I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
199. Kepergian Renata



Kepergian Renata


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏


Happy Reading 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Renata", teriak Arga.


Brian yang melihat Tn. Guang akan menembak lagi, dengan cepat Brian membalasnya.


"Dor"


"Renata!! ku mohon bertahanlah honey", ucap Arga. Rena yang berada di pangkuan Arga yang sudah bersimbah darah.


"Maafkan aku, berubahlah demi anak-anak", kata Rena dengan sedikit terbata-bata.


"Iya aku janji, tapi ku mohon bertahanlah", seru Arga ia menangis saat melihat Rena kesakitan.


"Mas!! maafkan aku selama ini telah membohongimu, dan kalian berdua jaga lah anak-anak", ucap Rena kepada Sebastian.


Sebastian ikut berjongkok " Rena, aku sudah memaafkan mu, aku akan membawamu ke rumah sakit", kata Sebastian.


Arga mencoba mengendong Renata untuk di bawa kerumah sakit.


Sedangkan Brian dan Rafael ia hanya bisa memandang nya. ia tidak ingin ikut campur urusan mereka. yang terpenting keadaan Alexa yang sempat terluka.


"Rafael ayo kita pergi dari sini, dan kau Rio urus kekacauan ini", tegas Brian.


Brian dan Rafael pergi dari tempat itu dan menyusul Alexa yang dibawa Dady Damian.


"Rafael kau tahu dimana istriku", tanya Brian.


"Tn Jonathan baru saja memberitahu jika nona di bawa Tn. Besar ke rumah sakit Tn. El", jawab Rafael.


"Lebih baik kita kesana sekarang, aku khawatir dengan istriku yang terluka",


"Tapi Tn. El ", seru Rafael.


"Ck, kau menghawatirkan mobil rongsokmu", tanya Brian.


membuat Rafael mendengus kesal, mobilnya di samakan dengan rongsok.


Kau tahu Tn. El , jika mobilku masih beberapa kali lunas, kenapa harus di samakan dengan mobil rongsok.


Batin Rafael menangis.


"Kau boleh memilih salah satu koleksi mobil ku Rafael, ayo cepat kita pergi dari sini", seru Brian.


Rafael mendadak tersenyum kegirangan saat di tawari untuk memilih salah satu koleksi mobil mewah milik Brian.


🍃🍃🍃


Jonathan sudah memberitahu Dokter Kim, meski Dokter Kim Dokter Obigu tapi karena Jabatan nya di Hospital DMJ, ia harus siap siaga.


"Ada apa lagi ini, siapa yang sakit, padahal aku lagi ingin berduaan dengan istriku" gumam Dokter Kim.


Raya kini tengah hamil besar, Dokter Kim sebagai seorang suami ia juga ingin menjadi suami siaga yang selalu ia katakan kepada para pasiennya.


Namun Karena panggilan Darurat dari sang big bos mau tidak mau Dokter Kim harus menjalankan tugas sebagai Direktur Rumah Sakit.


Dokter Kim, perawat dan Dokter yang akan menangani Alexa sudah siap menunggu kedatangan nya.


Tidak perlu menunggu lama, mobil Jonathan datang. Dady Damian mengendong Alexa.


Dokter yang bersama Dokter Kim dengan sigap membawa Alexa ke ruang UGD untuk mengobati luka Alexa.


Jonathan dan Dady Damian masih setia menunggu Alexa di depan, dan membuat Dokter Kim jengah karena Jonathan dari tadi mondar-mandir di depan Dokter Kim.


Kalau tidak sedang bersama Tn. Besar sudah ku bedah ini orang


Batin Dokter Kim.


"Dokter!! saya tahu anda sedang mengumpatku", ucap Jonathan.


Ah ini orang seperti cenayang saja


"Tidak, saya sedang memikirkan istri saya yang sebentar lagi melahirkan", jawab Dokter Kim.


"Masih satu bulan lagi Tn. Besar", jawab Dokter Kim.


"Ck, Dasar suka pencitraan", Gumam Jonathan.


"Kenapa kalian malah berdebat, Dokter Selamat jika anda sebentar lagi akan menjadi ayah", ucap Dady Damian.


