I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
7. Alexa Pingsan



Alexa Pingsan.


Hai semua, Jangan lupa dukung vote,like dan komentar sebanyak- banyaknya.


Terimakasih 🙏🙏🙏


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Alexa menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya, juga dengan ayu, gadis berkulit putih Langsat yang masih Single ikut duduk di kursi menghadap ke arah Alexa.


Alexa merogoh ponsel dari dalam tas. Ia mengusap layar ponsel menuju galery foto. Ketemu, foto seorang wanita bersama seorang laki-laki yang wajahnya tertutup emoticon berbentuk hati.


Alexa mengarahkan layar ponsel ke arah Ayu."Kamu pernah lihat wanita ini, yu?" Kata Alexa.


Ayu kaget melihat foto seorang wanita yang pernah di ajak Tn Sebastian suami Alexa. mengunjungi butik yang ia jaga. Mendadak senyum yang sedari tadi terkembang terhapus oleh rasa gugup yang ia rasakan sekarang, Seperti orang tertakwa yang duduk di kursi kesakitan. meski hanya ingin tahu saja.


Namun Alexa bisa melihat perubahan sikap ayu. Gadis muda itu menggigit bibir. Sorot matanya mengisyaratkan ketakutan.


"Tn. Sebastian pernah mengajaknya kesini, bukan?," Kata Alexa Tegas.


Ayu menunduk, ia tak kuasa menjawab pertanyaan bosnya. Sebagai sesama wanita meski ia belum menikah,tapi bisa di rasakan jika bosnya begitu terluka.


"Ayu!! Look my eyes", Alexa sedikit meninggikan suaranya.


Ayu mendongakkan kepalanya, menatap wajah Alexa."M..... Mmmmaaf ibu .... Sa..aaaya bukan bermaksud menutupinya, bapak bilang ibu sudah tau." Katanya dengan bibir bergetar.


"Apa Kamu tau dia siapa? Ha !!.....", bentak Alexa yang sudah tersulut Emosi.


"Di .... Dia...... Istri Tn. Sebastian." ucap Ayu.


Alexa memejamkan matanya, Ia pijit pelipisnya untuk mengurangi rasa sakit di kepala. Air matanya sudah mengering, Ia tak ingin menangis lagi. Sudah cukup, Ia harus tegar. Saat ini hanya ada dua pilihan, Bertahan atau melepaskan. Ia masih memikirkan langkah mana yang akan diambil.


Dad Mom, lexa kali ini akan mengambil keputusan. Ya Rabb semoga ini keputusan yang terbaik. Batin Alexa.


Ayu menatap iba dan prihatin pada Alexa. Ia tak berani berkata- kata lagi. Mata bulatnya sudah berkaca-kaca. Ia sangat tahu alasan mengapa bos prianya menikah lagi. Ia tak bisa membayangkan jika dirinya yang berada di posisi Alexa saat ini.


"Ya sudah,kau bisa kembali bekerja lagi. Terimakasih," kata Alexa setengah terdiam beberapa saat.


"Baik, Bu, Ayu permisi dulu," kata Ayu ijin undur diri.


Sepeninggal ayu, Alexa termangu. Pikirannya melayang ke masa lalu. Dimana hanya ada dia dan Sebastian


Kita akan menua bersama, Tak apa kita hanya hidup berdua tanpa anak. Aku akan selalu di sampingmu.


Tak terasa buliran bening lolos membanjiri kedua pipi tirusnya. Janji yang di ucapkan Sebastian beberapa tahun lalu. Hanya tinggal kata- kata tanpa arti. Sebastian mengingkari janjinya sendiri.


Alexa merasa pusing dikepalanya semakin berat. Bersamaan dengan perut yang seperti diaduk-aduk dan mual.


Pandangan nya mulai kabur. Tak berapa lama tubuhnya ambruk ke samping, Jatuh membentur lantai.


Bugk


Ayu yang belum sepenuhnya keluar dari ruang mendengar suara jatuh.dan Ayu membalikkan tubuhnya ke belakang, ia terkejut melihat Bosnya tumbang dan jatuh pingsan.


