
Gadis Arogan
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sean menatap wajah cantik gadis di depannya yang belum tahu namanya. nampak tidak mempedulikan kehadiran pria bule di depan nya.
"Sayang, perkenalkan dia putra Tn. Kris" Dady Tom memperkenalkan Sashi kepada Sean.
Sashi menghentikan acara makannya ia menatap pria di depannya yang sedang mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. namun Sashi bersikap acuh tak acuh.
"Perkenalkan saya Sean ludwig"
"Sashi!!" ucap Bunda Sashi tidak suka dengan sikap putri sambungnya itu yang mengabaikan uluran tangan Sean.
"Sashi" seru Sashi memperkenalkan dirinya.namun ia tidak menerima uluran tangan Sean.
Gadis yang menarik
Batin Sean. pria ini menurunkan tangannya ia tersenyum melihat sikap dingin Sashi yang berbeda jauh dengan gadis mana pun jika sudah melihat Sean. namun Sashi berbeda di mata Sean.
Sepertinya aku harus mendapatkan mu Gadis Arogan.
"Ayo kita lanjutkan makan malam nya, Sean Duduklah nak"
"Iya Om" jawab Sean.
Di sela-sela makan malam nya Sean melirik ke depan melihat Wajah cantik Sashi.
"Sayang, temani Sean, Dady mau ngobrol dulu dengan Tn. Kris" ucap Tn. Tom Setelah acara makan malam selesai, ia menyuruh putri tercintanya untuk menemani anak teman nya itu agar lebih dekat lagi.
"Tapi Dad". Sashi ingin Menolak namun Dady nya melarang nya.
"Tidak ada penolakan Sayang"
Membuat Sashi mendengus kesal. Sashi bangun dari tempat duduknya. ia meninggalkan ruang makan.
"Om, Tante Sean permisi" ucap Sean menyudahi acara makan malam nya ia mengikuti Sashi yang pergi dari acara makan malamnya.
mereka menganggukkan kepalanya.
"Hei, tunggu kau mau kemana?" teriak Sean.
Sashi menghentikan langkahnya. "Mau apa kau mengikuti ku" sahut Sashi. ia tidak menoleh sama sekali.
Sean Akhirnya bisa menyusul Sashi. "Jika kau jalan terlalu cepat seperti ini, aku akan tersesat di rumahmu"
"Siapa yang suruh kau ikuti aku" ketus Sashi. ia kembali jalan menuju halaman belakang. namun tangan nya di cekal Sean.
"Tunggu jangan tinggalkan aku"
Sean menatap tajam ke arah Sean. Sashi tidak suka jika dia di pegang tangannya oleh orang lain. bahkan baru melihat nya.
"Lepaskan, Jangan suka sembarangan pegang tangan orang lain" Sashi menepis tangan nya dari cengkraman tangan Sean.
"Maaf.. maaf"
Tunggu saja, kau akan luluh di pelukan ku Gadis Arogan.
🍃🍃🍃
Di pagi yang cerah.nampak ibu hamil ini merasa senang. ia ingat betul jika hari ini adalah ia bisa keluar dan merasakan bekerja kembali. bukan berarti ia akan senang bertemu mantan suaminya.
Alexa bangun dari tempat tidur ia Menyibakan selimutnya. ia menoleh ke samping dimana suami tercinta masih terlelap dalam tidurnya. sebelum turun Alexa mengecup bibir Brian terlebih dulu.
"Aku mencintaimu, morning sayang" ucap Alexa. sebelum wanita hamil ini turun dari tempat tidurnya.
Brian menarik pinggang Alexa, untuk tidak pergi dari nya.
"Sayang, Temani aku tidur" ucap Brian dengan suara khas orang bangun tidur.
"Tapi sayang ini sudah siang, aku harus menyiapkan air untuk mu mandi" seru Alexa.
"Kita mandi bersama" sahut Brian meski matanya masih terpejam. Alexa kembali tertidur dan Brian memeluk tubuh Alexa yang menghadapnya. "Apa kau tidak pergi kekantor sayang"
"Tidak" tegas Brian.
"Kenapa, apa kau akan ikut menemani ku Bertemu Arga Rivaldinho itu"
"Tidak sayang, urusan pertemuan dengan nya, biar menjadi urusan Rafael dan Sebastian, ada urusan yang lebih penting dari pertemuan dengan Dia" ucap Brian. ia membuka matanya Brian merasa tidak suka jika sedang bersamanya membahas pria lain.
