I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
201. Penyesalan Brian



**Penyesalan Brian


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷**


Alexa mendiami Brian, bahkan Alexa memilih tidur bersama baby 3G. ia tahu jika ia salah tapi ia ingin melihat Brian merasa menderita tanpa dirinya.


Alexa merasa kebebasan nya di rampas dengan keberadaan dua bodyguard nya yang selalu di dekatnya.


Brian yang sudah menunggu Alexa di atas kasur namun istrinya tak kunjung datang hingga jam memasuki tengah malam.


Brian bangkit dan ia melangkah ke kamar baby 3G.


ia bisa melihat Alexa yang tertidur di samping ke tiga anak kembar nya. dan ia memeluk salah satu anaknya.


Brian mendekati Alexa untuk membangunkannya namun ia bisa melihat sudut matanya yang sedikit basah karena air mata.


Brian menghela napas panjang. "Maafkan aku sayang", lirih Brian ia mengusap kepala Alexa dan mengecup kening nya.


"Aku mencintaimu", bisik Brian itulah kata romantis yang biasa mereka ucapkan sebelum tidur dan bangun tidur.


Tidak ingin menganggu istri dan anaknya Brian memilih pergi. ia memilih tidur di dalam ruangan kerjanya. namun sebelum melangkah keluar kamar Brian mendengar suara Alexa.


"Sayang!! Kamu jahat, kamu egois hick... hick...",


"Maafkan ak.." Brian membalikkan badannya ternyata Alexa hanya mengigo. ia mengusap wajahnya dengan Kasar.


Di pagi harinya, meski Alexa mendiami Brian tapi tugas seorang istri Alexa tetap menjalankan. ia menyiapkan kebutuhan Brian seperti biasa.


Mendengar Brian sudah selesai mandi Alexa keluar dari kamar, Karena ia masih belum ingin berbicara dengan nya.


Melihat bajunya sudah di siapkan Alexa, Brian merasa sedikit lega. meski mendiaminya tapi ia masih mau menyiapkan keperluannya.


Brian keluar dari kamar dan menuju meja makan ia tersenyum saat sudah ada istri dan anak-anaknya.


"Pagi sayang", ucap Brian. ia mencium kening Alexa namun Alexa menghindarinya.


Alexa malah lebih fokus ke baby 3G yang sedang menyuapi mereka.


Brian bisa merasakan itu jika Alexa menghindar dari nya. membuat Brian tidak jadi makan sarapan pagi nya. ia hanya meminum jus sedikit.


Brian berpamitan kepada Alexa dan juga baby 3G.


"Dady berangkat dulu sayang, Jangan nakal iya, jangan buat mommy marah", bisik Brian kepada ketiga anak kembarnya ia menciuminya sebelum pergi.


"Sayang aku berangkat", ucap Brian. namun kali ini Alexa menerima ciuman dari Brian tanpa berbicara .


🍃🍃🍃


Merasa di abaikan oleh Alexa Brian meluapkan emosi nya kepada anak buahnya.


Pagi ini seperti biasa meeting dengan setiap Divisi. Dante mengawali meeting pagi ini dengan sedikit sambutan seperti biasa dan di lanjutkan Brian dengan setiap Divisi melaporkan hasil laporan nya.


Brak.


Brian mengebrak meja hingga membuat semua karyawan di hadapannya merasa terkejut melihat bos nya marah-marah. terutama Dante ia bisa merasakan jika mood Brian sedang tidak baik.


"Kalian sudah berapa lama bekerja di perusahaan ini"Bentakan Brian ia melempar laporan yang di berikan setiap Divisi kepadanya.


"Membuat Laporan seperti ini saja tidak ada yang becus, saya tunggu revisi nya dua jam lagi sudah ada di meja saya", Teriak Brian ia meninggal meeting room.


"Saya mohon untuk kalian jangan di masukkan ke hati, lebih baik kalian segera perbaiki laporannya dan serahkan ke saya, biar saya yang meneliti sebelum kalian kena amarah Tn. El", ucap Dante kepada Seluruh Divisi yang ikut meeting pagi ini.


Brian memilih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang menumpuk.


Dante Tidak berani masuk kedalam Ruangan Brian. ia lebih memilih mencari tahu tentang Brian yang sedang tidak baik-baik saja.


Hingga malam tiba Brian masih sibuk dengan pekerjaan ia nggan untuk pulang.


Merasa Jam kerja sudah habis dari jam yang lalu Dante memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan.


"Bro, ini sudah malam apa kau tidak ingin pulang", kata Dante memberanikan diri. ia duduk di hadapan Brian.


Dante jika sudah di luar jam kerja ia akan bersikap seperti saudara.


