I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
76. Kesialan Dante



Kesialan Dante


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Mih apa benar Toby hari ini akan balik ke Jerman lagi" Tanya Sashi kepada mamih Myta.


Sashi ikut duduk di sebelah mamih Myta yang sedang sarapan pagi.


"Iya sayang ia harus kembali kuliah, dia cuti hanya ingin menghadiri acara resepsi Brian."


"Kenapa harus kembali secepat itu sih" cemberut Sashi.


Mamih myta hanya menggeleng melihat Sashi yang tidak mau kalau Toby harus pulang ke Jerman.


"Kan kamu bisa berkunjung ke Jerman sayang,Brian sama Alexa juga akan kesana jika Toby sudah tiba."


"Pekerjaan Sashi masih banyak mih di enterprise Entertainment" suara lirih Sashi


"Semangat sayang, kamu pasti bisa menyelesaikan pekerjaan mu dengan cepat, minta lah bantuan sama Dante jika kamu kesulitan"


"Iya mih tapi kak Dante selalu menolak jika Sashi minta bantuan" Sashi mengadu kepada mamih Myta.


"Apa!! anak itu iya,adik nya sendiri minta bantuan malah tidak mau."


"Siapa yang menolak? kamu saja tidak pernah meminta bantuan ku" sahut Dante yang tiba-tiba datang dan menghampiri mereka ikut sarapan pagi bersama


Sashi menatap tajam ke arah Dante tidak terima jika Dante berkata seperti itu.


Dante yang ditatap tajam oleh Sashi hanya tersenyum kecil hampir tidak terlihat.


"Selamat pagi semua" Ucap Toby yang baru keluar dari kamar nya untuk ikut bergabung sarapan pagi bersama.


"Pagi Toby duduklah kita sarapan bersama"


"Iya mih, kemana papi mih?" tanya Toby karena tidak melihat papi Louis.


"Papi sudah pergi dari tadi bareng opah"


Semua orang memanggil Myta dengan mamih karena Myta hanya punya anak satu yaitu Brian. ia merasa kesepian jika tidak ada suaminya di mansion sebesar ini dan apa lagi putra semata wayangnya tinggal terpisah. meski ada banyak ratusan pelayan di Mansion nya namun mereka tahu batasan antara atasan dan bawahan.meski Myta menganggap semua pelayan sebagai keluarga.


"Dante antar Toby ke bandara hari ini iya" pinta mamih Myta


"Tapi mih, Dante ada meeting penting pagi ini" ucap Dante menolak. ia yang asik sedang menyantap sarapan pagi nya jadi terganggu.


"Hanya meeting virtual kan dengan Brian"


"Iya mih"


"Terus apa yang kamu takutkan? Brian akan marah sama kamu"


Dante hanya menggelengkan kepalanya sebagai isyarat tidak.


"Nah tuh tidak apa-apa kan?"


Dante hanya dengus kesal karena paksaan mamih Myta harus mengantar bocah ingusan yang sudah mencuri perhatian Sashi darinya.


"Aku boleh ikut mengantar Toby" Sashi mengintrupsi mereka


"Boleh " ucap mamih Myta dan Toby bersamaan.


"Tidak" ucap Dante.


"Kenapa tidak boleh" kata Sashi


"Ee ka-karena tidak searah nanti aku harus putar balik jauh" jawab sepontan Dante yang terlintas di otaknya.


"Mih" rengek Sashi


"Dante" peringatan mamih Myta.


"Iya mih" ucap Dante pasrah menerima paksaan dari mamih Myta.


Jika sudah menyangkut hubungan dengan mamih Myta tidak ada yang bisa berkutik termasuk papi Louis sekaligus.


Sashi yang melihat Dante didepan mamih Myta tidak bisa berkutik,ia malah meledek ke Dante dengan menjulurkan lidahnya "weeh"


Dante malah menatap tajam ke arahnya membuat wanita ini tidak berani lagi meledeknya.


"Awas kau nanti aku kerjain balik" batin Dante tertawa ia menyeringai tipis di sudut bibirnya.


*


*


*


Bandara internasional Soekarno-Hatta Jakarta


Mereka bertiga sudah berada di ruang tunggu. Toby memilih menggunakan penerbangan komersial dari pada pakai jet pribadi milik Crop company Group.


Setelah menunggu 15 menit pesawat yang menuju Jerman take off.


Toby berpamitan dengan Sashi dan juga Dante.


"Sashi terimakasih sudah menemaniku selama di Jakarta"


Toby memeluk Sashi di depan Dante membuat Dante merasa terbakar api cemburu.