"Apa kau melarang ku untuk keluar rumah lagi" kesal Alexa. ibu hamil ini terbangun dan duduk bersandar di ranjang. ia membuang wajahnya kesamping. Nampak Alexa menahan tangisnya yang sudah mulai berkaca-kaca.
"Aku tidak melarang mu keluar sayang" Brian ikut bangun. ia menangkup wajah Alexa yang nampak akan menangis. "Aku akan mengajak mu kesuatu tempat.
"Kemana?"
"Kemana?' Kata Alexa yang sama ia ucapkan.membuat ibu hamil ini penasaran dan selalu bertanya membuat Brian merasa gemes melihat istrinya itu yang penasaran.
"Sayang apa kau tidak olahraga pagi"tanya Alexa. karena suaminya biasanya akan pergi ke ruang Gym atau ke halaman belakang untuk sekedar lari pagi atau berenang. namun Pria yang sedang memeluk nya memiliki pemikiran berbeda.
"Apa kau ingin sayang, apa mereka merindukan Dady nya?"
"Apa!! tidak... tidak.." Alexa mengelengkan kepalanya. melihat Brian siap memangsa dirinya.
"Bukanya kau ingin olahraga pagi" ucap Brian yang pura-pura tidak tahu. ia dengan segera menyelinap di balik dress tidur istrinya.
"Ahh Sayang" teriak Alexa merasa geli karena Brian.
"Diam lah sayang, kau tinggal menikmati nya saja" ucap Brian.
Alexa pasrah akan perlakuan Brian yang sedang mencumbu nya.
Brian berkali-kali mencium tubuh Alexa. tidak tahu sejak kapan dress Alexa sudah ada di lantai.
melihat reaksi istrinya yang menikmati permainan. Brian tidak menunggu lama ia memulai pagi yang panas hingga beberapa kali ia lakukan untuk olahraga pagi nya.
Pukul 12 siang mereka berdua baru terbangun dari tidurnya.
Alexa melihat dirinya tanpa sehelai benang pun. ibu hamil ini mendengus kesal lagi-lagi suaminya meninggal jejak merah di seluruh tubuhnya.
"Sayang bangun" ucap Alexa membangunkan Brian.
"Hmm.. bentar sayang masih ngantuk"
"Bangun" Alexa menggoyahkan badan Brian untuk segera bangun.
"Aku lapar" ucap Alexa kesal karena Brian tak kunjung bangun. ia merasakan lapar yang begitu saja sampai tidak bisa menahan nya, karena ibu hamil ini melewatkan sarapan pagi mereka.
mendengar istrinya lapar Brian segera bangun dari tidurnya.
"Apa kau lapar, baiklah akan aku ambilkan sarapan pagi untuk mu"
"Lihat ini sudah jam berapa? keluh Alexa.
"Astaga sayang maafkan aku" ucap Brian saat melihat jam di atas Nakas sudah menunjukkan pukul 12 siang.
Namun berbeda dengan Dante yang sudah menunggu bos nya yang tak kunjung keluar dari kamar.
Bisa - bisa nya sudah siang begini belum bangun juga, kebiasaan padahalkan hari ini akan foto maternity mereka.
Batin Dante kesal
"Nak Dante, saya tinggal dulu iya" ucap Mom lili yang melihat asisten Menantunya masih setia duduk di ruang keluarga.
"Eh.. iya Nyonya" sahut Dante.
Dante yang setia menunggu Boas nya itu, dengan menatap handphone yang belum kunjung dapat balasan dari kekasihnya. membuat Dante merasa kesal.
Kakak beradik sama saja, ngeselin" gumam Dante.
"Dante kau disini" sapa Brian yang merasa tidak bersalah membuat asisten nya menunggu lama.
"Tidak, aku sedang ikut duduk saja" ucap kesal Dante.
"Ck kau ini, apa sudah kau urus permintaan ku yang kemarin"
"Sudah dari 3Jam yang lalu Bos, pihak fotografi sudah menunggu di Enterprise studio"
Brian tertegun mendengar nya lalu ia pergi meninggalkan Dante, ia ke dapur untuk mengambil makanan permintaan istrinya. lalu ia melewati Dante kembali dan naik lagi ke atas dimana istrinya masih di kamar.
Rasanya Dante ingin berteriak ketika di abaikan Bos nya itu.
Bersambung.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sean Ludwig
Bagaimana apa ada yang ingin berpaling dari Dante saat melihat Sean 😀😀.
nah ini dia Bambang Dante.
Si cantik sashi
Kalian pilih kubu mana??
Dante - Sashi
Sean -Sashi
Tunggu komentar mu ****dan like**** di bawah iya gaesa 😂😂🤗🤗😘