"Terimakasih Tn. Besar, saya memang sudah menjadi seorang Ayah tapi kali ini saya sedang menunggu anak kedua saya dengan Raya", kata Dokter Kim menjelaskan kepada Dady Damian.


"Hahaha! maafkan saya Dokter, jika anda sudah memiliki putri sebelumnya", ucap Dady Damian.


Jonathan menahan tawanya saat Dady Damian mentertawakan Dokter Kim.


"Dady!! Jo!! dimana istriku", sahut Brian yang baru saja datang.


"Nak, kau sudah datang, syukurlah jika kau tidak apa-apa, Alexa masih di tangani oleh Dokter di dalam", seru Dady Damian.


"Brian tidak terima dad, karena Alexa terluka ", keluh Brian. "Andai Alexa mau menunggu, mungkin ini tidak akan pernah terjadi dad",


"Sudahlah nak, yang terpenting Alexa sudah di tangani oleh Dokter", kata Dady Damian menepuk pundak menantunya.


Sedangkan Rafael hanya diam saja, ia masih memikirkan perkataan Brian, dan ia masih belum menemukan mobil mana yang akan ia pilih.


***


Arga dan Sebastian membawa Rena kerumah sakit . selama Rena di dalam ruangan operasi mereka berdua masih bersitegang.


Arga baru menyadari jika pria yang selama ini bekerja sama dengan perusahaan nya, Suami Rena .


Kenapa aku bodoh sekali jika pria ini rival ku


Batin Arga yang masih menatap Sebastian.


Tidak butuh lama Dokter keluar dari ruangan operasi. dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.


"Dokter bagaiman apa berhasil operasinya", ucap Arga saat melihat Dokter datang dengan sedikit lesu.


"Maafkan Kami, sudah melakukan semampu kami tapi maaf pasien tidak bisa tertolong", seru Dokter yang menangani Rena.


"Dokter anda jangan bercanda, apa perlu Rumah Sakit ini saya Hancurkan", teriak Arga. ia tidak terima dengan apa yang ia dengar.


"Ini tidak mungkin kan Dok, Wanitaku pasti selamat", tegas Arga.


Dokter hanya diam saja, ia tahu jika keluarga pasien tidak terima dengan hasilnya.


"Tn. Arga sudahlah, mungkin ini terbaik untuk Rena",ucap Sebastian menenangkan Arga.


Membuat Arga semakin murka, ia memukul Sebastian membuat wajah Sebastian sedikit lebam dan sudut bibir nya robek.


Sebastian mengusap darah di sudut bibirnya.


"Kau, lebih baik diam, Renata tidak mungkin meninggal", teriak Arga di depan Sebastian.


Sebastian tidak melawan karena percuma saja jika melawan orang psikopat seperti Arga.


"Saya juga merasa kehilangan dia, bagaimana nanti jika anak-anak menanyakan ibu mereka", Ucap Sebastian. ia juga memikirkan nasib anak Arga. meski ia sudah di khianati Rena tapi Sebastian masih memiliki naluri untuk memaafkan mantan istrinya itu.


"Ingatlah Pesan Rena kepadamu Tn. Arga", Kata Sebastian lagi. "Saya akan mengurus Rena", Kata Sebastian sebelum ia pergi.


***


Semenjak kepergian Rena untuk selama-lamanya, Arga lebih banyak diam di dalam kamar nya. ia lebih memilih minum. membuat asistennya merasa khawatir akan kesehatan bos nya itu.


Meski Arga sudah terbiasa mabuk tapi ini berbeda. setiap hari hanya minum dan minum tidak hentinya ia berteriak meminta minum jika merasa kehabisan.


"Tuan, anda jangan seperti ini, nona Rena pasti akan bersedih jika melihat anda seperti ini. apa anda tidak memikirkan anak anda?", Ucap Max sang asisten Arga.


Meski anak Rena lebih memilih tinggal bersama Sebastian karena mereka belum tahu jika Sebastian bukan ayah biologis nya.


Tapi rasa sayang Sebastian kepada anak Rena sudah seperti anaknya sendiri, maka dari itu sebelum mereka bercerai Sebastian meminta hak asuh anak-anak kepada Sebastian.


Bersambung..


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa like, komentar, hadiah dan vote nya 😘🥰🤗