I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
177. Melahirkan



Melahirkan.


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Dante sudah menunggu di dalam mobil. ketika melihat kedatangan Brian menggendong Alexa, penjaga keamanan melihat bos mereka dengan segera membantu membukakan pintu mobil untuk Alexa dan Brian.


Setelah melihat mereka masuk Dante dengan segera menjalankan mobilnya menuju DMJ Hospital. sebelum kedatangan Brian, Dante sudah menghubungi Dokter Kim dan keluarga besar Alexa dan juga Brian jika Alexa akan melahirkan.


"Huhuhu sayang, sakit huhuhu" Alexa meringis kesakitan.


"Tenang sayang, kita akan kerumah sakit sekarang" Brian mencoba menenangkan istrinya itu yang sedari tadi menahan kesakitan.


Brian mengelus perut Alexa ketika kontraksi datang semakin kuat dan interval semakin pendek berlangsung 3 kali dalam 10 menit dengan durasi 20 sampai 40 detik. Frekuensinya pun meningkat hingga lebih dari 5 kali dalam 10 menit.membuat Alexa menarik rambut Brian karena rasa sakit yang begitu tidak bisa di tahan.


Meski Rambut dan wajahnya di cakar Alexa, dengan sabar Brian memberikan ketenangan.


Hal ini disertai pula dengan keluarnya lendir bercampur darah sedari tadi membuat Brian cemas, takut jika calon anak-anaknya kekurangan cairan meski Alexa akan melakukan bedah sesar yang sudah di sepakati bersama karena ia mengandung bayi kembar tiga tidak bisa melahirkan dengan normal meski bisa tapi itu sangat beresiko untuk ibunya.


Saat pecahnya ketuban, serta dorongan ingin mengejan selalu datang membuat Alexa berterik.


"Ahhhhhh sakit sayang, sepertinya dia akan keluar" rancau Alexa.


"Dante kau bis lebih cepat tidak, cairan yang keluar semakin banyak" Teriak Brian.


Dante sudah berusaha dengan kecepatan tinggi namun ia juga tidak mau mengambil resiko dengan menambahkan kecepatan penuh.


30 menit akhirnya mobil Dante sampai di depan pintu UGD dan nampak Dokter Kim dan perawat sudah menunggu kedatangan putri pemilik rumah sakit.


Papi Louis yang mendapat kabar dari Dante segera menghampiri istrinya yang sedang membuat kan teh hangat untuk nya. setelah memberitahukan kabar tersebut, kedua suami istri ini pergi ke DMJ hospital.


Berbeda dengan Dady Damian yang sedang berada di kantor nya, Dady Damian pergi ke Rumah sakit bersama Jonathan. dan mom lili di antar oleh supir pribadinya pak Mun.


Dokter Kim sudah menyuruh pihak keamanan untuk mensterilkan rumah sakit dari pengunjung.


Kini Alexa sudah berbaring di meja operasi. Alexa tidak pernah melepaskan genggaman tangan Brian. ibu hamil ini merasa takut jika ia harus melahirkan sesar.


Brian pria yang peka. dia tahu apa yang di pikirkan istrinya. Brian mencium bibir Alexa membuat ibu hamil ini kembali rilex seakan rasa sakit yang ia rasakan hilang begitu saja.


"Tenang sayang, aku akan ada disini untuk mu" bisik Brian.


"Tapi sayang aku takut" kata Alexa.


"Jangan pernah takut sayang, percayalah, I Will never leave you, I love you honey, I love you so much" Brian kembali mencium bibir dan kening Alexa.


Semua dokter terbaik DMJ Hospital sudah berkumpul di ruang operasi. dari mulai dokter anestesi, dokter bedah, dan dokter anak.


"Tuan El, nona Alexa operasi nya akan kami lakukan sekarang" ucap Dokter Kim.


Brian menganggukan kepalanya. setelah dokter bagian anestesi Penyuntikan obat bius epidur di saraf punggung bagian bawah.


Kini Obat bius ini sudah mulai bekerja area sekitar suntikan dan setengah area tubuh (mulai dari pusar hingga ke kaki) terasa mati rasa.


Brian selalu mengucapkan kata-kata cinta untuk istrinya, Alexa terharu suaminya begitu romantis,ia bisa membuat istrinya tidak merasa takut.


Papi Louis dan mami Myta baru saja datang dan melihat Dante berdiri di depan pintu masuk operasi. ia dari tadi hanya bisa mondar mandir seperti istrinya saja yang sedang di dalam sana.


"Dante!!"


Dante menghentikan langkahnya ia menoleh ke sumber suara. "Bagaimana Alexa?" tanya mami Myta kepada Dante.


"Nona sudah berada di dalam"


Tidak lama di susul mom lili yang datang sendirian "Jeng Myta" seru Mom lili.


Mereka berpelukan "Dimana putriku?"


