I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
21. Mediasi



Mediasi.


...Setiap manusia mampu memberikan cinta...


...Tapi belum tentau Mampu memberikan kesetiaan...


happy reading 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Setelah mendapatkan undangan dari pengadilan agama Jakarta. mereka berdua dan para pengacaranya yang mendampingi.


Hari ini adalah Agenda pada persidangan pertama pemeriksaan gugatan perceraian adalah perdamaian. Di sini, hakim tidak langsung memutus cerai kedua belah pihak. Pada sidang pertama, hakim berusaha mendamaikan kedua belah pihak


"Assalamu’alaikum, wr.wb Sidang dengan no. perkara 256 /Pdt.G /2021 /PA. Jakarta,Jum’at 08 Agustus 2021 akan dimulai, majelis hakim memasuki ruang sidang para hadirin dimohon untuk berdiri..... (majelis hakim (hakim ketua, hakim anggota I dan hakim anggota II) masuk ruang sidang), hadirin mohon untuk duduk kembali." ucap Panitera.


"Assalamu’alaikum, wr.wb sidang dengan no. perkara 256/ Pdt.G /2021 /PA. Jakarta, Jum’at Agustus 2021 sidang terbuka untuk umum." ucap Hakim ketua.


"Tok.....Tok.... tok... ketukan palu


"Penggugat atas nama Sebastian Abraham dan tergugat Alexa Olivia Marley Jansen, dan atau kuasa hukumnya dipersilahkan memasuki ruang sidang." Panitera.


Alexa yang hadir dengan kemeja berwarna putih dan celana bahan berwarna navy ia dengan blazers berwarna peach dengan rambut di gerai terlihat begitu anggun. dan juga Sebastian dengan setelan jas berwana abu-abu dan kemeja berwarna putih, ia memulai masuk ruang sidang setelah panitera pengadilan memanggil mereka berdua.


Alexa menatap Sebastian ketika bertatapan ia hanya bersikap dingin dan tenang, ia tidak Saling menyapa.


mereka berdua duduk di kursi yang telah di sediakan oleh pihak pengadilan.


Sidang I : Nasehat


"Saudari penggugat, benar nama anda adalah Sebastian Abraham??" Hakim ketua.


"Iya, pak hakim." Sebastian


"saudari penggugat, apakah benar yang sekarang menjadi tergugat adalah Istri anda??" Hakim ketua.


"iya, pak hakim." Sebastian sebagai penggugat.


"Saudara tergugat, benar nama anda adalah Alexa Olivia Marley Jansen???" Hakim ketua.


"Iya, pak hakim" Alexa sebagai tergugat.


"saudara tergugat, apakah benar yang sekarang menjadi penggugat adalah Suami anda??" Hakim ketua.


"ya pak hakim." Alexa


"saudari Alexa apakah anda tidak mempertimbangkan kembali keinginan anda untuk bercerai dengan saudara penggugat?


"tidak pak hakim, saya tetap pada pendirian saya." jawab Alexa


"Baiklah kalau begitu, lalu bagaimana dengan saudara Sebastian, apakah saudara juga mempunyai keinginan yang sama dengan istri saudara? Apakah tidak sebaiknya anda sebagai kepala keluarga mempertahankan rumah tangga yang anda bina? kata Hakim ketua


"Ya Bapak hakim, saya akan berusaha mengusahakan perdamaian tersebut, tetapi


mohon dengan segala hormat agar sidang ini tetap dilanjutkan." ucap Alexa.


"apakah penggugat dan tergugat benar-benar ingin bercerai??"kata hakim ketua


"iyaaa…" Alexa dan sebastian berucap bersamaan.


"pikir-pikir dululah untuk bercerai, apa tidak malu sama tetangga, terus anak-anak bagaimana. Setelah bercerai nantinya akan menyandang status janda dan duda apa tidak malu???


Karena nanti pandangan orang akan berbeda pada status kalian. Coba saling berpandangan dulu, siapa tahu masih ada benih-benih cinta di hati Apa tidak sebaiknya dibicarakan secara kekeluargaan. apakah penggugat dan tergugat benar-benar masih ingin melanjutkan proses perceraian ini??


Karna perceraian ini hal yang halal tapi di benci oleh Allah."tawaran Hakim ketua dengan panjang lebar.


"iyaaa…" Alexa dan sebastian tetap ngotot.


"benar-benar ingin bercerai???" tanya lagi Hakim ketua.


" iyaa pak hakim."