"Ya Tuhan, Bu Alexa", Teriak Ayu langsung berlari mendekati Alexa yang sedang tak sadarkan diri, ia berteriak sekuat tenaga memanggil pertolongan.


🍃🍃🍃


Pelan Alexa membuka mata.


Sorot cahaya lampu membuatnya menyipitkan sepasang mata sayu nya. Ia mendapati seseorang tertidur di samping kirinya dengan posisi duduk. Seseorang yang amat ia cintai Sebastian Abraham yang sudah menyakitinya.


Alexa mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan. Ia mengingatkan kembali ke jadian hari ini hingga bisa sampai di ruangan serba putih dengan aroma khas. Terakhir ia ingat sedang berada di butik, lalu merasa sakit di kepala dan perut. Dan semua tiba- tiba gelap. Ia merutuki kecerobohan nya yang lupa mengisi perut.


Alexa duduk. Diusapnya lembut kepala Sebastian yang bertumpu di ranjang.


Merasa kepalanya di sentuh, Sebastian terbangun dari tidur. Ia tersenyum mendapati Alexa telah siuman.


"Hai, sudah bangun,sudah enakkan badannya?" Suara serak khas bangun tidur Sebastian duduk di bibir ranjang. Tangannya menggenggam erat jemari Alexa.


"Maaf, mas aku merepotkan mu." Alexa senang Sebastian masih peduli padanya, padahal ia tahu beberapa jam lalu Sebastian tengah menemani Rena yang baru saja melahirkan.


"Tapi maaf aku gak bisa lama. Di kantor sedang banyak sekali kerjaan," ucap Sebastian lirih. Sejujurnya ia ingin menemani Alexa tapi di sisi lain Rena juga membutuhkan dirinya.


Senyum yang tadi terkembang di wajah cantik Alexa mendadak sirna.


"Hai, jangan sedih, aku akan pulang cepat. Aku udah minta Bi marti kesini, buat nemenin kamu, sementara aku pergi."


Alexa tak menjawab. Ingin rasanya ia menumpahkan amarahnya, tapi bibirnya selalu terasa kaku saat menatap wajah teduh Sebastian. Ia pun belum sanggup menerima jika pada akhirnya suaminya lebih memilih Rena ketimbang dirinya.


"Hai, sayang aku hanya pergi sebentar, aku akan pulang cepat." Sebastian mengecup pipi Alexa yang telah basah air mata.


"Pergilah Mas,jika itu memang urusan mu itu lebih penting dari aku."


"Jangan bicara seperti itu. Kamu tetap yang utama dan pertama, apa pun yang terjadi. percayalah pada ku sayang." Kata Sebastian mencoba menghiburnya.


Alexa menatap lekat manik coklat Sebastian. Berharap ia menemukan cinta sejati Sebastian yang dulu hanya untuk nya seorang. Tak ada cinta itu telah terbagi.


"Aku pergi ya. Nanti dihabiskan buburnya." Sebastian mengecup kening Alexa lalu melangkah pergi.


Alexa tertegun merenung jalan hidupnya. andai waktu itu ia tidak menggugurkan kandungan, ia mungkin sudah memiliki anak dan Sebastian tidak akan mendua.


Ya, Alexa sempat mengandung. Ia patuh menurut ancaman permintaan keluarga Sebastian untuk menggugurkan kandungan. Karena jika tidak, orang tua Sebastian tidak akan memberikan Abraham group kepada Sebastian. Mereka di ijinkan memegang perusahaan Abraham group asalkan menunda memiliki momongan. Cintanya Alexa pada Sebastian membuat Alexa rela melakukan apapun meski nyawanya terancam.


Enam tahun yang lalu di sebuah rumah sakit di Jakarta, Alexa menggugurkan kandungan. Selama seminggu Alexa di rawat karena mengalami pendarahan hebat dan mengakibatkan peradangan di organ reproduksi, hal itu salah satu pemicu sulit ia memiliki anak sampai saat ini.


"Aaaaaarrrrrrgggghhhhh!!!!"


Alexa melempar bantal dan selimut ke sembarang arah,ia pun melepas paksa selang infus di tangan. Ia turun dari ranjang melangkah menuju pintu hendak menyusul Sebastian.


