I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
9. Kecelakaan



Kecelakaan


hai.. jangan lupa untuk vote,like dan komentar sebanyak-banyaknya, jadikan cerita Alexa kedalam favorit semuanya. terimakasih 🙏🙏🙏


...Aku tidak akan mendua,sebab Aku tahu Betapa sakitnya Diduakan....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Alexa menekan pedal gas dengan sekuat tenaga. Wajahnya di banjiri air mata. Bayangan Sebastian yang lebih memilih wanita lain kembali melintas di pikirannya. Terlebih lagi kalimat kejam ibu mertua nya dan Sebastian yang terus-menerus menggema di otaknya berulang kali.


"Aku telah menikahi seorang wanita bodoh.apa kau pikir menikah denganmu aku bahagia?! Wanita ceroboh dan mandul seperti mu tidak pantas untuk bersanding di keluarga Abraham."


Air mata semakin deras keluar tanpa mampu di tahannya lagi. Selama ini, pria itu adalah pusat kehidupannya, harapannya satu-satunya.


Menikah dengan Sebastian adalah hal paling membahagiakan dalam hidupnya Alexa. Tidak pernah meskipun saat itu usianya masih termasuk sangat mudah sementara Sebastian sendiri sudah tergolong dewasa.


Di saat orang tua Alexa menyuruh untuk ikut belajar mengurus perusahaan orang tua nya Yang kelak akan menjadi perusahaan nya. Alexa hanya punya satu cita- cita, menjadi pendamping hidup yang sudah ada nama dihatinya sejak kecil,


hari -hari sepi,dan kosong tanpa orang yang di cintai.


Hatinya kembali terisi setelah Sebastian datang dan terpaut pada pria itu saat pria itu mengulurkan tangan ke arahnya untuk sekedar mengacak-acak rambutnya dengan gemas atau ketika pria itu memberikan sapu tangan untuk menghapus air mata Alexa saat ia teringat teman masa kecil yang sudah berjanji akan datang kembali untuk menikah.


Tapi saat itu Alexa di ajak menikah oleh Sebastian hanya untuk memenuhi surat wasiat mendiang kakeknya, Dengan syarat menikah dengan Gadis pilihan kakeknya, Alexa adalah cucu dari orang yang telah menolong kakek nya di saat ia sedang di ambang kebangkrutan. Ia terpaksa harus mendekati Alexa untuk mendapatkan ahli waris, ia terpaksa harus menuruti keinginan kedua orang tuanya untuk menikah dengan Gadis itu asalkan menunda kehamilan jika harus menikah dengan Alexa gadis pilihan kakeknya.


Keluarga Sebastian tidak tahu kalau Alexa dari keluarga terpandang, Alexa tidak pernah menunjukkan jati dirinya yang juga seorang ahli waris,ia selalu hidup sederhana meski bergelimang harta dan ia tidak suka menggunakan fasilitas yang disediakan orang tua nya.


Tapi sayangnya ketika Alexa sudah mulai cinta,sikap Sebastian berubah sembilan puluh derajat kepadanya.


selama ini Alexa menyangka kalau jauh di dalam hatinya Sebastian mungkin memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.


Sayangnya ia salah!


Dia telah salah menilai semua perhatian Sebastian yang ia terima selama ini.


Tujuh tahun lebih pernikahan mereka ternyata tidak berarti apa-apa bagi pria itu.


Selama ini dia sendiri yang hidup dalam mimpi,menolak untuk menerima kenyataan kalau Sebastian tidak pernah memiliki perasaan yang istimewa untuk dirinya.


Alexa menarik nafas panjang, ia menghapus air matanya. Ia tidak bisa membayangkan sebodoh nya dirinya selama ini jika ia cinta bertepuk sebelah tangan.


Alexa tersenyum pahit mengingat kenyataan itu.


Berusaha menenangkan dirinya sendiri, Alexa mencoba memperlambat laju kendaraan yang tengah ia kemudikan. Namun jangankan berhenti,mobil mewah itu malah melaju semakin kencang.


Wajah Alexa kini semakin pucat pasi, Rem mobilnya tiba- tiba tidak berfungsi. Rasa panik kembali menyusup ke dalam hatinya.


"Sebas....Tian." Teriakkan Alexa.


Mobil mewah berwarna merah maroon itu melesat menembus jalanan yang sepi tanpa terkendali, sebuah truk melintas tiba-tiba di depannya.


Alexa membanting kemudi, berusaha menghindar tabrakan tapi mobilnya malah menghantam pembatas jalan dan terjun bebas dari jalan layang.


Alexa memejamkan matanya sekuat tenaga.kedua tangannya memegang kemudi dengan kuat sebelum akhirnya ia kehilangan kesadaran setelah kecelakaan terjadi.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Di tempat yang berbeda seorang pria duduk termangu setelah mendengar laporan anak buahnya yang ditugaskan menjadi bodyguard bayangan Alexa.


"Brak... Gimana keadaannya, apa dia masih hidup?" Dengan suara terdengar berat.


Seorang pria lain dengan pakaian formal hitam mendekati pria itu dan menyerahkan sebuah laporan medis.


"King, nona mengalami cedera di kepala yang mengakibatkan dia sekarang mengalami koma,ada yang sengaja merusak rem mobil nona." Ucap pria dengan pakaian hitam tersebut.


Pria itu menatap laporan di tangannya untuk sesaat. Ia mendesah pelan.


"Cari tahu dalang dibalik kecelakaannya, kalian persiapkan orang- orang kita,kembali ke markas persiapkan semua."hardik Brian


"Lihat saja aku akan cari kalian,walau kelubang semut aku pastikan menemukannya,tetap awasi keluarga Sebastian Abraham." Ucapnya lagi.


"Siap King." Serentak anak buah Brian.


