
Hasil Tes DNA
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Satu Minggu telah berlalu pihak rumah sakit menghubungi Sebastian jika hasil tes DNA nya sudah keluar.
Sebastian merasa senang akan kabar yang di tunggu- tunggu. namun juga takut jika nanti hasilnya tidak sesuai yang ia harapkan.
Hari itu juga, detik dan jam itu juga Sebastian memutuskan untuk pergi ke DMJ Hospital untuk melihat hasilnya langsung.
Kurang lebih memakan waktu dua jam perjalanan menuju rumah sakit. Sebastian menunjukkan kartu identitas nya untuk mencocokkan namanya.
"Ini Tuan Abraham hasil Tes DNA nya" Kata Dokter yang menanganinya.
Sebastian dengan ragu menerima amplop berwarna putih yang berlogo DMJ Hospital. satu lembar surat yang berada di dalam amplop ini lah yang menentukan hasil dari DNA anak-anak mereka, apakah cocok jika Sebastian memang ayah biologisnya atau sebaliknya.
Sebastian menatap amplop yang sudah berada di tangan nya, keringat dingin mulai nampak, ia menarik nafas panjang sebelum membuka amplop tersebut.
Dengan sangat hati-hati Sebastian mulai membuka amplop berwarna putih, namun ia ragu untuk membukanya, Sebastian menutup kembali amplopnya. di buka lagi dan di tutup lagi itu yang di lakukan Sebastian. pria ini enggan untuk membukanya ia memutuskan untuk pergi dari DMJ Hospital.
Namun pria ini masih penasaran dengan hasil Tes DNA nya. Sebastian duduk di depan kemudi mobil nya. di ambilnya amplop berwarna putih yang ia simpan di dasbor mobil. dengan hati-hati membuka dan membacanya dengan sangat teliti tidak ada yang ia lewatkan.
Sebastian meremas lembaran kertas hasil Tes DNA dan membuang nya. setelah tahu hasilnya, pria ini sangat kecewa sekali dengan istrinya itu.
Mungkin ini karma buatnya, selama hidup bertahun-tahun bersama Alexa dan mengecewakan pernikahannya. meski tidak di landasi cinta. namun pria ini sudah menodai pernikahan dengan berpaling dengan Rena.
Istri yang ia pilih dan bela ternyata bermain api di belakang nya, hingga pria ini tidak menyadari,jika anak-anaknya bukan darah dagingnya.
"Damn!!!"
Sebastian berteriak memanggil Rena, ia sangat kecewa dengan istrinya itu.
"Ahhh Rena!! apa ini balasanmu ya Robb, karena telah menyakiti hati wanita sebaik dan setulus Alexa"
Sebastian memukul- mukul setir mobilnya.sebastian harus bertanya langsung dengan Rena siapa ayah kandung anaknya,ia sudah kecolongan atas perbuatan Rena. di saat itu juga handphone nya berdering, saat mengetahui pihak rumah sakit rehabilitasi kejiwaannya.
"Hallo" sapa Sebastian.
"Tuan Abraham, maaf mengganggu waktu anda, jika Ny. Elisa sedari kemarin memanggil dan menanyakan keberadaan anda"
"Baik Dokter,saya akan segera kesana. kebetulan saya ada di Jakarta"
Setelah di rasa sudah cukup tenang, Sebastian memutuskan untuk pergi dari parkiran DMJ Hospital menuju Rumah sakit Rehabilitasi kejiwaan dimana mamanya di rawat selama ini.
Ada apa ini? kenapa mamanya mencarinya?
Dengan langkah yang cepat Sebastian menuju ruang kamar mama Elisa.
Sebastian sudah menyuruh Dokter untuk menemani mamanya.
"Dok, ada apa" ucap Sebastian.
"Tuan anda sudah sampai" menoleh "Beliau mencari anda, ini tidak biasanya Ny. Elisa memanggil nama anda terus, karena ia selalu berteriak jadi saya berikan obat penenang"
"Apa mama saya akan baik-baik saja kan dok?"
"Iya tuan, kita tunggu sampai Nyonya bangun"
*
*
*
Berbeda dengan kondisi keluarga Alexa yang sudah bahagia, kini sedang menikmati momen sebagai seorang ibu hamil yang ia impikan.
