
Menagih Janji
Maaf jika masih ada kata yang typo 🙏🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Gadis kecil keturunan Korea yang baru saja keluar dari kelas dan menundukkan kepalanya seraya menyeret tas ransel nya itu, berjalan gontai menuju gerbang pintu masuk Dimana para orang tua atau sopir pribadi yang sudah siap untuk menjemput. terlihat sangat lesu dan wajahnya cemberut nampak di tekuk tidak seceria biasanya. mbak Lala sebagai pengasuh nya itu mengikuti dari belakang Kimora.
Raya dan Kim sengaja menjemput Kimora dari sekolahnya melihat putrinya itu tidak biasa merasa heran dengan putri cantiknya itu.
"Papa bear lihat, seperti nya Kimora sedang ada masalah" Kim yang sedang sibuk dengan handphone ia menoleh melihat putrinya sedikit terlihat tidak seceria biasanya.
"Hai sayang, kamu kenapa? apa kamu sakit hmm?"
Kimora hanya menggelengkan kepalanya saja ia tidak bicara sama sekali.
"Terus kenapa mukanya cemberut gini?" Raya berjongkok mensejajarkan tinggi badan Kimora untuk memudahkan ia berbicara dengan calon putri sambungnya itu.
Kimora tetap tidak mau menjawab membuat Raya dan Dokter Kim merasa heran. ia melirik kepada mba Lala pengasuhnya itu untuk menanyakan putrinya itu kenapa.
"Maaf tuan, semenjak nona Kimora dari kantin dan bertemu teman-temannya ia langsung murung sampai sekarang, sedari tadi saya sudah bertanya tapi nona Kimora tidak menjawab nya, saya pikir dia sakit sudah saya cek kesehatannya semua normal"
Mba Lala adalah pengasuh sekaligus perawat Kimora yang sudah dari bayi ia jaga. ia adalah pengasuh khusus yang terlatih karena Kimora menderita gagal jantung sejak bayi. di sekolah ia mendapatkan perlakuan khusus dari pihak sekolah karena penyakit Kimora, pengasuhnya di ijinkan untuk menjaga Kimora di sekolah.
Dokter Kim tahu, putrinya itu susah di ajak bicara jika memiliki Masalah ia akan di pendam meski putrinya itu anak yang ceria dan cerewet.
Kim menggeleng-gelengkan kepala kepada Raya untuk tidak selalu bertanya dan mendesak putrinya bercerita ia akan membuat putrinya semakin diam. Raya tahu dengan isyarat Kim itu. ia akan membujuk Kimora dari hati ke hati.
Menurut psikolog anak, Kimora butuh seorang sosok ibu untuk mendengarkan keluh kesah gadis kecil ini, untuk menutupi itu semua Kimora menjadi anak yang bawel dan ceria untuk menarik perhatian orang dewasa. Kim tidak selalu bersama putrinya ia juga seorang Dokter dan juga direktur rumah sakit yang selalu sibuk dengan pekerjaan. terkadang juga Kim tidak pulang kerumah. hanya mba Lala dan ibu dokter Kim lah yang selalu menemani putrinya itu sejak ia bayi. semenjak bertemu Raya putrinya seperti menemukan sosok ibu pada dirinya itu, jauh berbeda ketika Kim memperkenalkan teman-teman kepada Kimora namun berbeda ketika baru pertama melihat Raya saat itu.
Dokter Kim belum mau mencari sosok ibu baru untuk putrinya itu lebih baik dia menduda seumur hidup jika putrinya tidak mau menerima nya sebagi ibu nya namun berbeda ketika baru melihat Raya ia langsung memanggil Raya dengan sebutan mama.
Jika Kimora sudah menemukan sosok ibu untuk dirinya maka Dokter akan menerima keputusan putrinya untuk menjadikan mama nya. meski awalnya Kim tidak mencintai Raya namun setelah melihat kebahagiaan putri nya ada pada Raya, Kim mencoba untuk mencintai Raya. dan sekarang ia sudah benar-benar mencintai Raya bukan untuk putrinya tapi dari hati kecil Kim ia sudah jatuh cinta pada Raya.
"Lebih baik kita pergi makan siang saja bagaimana?"
"Wah ide bagus itu, sepertinya mama sudah lapar nih" Raya memegang perutnya pura-pura lapar.
Kim mengendong Kimora dalam dekapan hangat nya itu dan mengulurkan tangannya untuk Raya ia genggam menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari nya. dan mba Lala mengekor di belakang mereka membawa tas Kimora tadi.
Sudah seperti keluarga kecil saja mereka. semoga mereka bahagia selalu.
Mba Lala berbicara dalam hati melihat bos nya itu mengandeng tangan Raya dan Kimora dalam gendongannya.
*
*
*
Kimora langsung masuk kekamar dan mengurungkan diri di kamar nya.