"Dante kita kembali ke El Zeus"


Setelah memerintahkan kepada para anak buahnya,ia meletakkan laporan dari anak buahnya tersebut di atas meja didepan nya dan bangkit berdiri, melangkah kakinya keluar meninggalkan ruangan tersebut.


*


*


*


Setelah mendengar laporan dari orang kepercayaan mengenai putrinya ia bergegas pulang ke tanah air setelah badai salju berakhir..kini ia berada di bandara udara internasional Narita Jepang dengan pesawat jet pribadi nya ia langsung terbang ke tanah air.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam perjalanan ia sampai di bandara udara internasional Soekarno-Hatta Jakarta ia di jemput supir pribadi langsung memutuskan untuk menuju rumah sakit keluarga nya.


"Tap...Tap... Tap suara langkah sepatu pantofel terdengar nyaring di lorong rumah sakit,ia masuk ke dalam ruangan setelah melihat orang kepercayaan Jonathan, kedua sahabatnya alexa dan asisten kepala rumah Alexa sedang duduk di sofa panjang ruang tunggu di dpn pintu ICU dengan tetap setia menjaga nona muda yang belum sadarkan diri.sebelum mendekati ia menarik nafas dalam-dalam untuk mengurangi kecemasan nya.


"Jo, Raya..... " suara Damian memanggil asistennya dan sahabat putrinya.


"Tante, om " ucap Raya mendekat dan memeluk Tante lili ia menangis tersendu- sendu.


"Tuan." Jo mendekati tuan Damian dan memperlihatkan duduk di sampingnya.


"Gimana keadaannya Alexa."ucap Damian kepada Jonathan


"Kuharap anda bersabar,nona sebelum nya sudah dirawat sehari,Sebastian yang telah berjanji akan datang menemani nona tapi ia malah pergi menemui istrinya yang habis melahirkan kemarin,nona tahu dia pergi menemui Sebastian di rumah barunya, bersama istri dan anaknya. kemudian bertengkar hebat dengan nya," Penjelasan panjang Jo kepada tuan Damian.


"Dimana dia sekarang?apa dia tau soal kecelakaan Alexa?


"Pak Sebastian tahu tuan tapi dia tidak mau datang." kata Bi marti yang dari tadi diam.


"Kurang ajar anak itu,lebih memilih keluarga barunya ketimbang Alexa istrinya." geram Dady Damian.


"Tante,Om, apa tidak mau melihat ke dalam keadaan Alexa." tawaran Natasha untuk menenangkan amarah Dady Alexa.


"Baik lah nak,Tante Sama om masuk dulu,


Terlihat di dalam ruangan khusus Alexa sedang dirawat dalam keadaan koma,ia terlihat tertidur tanpa bergerak di bagian tubuhnya banyak terpasang Alat- alat ,selang infus dan mesin yang menghubungkan tubuh Alexa.


Senyap,hening hanya ada suara monitor mesin detak jantung saat ini ia dengar.dan kemudian mendekati ranjang Alexa yang sedang terbaring lemah tak berdaya, ia memandang wajah putrinya meski terlihat pucat Pasih tapi masih terlihat cantik. mom lili menoleh kearah dad Damian untuk lebih dekat lagi ke arah putrinya, dad menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengijinkan.


Mom menangis terisak,sambil memegang jemari tangan Alexa.


"Nak... bangunlah mom dan dad disini, mom harap kamu cepat pulih kembali dan kita bisa berkumpul bersama sayang. apa kamu tidak merindukan kita berdua sayang. hik...... hik.... hik..."


Tanpa disadari keluar tetesan air mata dari sudut mata Alexa ,mom melihat air mata putrinya, ia bertambah sedih dan di usapnya pelan air matanya.dan tiba - tiba suara monitor mesin detak jantung Alexa berhenti.


"Tiiiiiiiii........iiiiiiiiii.....iiiiii.…..." (anggap saja suaranya begitu)


"Dad lihat putri kita kenapa, cepat panggil dokter dad."


"Iya sayang," ucap dad Damian sambil menekan tombol yang berada di atas Nakas.


Melihat beberapa perawat dan Dokter datang, Jo dan yang lainnya yang masih menunggu di ruang tunggu langsung bangun berdiri. setelah Dokter dan perawat masuk ke ruang khusus Alexa,kedua orang tua Alexa keluar dari ruangan itu.


"Tante ada apa ini,kenapa ada dokter dan perawat datang."ucap Raya cemas.melihat mom lili masih menangis di pelukan dad Damian.


"Om tidak tahu nak, tiba-tiba detak jantung Alexa berhenti setelah ia menangis,biarkan lah dokter yang menanganinya dan kita tunggu pemeriksaan dari dokter."kata dad Damian.


"Aku gak kuat dad,kalau harus kehilangan putri kita satu-satunya."mom lili masih menangis sesenggukan,bagi mom lili, bahu dad Damian adalah tempat untuk bersandar dan berlindung.


Mom lili mengangkat wajahnya dari bahu dad Damian, nafasnya masih sesak,dad melihat istrinya bersedih langsung menghapus air matanya.


"Sudahlah mom kita berdoa saja semoga Alexa tidak apa-apa.kita tunggu saja dari dokter."


Setelah menunggu beberapa saat dokter dan perawat keluar dari ruangan khusus Alexa.


"Dok,gimana keadaannya putri ku,"tanya Tuan Damian kepada dokter yang baru saja keluar.


Dengan berat hati ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafas pelan pelan"nona Alexa..... Sudah melewati masa kritis nya tuan,kita tunggu nona bangun dari koma nya.sebelumnya kita undur diri tuan."


bersambung......


Brian



Dante



Mohon maaf jika tidak sesuai dengan bayangan visual teman-teman 🙏.