"baiklah kalo begitu,....sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2008, bahwa kalian berdua harus di mediasi. Apakah anda sendiri yang memilih mediator atau diserahkan ke majelis hakim??"pinta Hakim ketua.


"Diserahkan kepada majelis hakim saja." kata mereka berdua.


"Kalo o begitu saya akan memilih mediator untuk klian berdua, nama mediatornya Meylon Wongkar, SH." kata Hakim ketua.


"Silahkan ikut panitera untuk di mediasi.sidang di tunda." ucap Hakim ketua lagi.


"Tok.... tok..,tok...." ketukan palu


"Al...."


Sebastian mencekal lengan tangan Alexa untuk berhenti.


Alexa berusaha menepis tangan nya dari Sebastian tapi ia malah mencengkram tangan Alexa dengan kuat


"Jika kau Dari awal mau tanda tangan surat cerai itu tidak akan serumit ini Al." katanya.


Alexa menghela nafas panjang.


"Kenapa kau tidak berikan saja permintaan aku," jawab Alexa ketus.


"Alexa kumohon biar persidangan cepat selesai ikuti saja apa yang aku mau."


"Kita lihat saja nanti."kata Alexa santai ia kembali berjalan mengikuti mediator mereka.


"Tuan, ikuti saja prosedur persidangan yang berjalan, saya rasa anda akan menang,karena anda yang menggugat." Ucap pengacara Andrew yang melihat Sebastian negosiasi dengan Alexa.


"Diam kau Andrew." sentak Sebastian.


"Tapi tuan ...... kalau tidak begitu anda akan kalah di persidangan, anda kan yang berulah." pengacara Andrew yang memberikan penjelasan.


Selesai mediasi, mediator melaporkan ke majelis hakim, bahwa mediasi telah gagal. Dan sidang dilanjutkan kembali.


#


#


#


Setelah mendapat kabar dari Alexa Jonathan sang asisten pergi dulu ketempat yang sudah di janjikan sebelumnya.


Jonathan kini sudah berada di dalam restoran fine dining yang biasa untuk perjamuan bisnis kolega mitra kerja di perusahaan.


fine dining merupakan restoran yang memiliki konsep mewah dan berkelas yang mengutamakan pelayanan terhadap tamunya. Para koki di restoran ini biasanya adalah koki profesional yang terlatih belasan hingga puluhan tahun di bidangnya.


"Selamat siang tuan Mcknight. maaf nona Alexa akan datang terlambat ia sedang menghadiri acara persidangan perceraian perdana nya hari ini." Jo menjelasan tentang keterlambatan bos wanitanya.


"Tidak apa-apa tuan Jo, saya memaklumi, saya juga baru sampai, sambil menunggu nona Alexa datang, silahkan anda memilih menu makan sing terlebih dahulu." jawab Brian santai.


Ketiga para pria itu yang sedang menunggu kedatangan Alexa ia nampak serius berbincang-bincang soal resort yang akan di buka beberapa bulan lagi.


"Saya akan menunggu persetujuan nona Alexa dulu tuan." kata Jo.


Beberapa saat kemudian Alexa datang dengan rajut wajah yang kusut setelah mengikuti persidangan perdana nya. ia membanting tas nya di atas meja yang membuat ketiga nya bergerak kaget. .


"Kadal buntung pakai kolor loncat.. loncat" seru Dante yang kemudian ia menutup mulutnya setelah mendapat kan tatapan tajam dari Brian.


"Nona..."


"Are you ok alexa."?


sapaan bersama Jo dan Brian.


ia melihat Alexa dari atas sampai bawah yang terlihat tidak baik-baik saja, dengan raut wajah yang di tekuk-tekuk.


Alexa diam sejenak ia mencoba menguatkan hati nya agar tidak menangis. ia hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Menangis lah Alexa,jika itu membuat mu tenang." ucap Brian sambil membawa Alexa dalam pelukannya.


Dante dan Jo hanya ternganga melihat ke dua bosnya itu, ia tidak percaya Brian yang terkenal dingin,kejam bisa begitu romantis, meski Dante sudah pernah melihatnya tapi ini benar-benar masih tidak percaya.


Akhirnya Alexa menceritakan semua kejadian di pengadilan tadi, ia di tuduh telah berselingkuh, dan dia disuruh keluar dari rumah yang di tempati selama dengan Sebastian.


"what's............


Bersambung...


Alexa



Brian



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa meninggalkan jejak,like komen. sebanyak mungkin, terimakasih lope lope 😘😘