"Untuk apa aku pulang jika Alexa saja mendiami ku" jawab Brian santai. ia melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.


"Tapi bro ini sudah malam, apa kau tidak ingat anak-anak mu",


"Lebih baik kau pergi jangan ganggu aku", Brian mengusir Dante.


Merasa sudah lelah Brian menyudahi pekerjaan, ia bangkit dari kursi kebesarannya. dan pergi meninggalkan Kantor.


Sampai di Mansion Brian pukul 1 dini hari. ia masuk ke kamarnya dan melihat tidak ada Alexa.


Brian mengusap wajah dengan kasar.


"Shiiitt", umpat kesal Brian.


Pria ini tahu jika Alexa tidur di kamar anaknya. ia memilih membersihkan badannya dan setelah itu ia melihat anak dan istrinya dan mencium mereka semua.


Brian tertidur di kamar sendirian. namun ia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena tidak ada keberadaan Alexa yang sudah terbiasa ia peluk saat tertidur.


***


Di pagi buta Brian bangun lebih dulu ia membersihkan badan nya dan Pergi pagi-pagi sekali.


Alexa yang baru saja terbangun ia pergi kekamarnya dan tidak melihat keberadaan suaminya. Alexa mencari ke kamar mandi tapi kosong.


Alexa turun kebawa ia pikir mungkin Brian sudah berada di Meja makan tapi nihil ia tidak melihatnya.


"Nara apa kau melihat Brian",


"Tidak nona, tapi kata kepala pelayan Tuan semalam pulang larut dan pergi pagi-pagi sekali", ucap Nara menjelaskan kepada Alexa.


"Iya sudah terimakasih"


Brian yang tidak pernah mengambil perjalanan bisnis hari ini ia memutuskan untuk mengambil pekerjaan itu.


Brian pikir dengan ia sibuk bekerja ia bisa melupakan Alexa yang mendiaminya.


Hampir sudah satu Minggu lamanya. Brian tidak bertemu Alexa dan Baby 3G hingga terdengar ke telinga kedua orang tua Brian dan Alexa.


Selama Satu Minggu Brian memilih pulang ke penthouse miliknya. Karena merasa bersalah Brian lebih memilih menghindari dari pada bertengkar dengan Alexa.


Papi Louis mendatangi kantor putranya. setelah mendengar cerita dari Dante.


"Sherly! hari ini aku tidak ingin bertemu siapa-siapa, kau larang semua orang yang ingin bertemu dengan ku", Kata Brian kepada sekertaris nya.


"Baik, Tn El" Jawab Sherly.


Papi Louis menghampiri Sherly ia bertanya kepadanya apa putranya ada di dalam atau sedang perjalanan bisnis.


"Sherly apa Putra ku ada di dalam", Tanya Papi Louis.


Melihat ke gugupan Sherly papi Louis tahu jika ada sesuatu yang di sembunyikan.


"Tn. El.." ucap Sherly.


"Jawab saja dengan Jujur, dia ada di dalam kan", tegas Louis kepada Sekertaris putranya.


"Iy-iya Tn Besar, Tn. El ada di dalam tapi beliau berpesan jika tidak ingin di ganggu oleh siapa pun", Seru Sherly.


Louis menghela napas berat. "Dasar anak nakal", Gumam Louis ia mengelengkan kepalanya.


Louis masuk begitu saja membuat Brian murka.


"Sherly! Sudah ku bilang jika aku tidak ingin bertemu siapa-siapa", Teriak Brian tanpa menoleh ke depan. ia yang masih sibuk di depan laptopnya.


"Terutama Papi kamu sendiri Son", Sahut Louis ia duduk di hadapan Putranya.


Mendengar suara yang tidak asing Brian menyudahi pekerjaan, ia mendongakkan kepalanya dan melihat Papi Louis sudah duduk di hadapannya.


"Papi", Kata Brian.


"Kenapa kau tidak pulang, apa kau tidak kasihan dengan anak dan istrimu yang menunggu di rumah", ucap Louis membujuk putranya.


Brian tahu akan kesalahannya tapi ia tidak bisa berkata apa-apa ia hanya bisa diam, jika Papi nya sudah menasehatinya.


"Pulang lah, jika kau tidak ingin pulang karena bujukan papi tapi setidaknya kau ingat anak-anak mu, jika tidak mami kamu akan marah",


Papi Louis bangkit dari duduknya dan pergi dari hadapan putranya.


Brian membuang semua laporan dan beberapa barang yang ada di depannya. ia menyesali akan kebodohannya. dan ia merasa menyesal karena ia terlalu posesif terhadap Alexa hingga membuat Istrinya marah akan peraturan yang Brian buat.


Bersambung..


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa like, komentar, hadiah dan vote Kalian 🤗🥰😘