Semakin besar kehamilan Alexa, semakin besar rasa cemburu dan posesif nya terhadap Brian, namun pria bule bermata hansel ini tidak mengurangi kadar kasih sayang dan perhatian untuk istri tercintanya, meski ia sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk.
Disinilah mereka sekarang di pusat perbelanjaan baju kebutuhan anak-anak dari mulai new born hingga dewasa.
Meski sudah ada brand terkenal yang sudah merancang baju-baju calon anaknya tapi calon orang tua ini ingin membeli dan memilih sendiri seperti calon orang tua lainnya.
"Sayang ini sangat lucu"Ucap Brian menunjukan baju bayi berbentuk superhero.
"Iya sayang itu sangat lucu, tapi kita belum tahu jenis kelamin baby Triplet"
"Apa kita harus ke dokter dulu untuk mencari tahu jenis kelamin mereka" ajak Brian.
"No sayang, aku ingin kejutan saat mereka lahir nanti"
Brian nampak sedang berpikir jika ia memilih model baju laki-laki semua, takut ada baby girl nya, namun jika ia memilih model perempuan takut ada baby boy.
"Baiklah sayang, bagaimana kalau memilih yang netral saja"
Alexa mengangguk setuju.
Brian memilih semua model baju dan warna setiap tiga pasang yang berbeda-beda.
Anak buah Brian berdiri di depan toko, karena Brian tidak mau terganggu Dengan pembeli lainnya. semua karyawan toko membantu mencari kebutuhan yang Brian dan Alexa butuhkan. hampir sebagian Toko mereka beli.
"Sayang sepertinya kita harus pindah rumah" ucap Brian.
"Kenapa?"
"Kita membutuhkan tempat yang lebih luas dan besar" kata Brian menunjukan belanjaan mereka seperti akan membuka toko baju.
Membuat Alexa terkekek. ini baru sehari ia beli baju namun sudah membeli sebagian isi toko.
"Terserah kau saja Sayang" sahut Alexa.
"Baiklah, akan aku hubungi Dante untuk mencari rumah hari ini juga"
Brian menghubungi Dante untuk membeli rumah.
"Sayang kau ingin rumah seperti apa?"
Alexa menjelaskan keinginan rumah impian nya kepada Brian. dengan segera Brian mengabulkan permintaan istrinya itu.
"Hallo Dante, kau Carikan rumah yang sesuai keinginan istriku"
Dante yang sedang bekerja mengganti Brian ia merasa terkejut dengan tugas barunya.
Mencari rumah sesuai keinginan ibu hamil hari ini juga. Dante rasanya ingin mencekik kedua suami istri ini. yang selalu memerintah yang tidak terduga dengan seenaknya saja. mungkin jika mereka bukan atasan nya Dante benar-benar ingin mencekik nya Agar tidak memerintahkan seenaknya saja.
Dante mengacak-acak rambut ikalnya itu karena permintaan ibu hamil.
"Yang benar saja sehari harus dapat, kehamilan Alexa saja masih 7 bulan" keluh Dante.
Apa ada yang jual kantong ajaib Doraemon itu lah yang ingin Dante beli untuk mengambulkan perintah bos nya itu.
"Dia kan rumahnya banyak kenapa tidak menempati salah satu nya saja sih" Gerutu Dante yang sedang menghubungi pihak properti milik Brian.
Dante memilih salah satu Mansion Brian yang mendekati keinginan ibu hamil yang membuat nya pusing.
Mungkin dengan sedikit renovasi sesuai permintaan.
Dante sedikit bernafas lega karena sudah menemukan tempat yang di inginkan Alexa.
"Apa nanti ketika aku menikahi Sashi akan seperti ini, jika Sashi hamil akan serepot dan seribet ini" gumam Dante.
"Sayang semoga kamu saat hamil nanti tidak seribet kakakmu itu" kata Dante lagi dalam hati.
Bersambung
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih jangan lupa tinggalkan komentar dan like sebanyak-banyaknya 😘
Jangan lupa mampir ke karya terbaru author yang berjudul Janda Tapi Perawan. mohon dukungan nya dengan cara like , komentar dan berikan hadiah dan vote nya 🤗🤗😘