
Dia siapa
Maaf jika masih ada kata yang typo 🙏🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sebastian sampai dirumahnya ia ingin sekali memeluk anak-anaknya, rasanya tidak mungkin jika mereka bukan darah dagingnya membuat hati Sebastian merasa sakit.
"Sayang, papa pulang" Teriak Sebastian memanggil anak-anaknya namun nampaknya dirumah sangat sepi, seperti tidak ada penghuninya.
Sebastian sampai lupa jika ia pulang bersama mama nya Ny.Elisa.
Ny.Elisa menatap iba melihat rumah yang tidak begitu besar. putranya tinggal dirumah yang sangat sederhana. jika dirumah yang dulu ini seperti paviliun belakang rumahnya dulu. dimana para pekerja tinggal.
Ny.Elisa menitihkan air matanya, jika dia tidak egois dulu mungkin tidak akan seperti ini, nasi sudah menjadi bubur.
Sebastian merogoh kantong jas ia mengambil handphone, kemudian menghubungi seseorang yang biasa ia di minta untuk menjaga anak-anaknya.
"Hallo Bi, apa anak-anak ada sama bibi?" Tanya Sebastian serius.
"Tidak Tuan, bibi kira mereka ikut tuan, karena saat mang Ujang menjemput di sekolah kata penjaga sekolah mereka sudah di jemput sama Tuan"
"Apa!!"Terkejut "tidak bi, mereka tidak sama saya, maka dari itu saya menelpon bibi" kilas Sebastian.
"Ya sudah bi,saya coba tau ke teman-teman nya dulu,siapa tahu mereka sedang main"
Ny.Elisa masuk tanpa di persilahkan masuk, ia duduk memperhatikan putranya yang sedang sibuk menelpon kesana kemari.
Kenapa rumahnya sepi sekali, apa menantunya itu tidak dirumah
"Bastian, mungkin mereka pergi bersama Rena" seru Ny.Elisa.
"Tidak mih, Rena tidak disini, ia di Sandra sama tuan Damian dan Brian" Sebastian keceplosan ia lupa jika mamanya jangan sampai tahu masalah Rena. seraya masih memegang handphone untuk menghubungi teman-teman anaknya
"Apa!!"
"Maksudnya"
Glek
Sebastian menelan ludahnya dengan kasar seperti memakan batu krikil.
Astaga kenapa aku bisa keceplosan seperti ini.
Sebastian menggaruk tengkuknya, ia harus bilang apa kepada mamanya, ia seperti ketangkap basah telah mencuri.
"Itu mah, Rena"
"Apa Rena membuat ulah lagi?"
Sebastian menggangguk kepada mamanya.
"Apa lagi yang wanita itu berbuat"berdecak kesal "Mama malu punya menantu seperti dia, Bastian mama setuju jika kau menceraikan dia"
Ny.Elisa sudah benar-benar tidak mengharapkan Rena sebagai menantunya, melihat kelakuan yang tidak baik, "Mama sungguh bodoh, telah termakan rayuan dia yang sangat lemah lembut, ternyata dia seperti Rubah, ceraikan saja istrimu Bastian"
"Iya mah, Bastian sedang mengurusnya, mama tenang saja"
"Andai Alexa belum menikah kembali mama minta kau kembali sama dia" seru mama Elisa.
"Mama ingin meminta maaf sama Alexa, tapi mama malu karena sudah terlalu banyak kejahatan mama sama Alexa" kata nya lagi.
"Mama tidak habis pikir kenapa Rena masih saja menyakiti Alexa"
Terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah Sebastian. membuat Sebastian dan mama Elisa merasa penasaran.
Sebastian dan mama Elisa keluar dari rumah, terlihat anak- anak mereka baru saja turun dari mobil mewah dengan menenteng tas belanjaan.
Nampak terlihat seseorang pria melambaikan tangannya kepada anak-anaknya itu, membuat Sebastian penasaran. Dia siapa yang bersama anak-anak nya?"
Sebastian menatap mereka dengan tatapan dingin dan datar dengan berdekak pinggang.
"Papa" Teriak anak-anaknya. mereka berlari dan memeluk Sebastian namun Sebastian tidak memeluk mereka. membuat mereka mendongakkan kepalanya. "Papa kenapa?"