"Sudah didalam di temani Brian"


Mom lili merasa lega jika putrinya bersama Brian.


"Oe..oe..oe..."


Terdengar suara tangis bayi pertama mengema di ruang operasi, Bayi pertama berjenis laki-laki.


Dokter anak dengan segera memeriksakan bayi Alexa yang terlahir pertama.


"Sayang, anak kita sudah lahir" ucap Brian.


Alexa tidak bisa berkata-kata lagi ia hanya bisa meneteskan air matanya saja. Brian mengecup bibir Alexa, kening dan mengusap air matanya.


Dan tidak lama terdengar tangisan bayi yang kedua.


"Oe....Oe...Oe.."


Dan yang terakhir membuat Dokter Kim panik, dan juga semua dokter yang ada disitu. terdengar suara kegaduhan membuat Brian menoleh dan bertanya.


"Ada apa?apa yang terjadi"


"Maaf Tuan El, bayi anda yang ketiga tidak mau menangis" ucap Dokter Kim.


"Apa!! lalu bagaimana dengan anakku" sendu Brian.


Para orang tua dan para asisten menunggu di depan. mereka menunggu kabar dari anak dan menantunya itu. namun saat para perawat masuk dan keluar dengan terburu-buru membuat mereka merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Dad!!" ucap Mom lili, ia memeluk tangan suaminya.


"Tenang mom, kita berdoa saja semoga putri kita dan cucu-cucu kita baik-baik saja"


Terlihat lampu yang berada di atas pintu kamar operasi mati. bertanda operasi sesar sudah selesai.


ceklek


Pintu kamar terbuka keluar lah Brian dan dokter Kim. dengan lesunya. nampak mata Brian memerah.


"Bagaimana operasi nya sayang"


"Cucu kalian laki- laki dua dan satu perempuan" ucap Brian dengan sendu.


"Tapi" Brian tidak kuasa menahan air matanya.


"Ada apa son, ada apa dengan cucu- cucu papi" seru papi Louis.


"Putriku dia dia harus masuk NICU"


"Apa yang terjadi" kata Dady Damian.


Dokter Kim menjelaskan semua apa yang terjadi.


"My God, cucu ku, lalu bagaimana dengan Alexa?"


"Nona Alexa akan di pindahkan keruanganya" jelas Dokter Kim, "Taun, Nyonya saya permisi dulu" kata Dokter Kim.


Dady Damian menepuk pundak menantunya untuk menguatkan dirinya.


Dante baru melihat Brian terpuruk melihat putrinya yang baru saja di lahirkan, yang berbeda dengan kedua saudaranya.


"Son!! yang sabar, kau harus tenang ketika Alexa menanyakan anaknya nanti"


"Iya pih"


semoga putriku baik-baik saja.


Alexa sudah di pindahkan di ruang VVIP. setelah menunggu satu jam Alexa tersadar.


"Sayang" lirih Alexa.


"Kau sudah sadar sayang" kata Brian, ia mencoba tegar didepan Alexa. dan semua orang tua yang sedang duduk di sofa yang sudah di sediakan.


Brian mengecup bibir Alexa, "I love you, I love you so much, terimakasih sayang, kau telah melahirkan anak-anak yang sangat lucu" kata Brian kembali.


"Dimana mereka" tanya Alexa.


"Ada diruang bayi sayang, sebentar lagi suster akan mengantarkan kesini" ucap Brian. ia menahan tangisnya, ia takut jika Alexa mencari salah satu anaknya.


Tok tok


"Permisi, kami mengantar bayi Nyonya Alexa." ucap perawat yang mengantar box bayi kedalam ruangan nya.


"Karena Nyonya baru sadar, maka nunggu setengah jam lagi baru bisa beri mereka ASI" kata perawat.


"Iya sus, terimakasih" seru Mom lili. ia mendekat ke blok bayi "Duh lucu banget cucu-cucu ku" kata mom lili.


"Kalau begitu kami permisi dulu"


"Sayang aku ingin melihat anak-anak" ucap Alexa.


Mom lili mendorong box bayi kesamping Alexa. agar putrinya bisa melihat anak-anaknya.


"Sayang kenapa anak kita cuma dua?"


Brian terdiam tidak bisa berkata apa-apa, Alexa masih saja bertanya dimana keberadaan anaknya itu.


Brian tidak kuasa jika haruse jelas kepadanya.


"Sayang!!" ucap Alexa melihat suaminya masih diam.


"Dia ada di ruang NICU sayang" kata mom lili hati-hati.


"Apa yang terjadi, kenapa?" teriak Alexa.


"Sabar sayang, kau baru saja sadar, lebih baik kau istirahat sejenak., agar kau merasa jauh lebih baik" sahuy mami Myta, ia berdiri dan mendekati menantunya.


"Tidak aku ingin melihat anakku"


Bersambung....



Dokter Kim saat menangani Alexa persalinan sesar


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar, vote juga.