"Sudah sudah mau berpelukan sampai kapan?seperti Teletubbies saja, tidak dengar itu monitor memanggil namamu" ujar Dante memisahkan mereka berdua yang saling berpelukan.


"Eh iya, kak terimakasih sudah mengantar Toby ke bandara"


Dante tidak menjawab ia malah menatap tajam ke arah Toby untuk segera masuk kedalam.


****


Dante merangkul bahu Sashi selama di dalam bandara menuju parkiran mobil.


Sashi merasa heran dan juga senang baru pertama kali Dante mau merangkul nya.


"Kak .. kenapa sih harus ngerangkul pundak Sashi berat tahu, gak malu apa ini di tempat umum" ucap Sashi memecahkan suasana dan hendak melepas tangan Dante darinya. namun, Dante malah mempererat rangkulannya.


"Memang tidak boleh iya,merangkul adik sendiri?kenapa harus malu! kamu saja di peluk sama bocah tengil itu tidak keberatan"


"Jika tidak seperti ini aku tidak bisa berdekatan dengan kamu" Batin Dante tertawa senang.


Pria ini lebih mempertahankan ego nya dari pada perasaan yang sesungguhnya kepada wanita yang ia rangkul.


"Hah ... jadi kak Dante cemburu tadi aku berpelukan sama Toby"


Sashi merasa senang karena sudah membuatnya cemburu.


"Kak Dante Cemburu iya?ayo ngaku!!" seru Sashi menoleh kesamping dan mentoel- toel pipi Dante.


"Siapa yang cemburu sama bocah tengil itu" Dante menyela.


"Pangeran .... pangeranku" teriakan seseorang dari kejauhan.


Namun membuat orang yang di panggil tidak menoleh dan seseorang itu tetap berteriak memanggilnya.


"Pangeran..." teriakkan nya lagi membuatnya merasa kesal dan memisahkan mereka berdua yang asik berjalan memisahkan rangkulannya.


Wanita misterius ini menarik rambut panjang Sashi dari belakang "Hei minggir kenapa kamu merangkul pangeran ku"


"Au sakit.." Sashi mengadu kesakitan dan gadis ini menoleh ke belakang "kenapa nenek malah menarik rambutku,Siapa yang di maksud pangeran?"


Dante hanya bengong melihat nenek itu memisahkan rangkulannya dengan Sashi dan memanggilnya Pangeran.


"Dia pangeranku" wanita misterius itu menunjuk ke Dante yang masih belum tahu apa-apa.


"Saya" Dante menunjuk kedirinya sendiri. dan wanita misterius ini hanya mengangguk.


"Saya bukan pangeran nenek" kata nya lagi.


"Jangan panggil nenek,tapi inces Rini" nenek Rini kesal karena Dante tidak mengingat pertemuan dengan nya tempo hari yang telah meninggalkan nya di cafe sendiri seraya merangkul lengan Dante.


Dante mengingat kembali ingatan nya yang merasa devaju.


"Ahh biro jodoh sialan" batin Dante yang sudah mulai ingat.


Sashi yang mendengar sebutan incess Rini dan Dante pangerannya ia Manahan tawanya agar tidak tertawa dihadapan nya.


"Hah apa saingan ku seperti ini nenek-nenek jadi jadian"


"Gimana apa sudah mengingat sama inces Rini yang cantik jelita ini"


Sashi tidak bisa menahan tawanya lagi dan gadis ini akhirnya tertawa juga. membuat Dante mendelik kesal.


"Oh sayang, kenapa kamu tertawa seperti itu" ucap Dante seraya melepaskan diri dari nenek Rini.


Pria ini memdekat ke Sashi dan merangkulnya dan berbisik kepada Sashi.


"Gadis nakal, jika kamu ingin di antar sampai Enterprise studio kamu harus bantu kakak mu yang malang ini" bisik Dante kepada Sashi.


"Mom... ada apa ini?" tanya Wanita misterius yang tiba-tiba datang. Setelah melihat dari kejauhan momy nya berebut seorang pria bule.


"Uh Darl ini pangeran mommy, perkenalkan" Nenek Rini memperkenalkan putrinya kepada Dante.


Wanita cantik ini menoleh kesamping dan terkejut melihat seseorang yang ia kenal.


"Dante?"


"Hai....!!"


Bersambung..


Anak tengil si Toby



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Siapa kah wanita cantik misterius ini????


Apakah masalalunya Dante atau Brian?? πŸ˜€πŸ˜€


Jangan lupa tinggalkan komentar dibawah dan likenya lope lope sebanyak-banyak nya 😘


Salam sayang dari author


Salam santunπŸ€—πŸ€—