Ibu Kim melihat cucu kesayangan nya itu langsung masuk ke kamar membuat ia bertanya-tanya. "Sayang, cucu mama kenapa?" Kim hanya mengangkat bahunya tidak tahu.
Raya yang ikut pulang kerumah Dokter Kim ia tidak lupa untuk memberi salam kepada mama nya Kim.
"Biar Raya saja mah, yang membujuk Kimora"
"Baiklah sayang, mama percaya sama kamu"
Mama Kim mengijinkan Raya untuk membujuk Kimora. wanita cantik ini masuk kedalam kamar Kimora yang berada di lantai bawah.
Tok tok
"Sayang apa mama boleh masuk ke dalam? seru Raya meminta ijin untuk masuk kedalam namun Kimora tidak menjawab sahutan Raya. ia memutuskan untuk masuk saja dan beruntung kamar Kimora tidak di kunci.
Ceklek
Raya membuka pintu kamar Kimora terlihat kamar yang bernuansa Kartun itu bergambar Frozen kartun kesayangan Kimora itu. ia melihat Kimora yang masih menggunakan seragam sekolah nya dan membalikkan tubuhnya di kasur dengan rambut yang tergerai begitu saja.
Raya mendekati Kimora dan duduk di samping ranjang ia mengelus rambut panjang putri nya itu.
"Sayang, kamu kenapa? mama sedih jika kamu mendiami mama seperti ini, mama tidak tahu jika kamu terus- terus diam seperti ini mama tidak akan pernah tahu" bujuk Raya dengan nada yang lembut. ia sedih melihat putrinya merajuk seperti ini. ia juga menangis dalam hati melihat putrinya itu tidak mau di ajak bicara.
"Mama punya salah sama Kimora, makan nya Kimora tidak mau bicara sama mama iya?" Raya merasa sakit melihat putrinya seperti ini, ia mungkin telah gagal mengambil hati calon anaknya itu. Raya tak kuasa menahan air matanya ia akhirnya menangis dalam diam.
Kimora mendengar mama nya menangis ia tidak tega jika terus menerus mogok bicara kepada calon orang tua nya itu. ia bangkit dari tidurnya dan mendekat ke arah Raya.
"Mama menangis? maaf kan Kimola mama" Kimora memeluk tubuh Raya. dan melerai pelukan nya
"Mama tidak apa-apa sayang, Kimora berhak marah sama mama jika mama punya salah" keluh Raya. Kimora menghapus air mata Raya di pipinya dengan tangan mungilnya itu
"Maafkan Kimola mama, sebenalnya tadi di sekolah teman - teman Kimola mengejek Kimola kalena tidak punya mama, padahal kan Kimola punya mama" seru Kimora dengan sendu.
"Kimora memang punya mama, Kimora tidak boleh sedih, karena mama Raya akan selalu sayang sama Kimora" hati Raya merasa sedih mendengar keluh kesah Kimora yang membuat nya mogok bicara. hati siapa yang tidak ikut sedih jika melihat anak kecil yang di ejek tidak memiliki ibu. Kimora juga tidak mau harus kehilangan sosok ibu dari semenjak lahir ,itu semua kembali kepada takdir.
Dokter Kim mengintip interaksi antara putrinya dengan calon istrinya itu, ia ikut terenyuh melihat mereka berdua saling berpelukan dan saling cerita satu sama lain. baru kali ini melihat putri mau terbuka dengan orang lain.
Mama Kim melihat putra nya itu hanya mematung di depan pintu ia menepuk pundak putranya "Tidak salah jika Raya harus menjadikan nya mama sambung buat Kimora, cepatlah halalin dia sayang" bisik mama Kim.
"Mama sedang menagih janji kepada ku?" mama Kim mengangguk "Tidak perlu Nagih janji Kim akan secepatnya menikahnya mah" mama Kim pergi dari nya dan menyuruh Kim untuk masuk ke kamar Putrinya itu dan ikut bercengkrama bersama.
"Wah sepertinya lagi seru nih, papa boleh ikutan tidak" Kim memecahkan suasana Hati putri nya.
"Papa" Kimora merentang kedua tangannya untuk di peluk Dokter Kim. ia menerima uluran tangan putrinya dan memeluk putri semata wayangnya itu dan mengajak Raya ikut serta dalam pelukannya itu. dan mereka tertawa bersama.
Ya Tuhan semoga kebahagiaan ini tidak akan pernah hilang dan akan selalu seperti ini sampai menjadi keluarga yang utuh.
Kim mengurai pelukannya itu dan mencium kening Raya "I love you sayang" dan berpindah mencium pucuk kepada putrinya itu.
Bersambung...
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih, jika suka dengan ceritanya jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya dan juga vote, hadiah nya juga lope lope sebanyak-banyak 😘
Salam sayang
Salam santun 🤗 🤗