayang,meski kamu menganggap dia kakak mu."


Alexa yang mendengar suaminya tidak jadi untuk pergi merasa heran.


"Kenapa tidak jadi sayang?apa urusan mu itu tidak penting?"


"Tidak sayang semua nya sama-sama penting tapi lebih penting menemanimu dari pada urusan yang lain nya." Brian menyela.


"Cih Dasar bos posesif, diantar sama asisten nya sendiri tidak di ijinkan." batin Dante.


blus membuat wanita ini merona merah di pipinya, ia merasa senang suaminya memilih dirinya ketimbang urusan lainnya pikir Alexa.


"Apa ini sayang?" tanya Brian menatap amplop berwarna putih di atas meja dan mengambilnya.


"Itu hadiah dari mamih,paket honeymoon"


"Serius?kamu mau pergi sekarang? untuk honey moon kita?"


Alexa hanya menganggukkan kepalanya.dan menatap wajah suaminya itu dengan penuh keyakinan seraya menghabiskan salad buah yang Brian tadi pesan untuk nya.


"Masalah perusahaan Abraham group bagaimana?"Tanya Brian kembali


"Biar itu urusan opah saja nak,kau fokus saja bulan madu mu dan semoga pulang membawa kabar gembira bagi kita," ucap opah Hamid yang sedari tadi hanya menyimak.


"Apa opah akan tinggal di Indonesia?" tanya Brian.


"Iya opah akan tinggal disini menunggu kabar baik kamu mendapatkan cicit" ucap opah Hamid.


*


*


*


"Sayang kamu kenapa?" tanya Brian heran melihat istrinya diam saja.


"Aku hanya tidak mau mengganggu pekerjaan mu saja sayang,jika rencana bulan madu kita percepat sekarang."


Brian yang sedang fokus menyetir mobil akhirnya menepikan mobilnya.


Pria ini menoleh ke arah istrinya itu dan menatap wajah cantik Alexa seraya menggenggam tangan nya.acapkali mengingat pekerjaan yang begitu banyak yang ia jalani dua perusahaan sekaligus bersamaan. mustahil jika harus ditinggal begitu saja.


"Kamu tidak usah khawatir soal pekerjaan ku,selama ini aku memegang kendali dua perusahaan besar sekaligus. selama aku bisa mengaturnya kenapa tidak,lihat buktinya baik-baik saja bukan?"


"Terimakasih sayang kau memilih ku daripada pekerjaan mu." sahut Alexa yang mulai berkaca-kaca.


"Sayang... kamu tidak usah berterima kasih kepada ku, apa kamu lupa,meski sama-sama penting didalam hidupku kamu itu jauh lebih penting dari apapun." ucap Brian seraya memeluk tubuh Alexa.


"Apapun akan aku lakukan untuk my Queen yang cantik ini." katanya lagi merurai pelukannya dan melihat istrinya itu menangis ia dengan segera menghapus air matanya di wajah cantiknya itu.


"Jangan pernah menangis lagi ok?"


"Aku menangis karena bahagia mendapatkan suami sebaik seperti mu ini."


"Really...?"


"Yes of course"


***


"Sayang kamu tidak perlu membawa begitu banyak baju,kau tinggal bawa yang kamu butuhkan saja."bisikan Brian yang melihat istrinya itu sedang packing baju.


Alexa tersentak menoleh kebelakang melihat suaminya itu memeluk dari belakang mengagetkan nya.


"Sayang kau selalu membuat ku terkejut" kata wanita ini.


Brian mempererat pelukannya ia membenamkan kepalanya di leher Alexa dan mengecup tengkuk lehernya.


Alexa tersenyum melihat perlakuan romantis suaminya.


"Kamu tahu,aku sudah sangat merindukan mu" bisik Brian.


Alexa melepas pelukan suaminya dan ia berpindah menghadap Brian. wanita ini tersenyum manis kepadanya menatap lekat wajah suaminya dan menyentuh wajah nya dengan tangan mungil Alexa.


wanita ini berjinjit dan mengecup bibir Brian sekilas, Brian senang melihat tingkah istrinya itu sudah berani menciumnya terlebih dulu, pria ini tidak mau melepasnya begitu saja, ia memegang tengkuk leher istrinya, untuk membalas ciuman istrinya itu semakin dalam sampai Alexa kehabisan oksigen nya baru ia lepas.


"I love you"


"I love you more" jawab Brian


Brian menuntun Alexa ke tepi ranjang dan mendorong tubuh Alexa ke atas kasur. mereka kini sudah berada di penthouse mewah milik nya. ia akan memutuskan untuk tinggal terpisah dari orang tua nya.


Pria ini kembali bercumbu dengan Alexa mengingat malam tadi ia tidak jadi bercinta. Brian ******* bibir Alexa dan bermain semakin dalam di bawa Kungkungan nya. pria ini selalu ada kesempatan untuk melakukan proyek tunggal putra nya itu.


Ia yakin kalau istrinya tidak akan lama akan ada kehidupan baru yang sudah ia rencanakan dengan membuat formula penemuan terbarunya untuk membuat istrinya hamil. pria ini tidak akan pernah gagal atas penemuan nya itu. karena Brian adalah salah satu pria jenius yang mampu membuat berbagai macam racun,obat dan senjata api berbagai model. dll.


Pria ini melepas pakaian yang melekat padanya,kini hanya menyisahkan bra berwana hitam dan segitiga yang menutupi area pribadinya dengan warna senada. ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan nya lagi. sudah menjadi candu baginya bercinta dengan istrinya itu tidak akan bosan.


Alexa mulai menikmati permainan Brian, ia mendesah dan mengerang nikmat setiap sentuhan tangan Brian. Alexa selalu terbuai oleh permainan Brian.


Brian mengecup setiap inci tubuh Alexa dan tidak lupa tangannya meremas buah dadanya yang begitu pas di genggaman tangan nya, seakan sudah diciptakan untuk nya.


"Oh sayang... aku sudah tidak tahan." rancu Alexa


"Baiklah sayang,kita akan memulai nya."


tidak lama kemudian adik kecil Brian masuk ke dalam sarang nya setelah ia menarik kain segitiga yang menutupi area pribadinya itu. dengan tempo ritme yang cepat membuat hentakan dan hentakan, membuat Alexa mendesah memanggil namanya itu. membuat Brian merasa bersemangat Ranco Alexa terdengar erotis di telinganya membuat nya semakin menggila. dengan suara erakan panjang bersamaan menandakan hasrat puncak kenikmatan berdua telah tercapai hingga akhirnya buncahan lahar rahim Alexa membuat Brian ambruk di atas tubuh alexa.


Brian menutup tubuh Alexa dengan selimut tebalnya itu sebelum ia turun dari tempat tidur king size nya.dan tidak lupa mengecup kening kepala Alexa. ia membiarkan istrinya tertidur. pria ini memutuskan untuk membersihkan badannya sebelum ia pergi menemui Rio orang kepercayaan nya itu.


setelah beberapa saat kemudian akhirnya Brian selesai dengan pakaian yang sudah rapi dan ia meninggal kan istrinya itu sendiri an di penthouse nya. ia kembali mencium pucuk kepala istrinya.


"Cup ... tidur yang nyenyak,aku tinggal sebentar." bisik Brian kepada Alexa yang sedang tertidur pulas.


bersambung...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


**Jangan lupa like dan komentarnya,


terimakasih yang sudah kasih hadiah dan vote nya.sangat berati buat author lope lope sebanyak-banyak 😘


salam sayang dari author


salam santun 🤗🤗🤗**