I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
18. Shiro



Shiro


happy reading 😘


......Tolong Beri Aba-aba sebelum Pergi. Agar aku mengerti bahwa Ingin mu telah Berbeda......


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Setelah Alexa minta ijin pulang dulu untuk menghindari penjelasan dari dua sahabatnya. ia memutuskan pergi dari cafe & resto.


Brian tahu kalau Alexa gadis kecilnya butuh tempat untuk menenangkan diri.ia mengajaknya ke suatu tempat yang menjadi tempat favoritnya Alexa. pantai adalah tempat yang sering di kunjungi Alexa dari kecil. Alexa merasa binggung dengan teman rekan kerja nya, selalu muncul ketika ia sedang membutuhkan sandaran.


Kini mereka sudah di dalam mobil, selama di perjalanan suasananya hening tidak ada percakapan hanya suara alunan musik yang menemaninya. dengan terpaksa Alexa memutuskan untuk membuka percakapan terlebih dulu.


"Brian...." ucap Alexa sambil melihat pandangan ke arah luar jendela kaca mobil.


"Hmmm..."jawab Brian yang fokus menyetir ia menoleh kesamping.


"Kita mau kemana.?ini sudah jauh dari tempat tadi!"


Brian hanya tersenyum melihat Alexa bingung.


"Sebentar lagi kita sampai,atau kau mau ke suatu tempat biar aku putar balik?" ujar Brian.


"Ng... tidak... tidak, lagian sebentar lagi sampaikan." jawab Alexa yang malah fokus ke handphone nya.


"Nah sudah sampai." kata Brian sambil menghentikan mobil nya ke pinggiran pantai yang tidak jauh.


Pantai kenapa dia tau kalau aku ingin pergi kesini


batin Alexa.


"Ayo turun, kenapa malah bengong hmm..?" jawab Brian yang memperhatikan Alexa sambil memiringkan badannya ke arah alexa.



"Ng... i...iya.. iya, kenapa kau tahu aku pengen ketempat ini?


Brian tertawa


"Aku suka lihat kamu seperti ini gemes, orang yang lagi patah hati itu butuh tempat yang tenang iya seperti kau ini." Brian ngeles.


"Ih apaan sih." jawab Alexa sambil memukul-mukul dada Brian.


"Aduh.. aduh sakit." sambil pura -pura merintih kesakitan ia memegang dadanya.


Alexa seketika panik ia ikut menyentuh dada Brian.


Lalu Brian terdiam


Alexa menelan ludah dengan susah payah,terasa seperti ada yang mengganjal di tenggorokan nya. nafasnya seketika merasa berhenti Merasakan Gejolak yang menyiksa.


Brian menatap wajah cantik Alexa dan sepasang mata bulat, bibir tipis yang menggoda seperti buah ceri. pikiran nya mulai tidak karuan seperti mau tapi menolak melakukan, Brian menarik tengkuk leher Alexa seketika kedua bibir mereka beberapa sen bertemu.


tok


tok


tok


Brian terdiam sejenak ia menghentikan aktifitas terlarang ketika ada yang mengetuk kaca jendela.


"Dam it"


Brian membanting punggung nya ke sandaran kursi mobil ia hampir saja mencium bibir Alexa.


Alexa menghela nafas panjang,


Terima kasih, malaikat penolong datang.


batin Alexa.


"Maaf.." kata Brian seketika dia menoleh ke samping ia melihat pria paruh baya berpakaian seragam warna oranye mengetuk kaca jendela mobil nya. Brian menurunkan kaca Jendelanya.


"Maaf bapak Anda salah parkir." kata juru parkir menunjukkan arah ke rambu bersimbol sepeda.


"Sebaiknya bapak pindah parkir disebelah ujung sana" ucap juru parkir lagi.


Alexa terkekeh setelah mendengar penjelasan juru parkir tadi sebagai malaikat penolong Alexa.


Brian hanya menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita pindah sepertinya lebih dekat dari sanah kalau jalan kaki ke pantai."ucap Alexa memecahkan suasana.


"Baiklah."


#


#


#


Kini ia berada di penthouse mewahnya bersama gadis kecilnya. Brian menatap sayu Alexa itu, Sungguh tidak ada yang berubah masih tetap cantik dan sempurna, seakan-akan Tuhan menciptakan gadis kecil itu untuk nya di pertemukan kembali. ia merapikan rambut nya dari wajah polos Alexa. takut mengganggu ia memutuskan untuk membersihkan diri.


"Engghh.." Alexa menggeliat pelan ketika tidurnya semakin nyaman, ia Merasakan kasur yang empuk, aroma yang begitu maskulin.


"Tunggu." Hati dan pikirannya mulai perlahan kembali bukannya tadi masih di mobil Brian? Pikiranya. sekelebat kejadian mulai berputar dalam otaknya. sontak saja Alexa langsung terbangun dan duduk di atas tempat tidur king size itu.


Ia menatap sekeliling ruangan kamar yang berdinding kaca dengan pemandangan lautan.


Ini dimana, kenapa aku berada disini, apa yang sudah dia lakukan


"Hai... sudah bangun? gimana tidurnya nyenyak?. ucap Brian yang baru saja menyelesaikan ritual mandi nya ia keluar dari kamar mandi dengan handuk dililitkan.


Alexa terjengkit kaget mendengar suara pria yang tidak asing baginya.


"A.....a......a......" teriakan Alexa sambil melempar bantal ke arah Brian.


"Kau, apa yang kau lakukan disini." ucap Alexa sambil menutup matanya dengan telapak tangan.