Tapi naas belum sempat pintu terbuka, tubuhnya kembali ambruk ke lantai. Alexa kembali pingsan.


***


Dokter Kim yang berniat mengunjungi Alexa terkejut melihat kondisi Alexa yang tergeletak di lantai dengan darah dipergelangan tangan.


"Nona!" Kim terlihat begitu cemas.


Kim tadi tidak sengaja melihat Sebastian yang tergesah memasuki rumah sakit. Karena itu Kim mengikuti Sebastian hingga keruangan VVIP di mana Alexa di rawat. Selesai praktek ia sengaja berkunjung untuk melihat ke adaan nona pemilik rumah sakit.


Tepat bersama Raya dan bi Marti datang.


"Ya Allah, Al!, Non lexa." Jeritan kedua wanita beda usia panik Ia bersimpuh mendekati tubuh sahabat dan majikannya.


"Dok, Alexa kenapa bisa seperti ini?"


"Nanti saya jelaskan. Sekarang bantu saya membaringkan ke ranjang."


"Saya panggil dokternya dulu."bi marti menghilang di balik pintu.


"Alexa, kenapa bisa seperti ini?" Raya menagis sejadi jadinya melihat Alexa, wajah cantik itu memucat.


Tak lama bi marti bersama seorang dokter wanita dan perawat memasuki ruangan.


"Dokter Kim anda ada disini,tolong dokter,ibu dan Mba nya tunggu di luar. Saya akan memeriksa keadaan Bu Alexa."


Raya,bi marti dan dokter Kim menunggu di luar kamar. Air muka mereka nampak cemas.


"Maaf, kalau boleh tau bapak siapa?" Tanya bi minah.


"Saya Kim, Dokter kandungan sekaligus orang kepercayaan Tuan Damian, saya juga dokter yang sering dikunjungi nona Alexa dan pak Sebastian." Jelasnya tersenyum ramah.


"Apa nona sering seperti ini, Bu?


"Panggil saya bi marti, Dok. Saya kepala pelayan Bu Alexa. Dan ini sahabat Bu Alexa, non raya." Bi marti menghela nafas sesaat lalu melanjutkan ucapannya" ibu kalau sedang banyak pikiran memang suka kambuh penyakitnya."


Memangnya nona Alexa sakit apa?"


"Magh tapi sudah parah. Yang saya tau kalau ibu lagi banyak masalah suka Telat makan, apa lagi pagi pagi sekali ibu pergi menyusul bapak pergi begitu saja tanpa sarapan pagi. Makanya sampai pingsan.' terang bi marti.


Pintu kamar terbuka mengantarkan dokter dan perawat yang sudah selesai mengecek keadaan Alexa.


Mereka bertiga menghambur ke arah dokter.


"Bagaimana keadaannya, Dok?" Kim lebih dulu bertanya.


"Apa tadi Bu Alexa memaksa pergi dan melepas paksa selang infusnya?"


"Saya kurang tahu dok. Begitu saya masuk. Nona Alexa sudah berada di lantai," jelas Kim.


Dokter bernama seruni itu mangut mangut.


"Bu Alexa hanya shock dan Telat makan,


"Syukurlah," sahut ketiga nya hampir berbarengan.


"Ya sudah, nanti kalau Bu Alexa sudah siuman, pastikan untuk meminum obatnya, makan teratur dan jangan sampai pikiran nya terbebani


"Baik, Dok," kali ini Raya yang menjawab.


"Saya permisi dulu."


"Terimakasih, Dok," ucap bi marti, setelah itu masuk ke ruang perawatan menghampiri Alexa.


"Dokter Kim! Dokter seruni menatap lekat mata sipit Dokter Kim. " Anda berhutang penjelasan ke saya." Katanya dengan senyum tertahan.


Dokter Kim tertawa kecil lalu menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal


Begitu rekan seprofesi nya pergi, Kim turut masuk ke ruang perawatan.pria bersatu duda satu anak itu berdiri di samping kanan Alexa, sementara bi marti dan raya duduk di samping Alexa.


Bersambung....


...Pernikahan adalah Komitmen bersama untuk mencintai satu sama lain tanpa syarat atau ******Tanggal****** Kadaluarsa...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...