
Pengganggu.
...Betapa Indahnya, Dicintai balik oleh orang yang kita cintai, the best happiness in love...
Happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
sayang.... tunggu..."
"sayang.... Raya...tunggu,tolong dengerin penjelasan aku dulu." sahut Ardan yang mengejar raya.
Raya tidak menghiraukan Ardan yang mengejarnya sampai parkiran.
Raya membuka pintu mobil dan ia akan masuk naas dengan cepat Ardan menahan pintu mobil dengan tangan nya sebelum raya masuk ke dalam mobil.
"please dengerin penjelasan ku dulu,"
Ardan menghimpit tubuh Raya ke samping mobilnya untuk menjelaskan kepadanya.
Gadis itu akhirnya pasrah untuk mendengarkan penjelasan tunangan nya itu.
"5 menit"
"Ng....gak 15menit."
"5 menit kalau gak aku pergi." katanya
"Okay... 5 menit, aku minta maaf soal kemarin. itu hanya salah paham antara aku dan Sasa kemarin,ku mohon kita balikan lagi iya?" pinta Ardan."sayang.. maafin aku iya.?"
"Sudah aku maafin tapi tidak untuk kembali, apa yang lho lakuin kemarin sudah jelas itu bukan salah paham atau apa lah, dan itu nyata di depan mata ku,lho selingkuh dengan Sasa yang lagi bercumbu," Raya mencibir
"Tapi sayang....."
"Sudah aku mau pulang awas minggir jangan menghalangi aku"
Ardan hanya diam setelah raya mendorong tubuh nya untuk menyingkir dari hadapannya. ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar setelah gagal membujuk raya untuk kembali..
Raya langsung menancapkan gas mobilnya lalu melaju dengan kencang keluar dari parkiran.ia menepikan mobilnya dirasa sudah cukup jauh dari lokasi pemotretan.
Gadis itu memukul-mukul setir kemudi, tak kuasa menahan air matanya ia menangis sejadi-jadinya di balik kemudi.
"Arrrgggghhh.....ardaaaannn.... brengsek lho apa yang sudah ia lakukan dengan entengnya meminta maaf dan meminta kembali seakan tak terjadi apa-apa dasar bajingan." ranco raya.
*0823.....….…..is calling..
"dzzzttttttt....,dzrrrtt...,dzzrrttt*....
Raya menyadari ada yang bergetar di dalam tasnya,ia membuka tas dan mencari benda tersebut, ia mengerutkan alisnya saat ada nomor asing baru masuk ke handphone.
Raya menghapus air matanya dengan kasar sebelum mengangkat telepon masuk.
"Halo..."
"......................…..."
"Kimora!!!!!, iya sayang,ada apa?"
".............................."
"Mamah di jalan baru selesai pemotretan, kenapa sayang?"
"................................."
"Iya sayang bentar lagi mamah ke sana"
sambungan telepon terputus...
Raya segera menancap kan gas mobilnya lalu melaju ke rumah sakit untuk bertemu Kimora, semenjak pertemuan itu dengan putri dokter Kim, menjadi dekat, anak kecil itu kembali ceria merasakan kehadiran sosok ibu bagi nya.
Raya tidak kuasa untuk menolak gadis kecil itu, hatinya bergetar untuk menjadi ibu pura-pura nya. melihat keceriaan nya sungguh bikin adem.
#
#
#
Melihat Bosnya tidur nyenyak di dekapan Alexa, Dante memutuskan untuk membawa pulang bosnya ke penthouse nya.
"Nona... lebih baik kita kembali ke penthouse saja." ucap Dante melirik ke arah belakang.
"Ya kau benar kak, lebih baik kita bawa dia pulang seperti nya dia sedikit demam." Alexa menyentuh kening Brian yang sedikit demam.
Beberapa saat kemudian akhirnya sampai, Dante memarkirkan mobilnya di basman,
Dante membantu Alexa memapah bos nya menuju lift khusus yang langsung ke penthouse miliknya.
Setelah sampai di dalam ia kembali memapah bos ke ke kamar dan merebahkan di atas kasur king size.
"Terimakasih kak, sudah membantu memapah kak Brian sampai ke kamar."
wanita itu mengangguk.
Alexa membantu melepaskan sepatu Brian dan melepaskan jas yang masih melekat di tubuhnya lalu melonggarkan dasinya, agar merasa nyaman tidur nya. dan Alexa menyelimuti tubuh Brian
Dante kembali masuk ke dalam kamar Brian setelah mengambil botol kecil berwarna bening, Dante Langsng menyuntikan Brian dengan cairan vitamin yang ia ambil tadi.