Brian terkekeh


"Ini kamar ku" pria ini memungut bantal yang di lempar Alex tadi dan menaruhnya di atas kasur "tadi kamu tidur pules banget,aku tidak berani membangunkan mu, aku tidak tahu kamu pulang kemana,terpaksa aku bawa kamu pulang ke penthouse ku." jawab Brian santai.


Alexa terdiam ia merasa malu karena telah menuduhnya yang tidak-tidak.


Brian tersenyum melihat tingkah polos Alexa, ia pergi ke arah wadrobe untuk berganti pakaian. beberapa menit kemudian Brian keluar dengan kaos polos berwarna putih dan celana pendek selutut.


"Kamu lapar, ayo kita makan dulu," ujar Brian.


Alexa bergegas bangun dari tempat tidur king size , ia mengikuti langkah Brian menuju meja makan.


Alexa terkejut menatap berbagai menu makanan di atas meja.


"Brian... kamu yang memasak ini semua." seru Alexa sambil menatap menu makanan yang sudah tersaji di atas meja makan.


"Tidak. tadi nyuruh Dante yang membawanya kesini." jawab Brian sambil membawa jus jeruk baru saja selesai dibuat.


tiba-tiba anjing Brian yang di kasih Alexa dulu melompat ke arahnya.


Alexa kaget melihat anak anjingnya masih mengingat nya. dan wanita ini mengenali anak anjing tersebut dengan kalung yang di lehernya dan Alexa membaca Liontin bertulis "Shiro".


"Jangan bilang kalau anak anjing ini Shiro ku, yang aku kasih ke kak Rian dulu" gumam Alexa yang masih terdengar Brian yang masih memangku anak anjing di pangkuan nya. "Iya dia Shiro, kau sudah mengingatnya." ujar Brian sambil tersenyum manis.


"Apa kamu kak Rian? tanya Alexa kepada Brian.


Semoga benar dia orang yang aku tunggu


"Iya Gadis kecilku" tukas Brian membenarkan. "Jadi ini kak Rian." ucap Alexa tidak percaya ia bertemu kembali.


Brian menganggukan kepalanya dan merentangkan kedua tangannya untuk Alexa mendekat dan memeluknya.


Alexa langsung menghamburkan pelukannya melingkarkan dua tangan kurusnya di leher Brian.


Brian menyambut dengan perasaan senang.


Gadis kecilku kau kembali.akhirnya...


"Lexa.. aku... "


"Jangan bilang apa-apa aku ingin seperti ini sebentar jangan di lepas."pinta Alexa


Pria itu semakin mengeratkan pelukannya, seakan-akan tidak mau kehilangan gadis kecilnya kembali.ia sangat bersyukur akhirnya bisa di pertemukan kembali meski dalam situasi yang berbeda. air mata Alexa tidak bisa di bendung lagi akhirnya lolos begitu saja.


"Hai... jangan menangis kita sudah bersama lagi." jawab Brian sambil melepaskan pelukannya ia menghapus air mata Alexa dengan ke dua tangan nya.


"kau punya hutang penjelasan sama lexa." ucap Alexa merajut.


Brian hanya menggelengkan kepalanya.ia tidak percaya gadis kecilnya masih sama bersikap manja.


seketika mereka berdua tertawa bersama ketika mendengar bunyi perut Alexa.


"Kita makan dulu, nanti kita lanjutkan. lexa laparkan?"


"Hu'um " Alexa menganggukkan kepala.


"lexa mau makan apa?"


"Aku mau baket salmon kak."


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"sayang... kapan kamu akan bercerai dengan nya? ucap Rena yang masih dalam pelukan suaminya. ia baru saja selesai ritual bercintanya.


"Kamu sabar iya. Andrew sedang mengurus nya." jawab Sebastian.


"Aku gak mau lama menunggu, secepatnya,tidak ada yang boleh menyandang nyonya Abraham selain aku." seru Rena


"Tidak akan, hanya kamu yang pantas sebagai nyonya abrahm.kau boleh minta apa saja. karena kau adalah ratu di keluarga Abraham," ucap Sebastian sambil mengecup kening Rena.


"Termasuk rumah ini mas."


"Kenapa tidak meminta yang lainnya selain rumah ini.?


"Jadi kamu mau kasih wanita itu rumah ini dan 50 milyar sebulan mas.kenapa kamu tidak mengusir wanita itu dari sini saja, jd dia gak dapat apa-apa. kalau kita bermain-main sedikit dengannya." Rena dengan senyum liciknya.


"Maksud kamu apa sayang? dia istri aku,?" ucap Sebastian tidak percaya istri keduanya bisa punya pikiran licik..


"Mas... kenapa kamu marah, bukan nya kamu mau bercerai dengan nya.. kenapa kamu tidak mau saran dari aku sih mas."jawab Rena sambil cemberut.


"Sayang... dengar iya,bukannya aku tidak mau, tapi ini sudah jadi hak dia,meski dia tidak punya anak," ucap Sebastian


Sebastian kembali bercumbu dengan istrinya, ia menyesap seluruh bagian tubuhnya mengusap perut,meremas kedua dadanya yang menjadi favorit nya,mencium tengkuk leher,semakin dalam hentakan demi hentakan semakin cepat ketika rena mendesah memanggil namanya, suara nya terdengar seksi di bawah Kungkungan Sebastian tanpa menghentikan sentuhannya di setiap daerah sensitif nya, Sebastian terus memacu semakin cepat dan hingga akhirnya keduanya sudah tak lagi di tahan ketika mencapai pelepasan bersama dan akhirnya tumbang...


Bersambung.........


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa klik favorit,rate bintang 5, komen,like,vote dan hadiah nya. Semoga kalian sehat selalu dan bahagia 🥰