
Enterprise Entertainment
...Jangan Pernah Terluka hanya karena dia yang hadir sesaat, bukan berarti kamu harus takut mencintai orang lain....
happy reading 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Kak...masih punya hutang penjelasan, dan sudah janji akan menceritakan semua setelah makan malam." ujar Alexa yang kini masih menagih janji kepada Brian, ia dudukdi sofa depan tv sambil bermain dengan anak anjing Brian.
"Masih di ingat saja kau ini." jawab Brian sambil menyubit hidung mancung Alexa.
"Baiklah, sini mendekat" jawab lagi sambil menepuk-nepuk kursi sofa sebelah yang ia duduki agar Alexa mendekat di sampingnya.
Brian akhirnya menceritakan semua kenapa dia harus pergi dan baru sekarang dia kembali, setelah Alexa menunggu bertahun-tahun lamanya tanpa kabar apa pun dari nya, sampai ia mau menerima ajakan Sebastian untuk menikah karena surat wasiat kakek nya tuan Gani Abraham. dan pada akhirnya Alexa hanya di manfaatkan nya saja.
Setalah hampir dua jam ia bercerita banyak ia memutus kan untuk mengantar Alexa pulang jam menunjukkan pukul sepuluh malam, bisa saja alexa tidur di penthouse, karena di tempat nya memiliki beberapa kamar tidur.
Ia tidak mau kalau harus tidur dengan wanita yang masih berstatus milik orang lain meski tidak satu kamar, Brian sangat menghargai wanita ini adalah orang yang Brian sayangi.
"Sudah malam,aku antar kau pulang." ucap Brian sambil melihat jam yang melingkar ditangan nya.
"Aku gak mau pulang, kenapa emang kalau aku tidur disini.? jawab Alexa
"Kamu masih istri sah orang, apa kau lupa." Brian terkekeh.
Alexa diam sejenak ia sebenarnya malas kalau harus pulang kerumah Sebastian harus melihat kedekatan Sebastian dengan keluarga kecilnya. dengan berat hati ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kamar Brian mengambil Handphone dan tas nya.
Brian menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah nya Alexa yang menurutnya lucu.
#
#
#
"Ray...."
"iya Al." Raya menoleh sekilas,
"Aku takut ini pertama kali nya, takut hasilnya tidak memuaskan." jawab Alexa sambil merapikan penampilannya.
"Apa yang kau takutin, kau tinggal berpose terbaik mu sesuai arahan fotografer, aku yakin kau pasti bisa, aku jamin." ucap Raya sambil menepuk pundak sahabat nya yang mematung didepan cermin besar.
Alexa terdiam
"Al...."
",Ng..... iya." jawab Alexa yang merasa gugup
"Are you ok."
Alexa mengancungkan jempol kalau ia baik-baik saja.
"Baiklah, ayo kita keluar sudah di tunggu yang lainnya." ujar Raya.
Akhirnya sekitar pukul satu siang para model berkumpul di Conferen room milik enterprise Entertainment hi untuk membahas yang akan terpilih mendampingi model internasional, mereka terlihat antusias.
Mata orang-orang terpana saat melihat kemunculan model baru yang akan ikut bergabung dalam pemilihan,karena pemilihan ini bebas siapa yang akan ikut,ntah itu senior atau yang baru akan mencoba. meski baru ia terlihat sangat istimewa dan berbeda.
Para staf dan fotografer juga ikut terpaku melihat model baru itu yang berjalan anggun berdampingan dengan Raya.
"Okey ladys kita akan melakukan pengambilan gambar di dalam studio untuk sesi ini akan di awasi langsung oleh model internasional kita nona Sashi, semua siap, tidak ada kendala?
Salah satu kru memberikan arahan dan memastikan kesiapan semua para model yang kini berbaris rapih.
"Siap... kita siap semua...!!
Sambut para model senior maupun junior dengan kompak dan semangat, Raya dan Alexa yang kebetulan berdiri di sebelah Nadya tampak melirik ke arah Alexa.
"Hai... model baru, jangan sok hebat,kita lihat, apa bakatmu disini"desis Nadya dengan sombongnya.
"Nona Nadya jaga ucapanmu.disini siapa saja boleh ikutan."ucap Raya dengan geram.
Alexa tersenyum.
"Kau..." Nadya berdecak sebal dengan ekspresi wajah yang terlihat gerah, sambil kemudian melenggang pergi.