Alexa memperhatikan Dante yang membawa alat suntik dan botol kecil berwarna bening.
"Ini akan membantu dia pulih nona,sementara menunggu tuan Brian bangun,saya akan menyelesaikan beberapa pekerjaan di ruang kerja,"
"kalau begitu aku akan membuat cemilan dan memasak untuk makan siang kita." jawab Alexa.
Sebelum keluar dari kamar Brian, Alexa membetulkan selimutnya lalu mengecup pucuk keningnya.
"Cup ... cepat sembuh sayang."
-
-
-
setelah hampir satu jam Brian terbangun dari tidurnya, ia menyadari dirinya sudah di atas kasur king size nya itu, ia Menyibakan selimutnya lalu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya di wastafel, setelah dirasa fresh ia keluar dari kamar, Brian mencium aroma harum dari arah dapur.
Brian tertegun melihat Alexa yang sedang sibuk di dapur,ia mendekat lalu memeluk Alexa dari belakang ia mencium aroma vanilla dari tubuh Alexa yang sudah membuatnya nyaman.
Alexa merasa terkejut merasakan pergerakan dari belakang lalu memeluknya.ia menoleh kearah belakang, Alexa tersenyum melihat kekasihnya sudah membaik.
"Sayang kau sudah bangun,?"
Brian tidak menjawab pertanyaan Alexa ia malah mencium bibir Alexa dengan lembut, ia menuntun tangan Alexa merangkul lehernya untuk lebih mendekat Brian kembali menyesap bibir manis Alexa.
Dante yang sedari tadi berkutak dengan pekerjaan di dalam ruang kerja Brian merasa tenggorokan kering, ia memutuskan untuk mengambil air ke dapur. ia tidak sengaja melihat adegan 18+.
"Ekhem... ekhem...." deheman Dante membuyarkan cumbuan dua sejoli yang sedang di mabuk asmara.
"oh...... tidakkkk mata suciku ternodai. Dasar bos tidak punya akhlak, tidak ada tempat lain apa selain di dapur."Dante mencibir
Alexa merasa malu karena kepergok asisten Brian. ia bersembunyi di balik dada bidang Brian.
"Kau masih disini Dante." Brian menyela
"Tidak, sudah di alam bakah.arwahku datang kesini untuk mengganggu kalian." jawab Dante lalu mengambil gelas berisi air putih lalu masuk kembali keruang kerja Brian.
Alexa cekikikan di balik dada bidang Brian.
"Sudah sana kau lanjutkan pekerjaan mu, anak perawan lagi ngambek tuh,aku lanjutin masaknya dulu nanti kita makan siang bersama."
Brian mendengus kesal karena kesenangan nya di ganggu.
"Dasar penganggu" Brian berbicara dalam hati.
Alexa kembali melanjutkan memasaknya setelah insiden cumbuannya tadi. ia memasak beberapa menu makan siang, kali ini Alexa memasak ala Indonesia sayur asem, perkedel tahu,sambal terasi,ikan goreng, telor balado.
Setelah menata beberapa menu makanan tadi di atas meja makan, Alexa membersihkan badannya terlebih dahulu tidak lupa ia menjalankan kewajiban seorang muslim sebelum mengajak Brian dan Dante untuk makan siang bersama.
Tok
tok
tok
"ceklek "
pintu dibuka dari dalam oleh Dante.
"Silahkan nona masuk."
"Tidak.. aku hanya mengajak kalian makan siang bareng, kebetulan sudah selesai."
mereka bertiga kini sudah berada di meja makan. Brian baru pertama kali ia memakan sayur asem ia mengerutkan keningnya.
"Kau kenapa sayang.? tanya Alexa menatap heran ke arah Brian yang binggung dengan menu makanan kali ini.
"Ini sayur apa kenapa rasanya aneh?"
"Dasar bule kampungan. tinggal makan saja protes."
Brian mendelik tajam ke arah Dante. ia juga bule tapi masih mengatainya.
Alexa tertawa melihat atasan dan anak buahnya tidak pernah akur seperti tom and Jerry jika sedang bersama diluar jam kerja.
bersambung....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih sudah mampir ke cerita Alexa jangan lupa tinggalkan jejak like komen sebanyak-banyaknya, lope.... lope... lope ...😘 sebanyak-banyaknya