"Kalian kemana saja?" tagas Sebastian "Dia itu siapa?" bentak Sebastian membuat anak-anak terjengah ketakutan. mereka menundukkan kepalanya.Membuat anak-anaknya tidak bisa menjawab karena kalau sudah papa nya membentak mereka tandanya papa nya sedang marah.
"Bagus itu jika kalian masih ingat, tapi kenapa kalian masih saja tidak nurut"
"Papa sudah bilang jangan mau di ajak seseorang yang baru kalian kenal"katanya Sebastian lagi.
"Tapi pah, kami sudah mengenalnya, uncel itu baik banget, kami di belikan mainan dan di ajak bermain" jelas anak-anak.
"Apa!! jadi kalian sudah mengenal dia, lalu dia siapa? kenapa kalian tidak bilang sama papa" tegas Sebastian.
"Dia itu uncel.."
"Sudah lah Bastian jangan terlalu keras sama anak-anak" sahut Ny.Elisa.
"Nenek" teriak mereka bertiga melihat Ny.Elisa berada di rumahnya. lalu mereka memeluk Ny. Elisa.
"Deg"
Sebastian tersadar dengan perlakuan nya terhadap anaknya bagaimana kalau mereka tahu dirinya bukan papa nya, bagaimana jika mereka membencinya setelah tahu jika dirinya bukan ayahnya.
"Sayang, maafkan papa" merentangkan kedua tangannya untuk memeluk anaknya.
Mereka mendongakkan kepalanya kepada neneknya. kemudian Ny Elisa menganggukan kepalanya jika mereka harus menerima rentangan Sebastian.
"Papa!! Maafkan kami"
"Papa yang harusnya meminta maaf karena sudah memarahi kalian, papa merasa khawatir tadi saat pulang rumah keadaan sepi" memeluk ketiga anaknya, rasanya Sebastian tidak ingin berpisah dengan mereka bertiga, Di peluk tubuh kecil anaknya dengan sangat erat, membuat si bungsu mengadu kesakitan
"Aduh, papa tellalu elat memeluk Kalin" ucap Karin putri bungsu Rena.
"Maaf kan kami pah,janji lain kali jika mau pergi, kami akan memberitahukan papa"
"Sudah-sudah ayo kita masuk, cucu nenek pasti capek dan laper iya"
"Iya nek,kami lapar"
"Ayo kita makan, kebetulan tadi nenek sama papa kalian mampir dulu ke restoran untuk membeli makanan" ajak Ny.Elisa.
Namun Sebastian masih saja penasaran dengan seseorang pria yang mengantar anak-anak.
Siapa dia???!!
Apa dia ayah biologis anak-anaknya?
Seperti nya Sebastian harus mencari tahu pria itu ,tapi bagaimana caranya, sedang kan dia tidak berjaya dan berkuasa lagi seperti dulu. Apa harus meminta bantuan mantan mertuanya? tapi dia sudah berjanji tidak akan muncul lagi di hadapannya, kecuali kemarin itu tidak sengaja bertemu di markas milik Brian.
Tapi jika tidak meminta bantuan mantan mertuanya itu Sebastian tidak akan tahu siapa pria itu.
🍃🍃🍃
Di Tempat yang berbeda setelah mengantar anak-anak tadi, ia mengubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan Rena.
Ia mendekati anaknya Rena untuk menanyakan keberadaan Rena. namun karena mereka tidak tahu ibu nya dimana, karena Sebastian tidak bercerita dimana mamanya berada.
"Hallo kalian cari dimana Rena sekarang, secepatnya kalian harus menemukan wanita ku"
Kau dimana? secepatnya aku akan membawa kamu dan anak-anak dari kota ini,dan hidup bahagia yang kau impikan dan inginkan sebagi keluarga.
Aku sudah sukses sekarang, untuk bisa membahagiakan kamu dan anak-anak.
Pria ini menatap foto Rena saat liburan bersama dulu.diusapnya dengan sangat hati-hati.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Kira-kira ada yang tahu siapa pria itu?😀😀
Jika ingin tahu jangan lupa like,komentar, hadiah dan vote nya 😘🥰. Jika tidak akan author buat kalian penasaran 😀😀
Jangan lupa juga mampir di novel terbaru author yang baru 🤗😘
Yang berjudul Janda Tapi Perawan.