Alexa menautkan alisnya binggung tapi dia tidak ambil pusing karena dia tidak merasakan ada urusan dengannya.
kini mereka berada di dalam studio, ia sedang mendengarkan pengarahan selanjutnya dari kru .
"Selamat siang semuanya, perkenalkan saya Sashi yang akan mendampingi dan mengawasi kalian,Dimohon untuk kerja sama nya ya." seru Sashi.
"Okey.....sekarang... bersiap semuanya kita akan melakukan sesi foto bersama,setelah ini baru giliran perorangan dengan kostum yang sudah di siapkan oleh wadrobe, bersiap semua nya. come on ladys" kata Sashi lagi.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
tok
tok
tok
"Masuk" seru Brian dalam ruangannya yang masih sibuk di depan laptop.
Ceklek
"Selamat siang tuan muda, maaf saya datang terlambat,"ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan khusus Brian.
Brian menghentikan sejenak aktivitas nya ia mendongak ke arah suara seseorang yang ia kenal yang baru datang, ia menatap pria paruh baya yang menjadi pengacara keluarga nya,
Dia adalah pengacara Daniel pengganti pengacara Raffi ayah nya yang sudah menjadi pengacaranya sejak opah nya Brian semasa hidup,ia sekarang sudah pensiun karena sudah berumur senja.
Brian mempersilahkan pengacara Daniel untuk duduk di sofa ruang kerjanya.
"Pengacara Daniel anda sudah tahu kan tujuan anda datang kesini?kata Brian dingin kemudian bangun dari kursi ia memperbaiki lengan bajunya yang di gulung ke atas lengan tangan.ia melangkah ke arah pengacara nya ke sofa yang ia duduki.
Pengacara Daniel menghela nafas panjang sebelum ia menjawab pertanyaan bosnya,ia tahu berhadapan dengan tuan mudanya seperti berada di ujung tombak.
"Sudah tuan mudah, menurut pengetahuan saya dari beliau, mereka bersahabat antara opah Hamid, tuan Alexandre dan tuan Abraham." ucap pengacara Daniel. sambil memperlihatkan berkas di dalam map. ia melanjutkan ceritanya kepada Brian tanpa ada yang di tutupi nya, apa yang sebenarnya terjadi.
Brian menatap tidak percaya setelah mengetahui semuanya.separuh harta Abraham adalah milik Alexa. dan sebenarnya Brian sudah di Jodohkan dengan Alexa sejak Brian umur lima tahun dan Alexa baru berapa bulan.
Tuan Abraham tidak mau kalau perusahaan nya yang sudah di bangun dengan tuan Alexander bangkrut.dan akhirnya tuan Alexander jatuh sakit terkena serangan jantung ulah tuan Abraham yang sudah mengelapkan dana perusahaan.
"Apa kecelakaan itu ...... " gumuan Brian
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Para model yang lain yang sedang menunggu giliran, ataupun yang sudah kebagian sesi pemotretan, fokus matanya kini sedang tertuju pada sosok Alexa yang tengah berjalan menuju spot background photo yang telah di tentukan di depan.
"Okay.... nona Alexa carilah posisi senatural mungkin setelah itu bisa mengekspresikan gaya sesuai keinginan anda.!
Terdengar suara nona Sashi menegaskan, ia memastikan Alexa sudah berada di depan.
"Baik." sahut Alexa sambil mulai mencari gaya yang cocok.
Dengan menggenakan gaun warna peach tanpa lengan dengan kerah yang menyilang di leher. Rambut panjang Alexa di biarkan tergerai indah lalu setengah bagian lagi di sampirkan kedepankan terlihat sempurna dengan makeup flowes.
"Okay Alexa Ready ya! silahkan berpose sesuka hati." Sang fotografer profesional mulai memberikan arahan.
sungguh luar biasa meski belum ada pengalaman menjadi model ia sudah seperti model internasional, semua mata di buat takjud dengan setiap hasil foto yang diambil..
"Tidak terlalu buruk untuk orang yang baru pemula seperti mu." ucap Nadya sinis yang kini giliran nya.
"Tapi ingat kau tidak akan bisa menyaingiku yang sudah terjun terlebih dahulu."Jawab Nadya lagi.
Alexa hanya tersenyum.
Bersambung...
Alexa
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa klik favorit,rate bintang 5, komen,like,vote dan hadiah nya. Semoga kalian sehat selalu dan bahagia 😘