I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
101. Salah Paham



Salah Paham


Maaf jika masih ada kata yang typo 🙏🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Di sepanjang jalan Raya mendiami Kim, ia merasa kesal dengan kejadian tadi di supermarket, benar - benar bikin malu. bisa- bisa Dokter muda itu mencium di tempat umum. ia sama sekali tidak melirik ke arah Kim ia malah membuang wajahnya ke arah luar jendela mobil.


Selama ini Raya melihat dokter Kim dokter yang dingin, kaku. dan cuek terhadap wanita, namun setelah ia mengenal nya lebih bahkan sekarang menjadi Tunangannya itu, ia malah lebih mesum dari yang ia ketahui sebelum ia mengenalnya.


"Sayang... sudah dong jangan ngambek terus, kan aku sudah minta maaf" ia yang masih fokus menyetir mobilnya "Masa kamu tega sih, mendiami aku kaya gini, kamu itu kalau ngambek bikin gemes kaya Kimora kalau lagi merajuk" Kim terkekek.


"Papa bear Bisa diam tidak sih, dari tadi ngomel terus kaya bi Ijah" gerutu Raya


"Ng gak, kalau kamu diem gitu aku tidak akan berhenti ngomel" Kim menoleh Sebentar dan kembali fokus ke depan. "Aku suka kamu yang cerewet kaya Kimora, pantas saja putri ku memilih kamu sayang ternyata tidak jauh beda kamu sama dia bikin aku tambah sayang"


Raya menahan tawanya baru kali ini ia melihat Kim bawel mungkin menular dari dirinya makanya Kim tidak berhenti mengomel.


Ia sebenarnya tidak marah sama dia, tapi rasa malunya yang bikin ia kesel sama tunangan itu.


"Ayo lah sayang, Jangan seperti ini, bikin aku menderita" keluh Kim.


Kini mereka sudah sampai di apartemen Raya, namun Raya meninggalkan Barang belanjaan itu, terpaksa Kim membantu membawakan ke dalam apartemen kekasihnya.


"Kenapa kamu ikut masuk ke dalam" Raya melihat Kim berada di samping nya yang hendak masuk setelah Raya memencet beberapa tombol untuk membuka pintu.


"Kamu melupakan sesuatu sayang" Kim menunjukkan beberapa kantong plastik berisi belanjaan nya itu "Makanya Jangan ngambek terus bisa lupa kan, dasar masih muda sudah pikun" gumam Dokter Kim.


"Apa!! kamu bilang aku pikun" Raya memicingkan matanya yang semakin sipit dan mencondongkan tubuhnya ke arah Kim.


Kim langsung mencium bibir Raya Setelah bibirnya menempel bibir nya,ia menjatuhkan beberapa kantong belanjaan yang sempat ia bawa tadi.tangan nya memegang tengkuk leher Raya dan ******* bibirnya dengan lembut. kakinya mendorong menutup pintu yang masih terbuka. ia menuntun Raya ke pinggir tembok, Raya hendak memberontak namun tenaga Kim lebih kuat dari nya. Raya pasrah ia juga menikmati ciuman duda satu anak itu.


Dokter Kim tersenyum ciuman nya di balas oleh Raya. ia semakin mendalam ciuman nya, Kim menyudahi ciuman nya "Maafkan aku sayang, Jangan pernah ngambek lagi, mandi lah, akan aku buatkan makan malam buat mu, sebagai permintaan maaf" ujar Kim seraya menghapus bibir basah Raya.


Wanita ini sedikit kesal, kenapa juga berhenti padahal ia sedang menikmati ciuman nya itu yang sempat tertunda di supermarket.


Raya Modus dengan dirinya ngambek tidak mengajak bicara sepanjang jalan. ia ingin melihat Kim sebesar apa usahanya untuk meluluhkan hatinya ketika sedang merajuk.


Setelah beberapa menit ia meninggal Kim dan melihat Kekasihnya itu sedang berkutat di dapur. ia merasa melihat Kim sangat berbeda jika ia memakai Jas kebanggaan nya itu dengan melihat ia yang sedang memasak di dapur tanpa atribut kebanggaan nya sungguh membuat nya terpesona akan ketampanan nya itu tidak jauh berbeda



Tidak bosan- bosan nya Raya masih setia memandang wajah tampan Dokter Kim.


Aku masih tidak percaya jika sebentar lagi akan menikah dengan nya.


Kim menyadari jika ia di perhatiin oleh kekasihnya itu "aku akui kalau aku memang tampan sayang" Kim tertawa. Raya menunduk malu karena ketahuan sedang memandang nya. "Papa bear apa perlu bantuan?" Raya mengalihkan perhatian nya untuk menghindari rasa malunya. "Kamu bantu menghabiskan saja nanti sayang, ini sudah selesai ko"


Kim menata masakan tadi di atas meja makan, ia menyodorkan semangkok Tomyam ke depan Raya "Hemm seperti nya enak, dari harum nya saja sudah tercium pasti enak"


"Coba lah sayang" Raya mengambil sendok lalu mencicipi Tomyam buatan Dokter Kim "enak papa bear ternyata kamu jago masak juga, aku kira kamu hanya jago membantu persalinan saja" Raya tertawa.


"Kau ini meragukan ku iya ternyata" Kim menarik hidung Raya "Aduh sakit tahu"


*


*


*


Hari ini Raya sudah berjanji akan menjenguk Alexa yang sudah sadar dari koma nya, dan akan di temani oleh tunangan nya selaku dokter yang menangani Alexa sekaligus Direktur DMJ Hospital.


Dengan di temani Dokter Kim ia sudah siap untuk jujur kepada sahabatnya itu jika ia dengan dokter Kim sudah resmi menyandang status sebagai calon istri dari dokter Kim. buka hanya sebagai kekasih nya saja.


"Selamat siang Suster Anna, apa dokter Kim ada di ruangan nya?" Kini Raya sudah berada di depan pintu ruangan praktek nya dengan di temani oleh Kimora.


"Nona Raya.. dokter ada di dalam, tapi dia "


"Hallo sustel Anna kita beltemu kembali" seru Kimora.


"Hai Kimora sayang kamu disini?"


"Iya sustel Anna, Kimola di ajak mama, sustel Anna Kimola ke papa dulu iya, dada sustel Anna"


"Iya sayang, sampai bertemu kembali"


Raya membuka pintu ruang praktek ia terkejut melihat dokter Kim sedang di rayu oleh dokter perempuan cantik di dalam.bahkan suster Anna tidak mendampingi nya. ia merasa sedikit tidak suka terhadap dokter ini.


"Papa .." teriak Kimora mengagetkan kedua orang yang berada di dalam. Kim mendorong dokter seruni untuk menjauh.


"Aduh " Dokter seruni mengadu kesakitan ia memegang pantat nya yang sedikit sakit.


"Tante sedang apa disini, kenapa hanya beldua saja dengan papa"


Raya melotot tajam ke arah Kim ia ingin tahu penjelasan nya kenapa ia bisa berdua saja di dalam ruang praktek nya dengan dokter seruni yang duduk di pangkuannya


Sial kenapa mereka datang sih, gagal sudah untuk mendapatkan hati dokter Kim.


"Tante hanya berkunjung saja, ternyata kamu datang, gimana kabar kamu cantik" Ia bangkit dan mendekat ke Kimora dan melirik tidak suka kepada Raya karena telah mengganggunya.


"Belkunjung kenapa Tante bisa jatuh dan duduk di lantai" Kimora bertanya dengan polos nya.


"Ahh itu tadi kaki Tante sedikit kram terus jatuh"


Dokter Kim hanya diam, ia masih memikirkan bagaimana untuk menjelaskan kepada Raya agar ia tidak salah paham.


"Dokter seruni lebih baik anda keluar dari sini"


"Kimora sayang, kamu ikut datang" mengalikan perhatian "Iya papa, mama tadi jemput Kimola di sekolah"


Dokter seruni yang terpaksa keluar dari ruangan nya itu tak sengaja Kimora menyebut kata mama.


Apa itu mama Kimora, berarti ia istri dokter Kim tapi kapan dokter Kim menikah, bukan nya dia masih menduda.


Sebelum keluar ia melirik ke arah Raya yang masih diam diri di depan pintu. ia tersenyum sinis kepada Raya.


"Papa bear bisa di jelaskan?" Raya berdecak pinggang ia ingin penjelasan dari Tunangannya itu.


"Sayang aku bisa jelaskan, aku tidak bermaksud apa-apa sama dokter seruni, ia datang dan menggodaku tapi untung kalian datang jadi tidak sempat ia menggoda ku"


"Oh begitu, jika kita tidak cepat datang terus kamu menerima rayuan dia gitu"


"Ti-dak sayang tidak begitu, ia sering datang dan mengutarakan isi hatinya kepada ku tapi aku selalu menolak, jika kamu tidak percaya tanya saja pada suster Anna atau kamu mau lihat dari CCTV" Dokter Kim menarik tangan Raya untuk melihat cctv di laptop nya agar tidak salah paham lagi.


"Bukti Cctv itu bisa saja kamu rekayasa"


"Astaga sayang, percaya lah sekali ini saja" bujuk Kim


"Kenapa sih, orang Dewasa hobi sekali belantem celoteh Kimora dengan polosnya. ia melihat papa dan mamanya berantem.


"Glek"


Sepasang kekasih ini menelan ludah nya karena ketahuan sedang berdebad didepan anak kecil.


"Ahh tidak sayang, papa sama Mama tidak berantem, iya kan sayang" Kim memeluk pinggang Raya. dengan memainkan mata nya untuk tidak bertengkar kembali di depan Kimora.


"Eh iya" Raya melotot kepada Kim untuk melepaskan pelukannya namun Kim tidak mempedulikan nya dengan kesal Raya menginjak kaki Kim.


"Aduh"


Bersambung...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah nya. lope lope sebanyak-banyaknya 😘