I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
12. Bagian Yang Hilang.



Bagian Yang Hilang


......Komitmen Bukanlah Sebuah Ucapan Yang Hanya Mudah Di katakan, tapi sebuah Kata Yang dijadikan pembuktian......


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sebastian yang tidak kunjung pergi dari hadapannya ia malah menatap Alexa lekat - lekat dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mencari apa yang salah dari sosok istrinya yang kini berada di depannya.


Tatapan berhenti pada jemari tangan Alexa yang polos.


"Hei.. Dimana cincinmu?" Tanyanya.


Alexa mencoba menarik tangannya tapi Sebastian menggenggam erat.


"Lepaskan, sakit" hardik Alexa yang kesakitan.


"Katakan dimana cincin pernikahanmu?!" Desak Sebastian.


"Apa itu penting? Sebentar lagi kita sudah akan bercerai." Ujar Alexa. Ia masih berusaha menarik tangannya.


"Tentu penting! Itu cincin turun temurun dari keluarga Abraham!" Hardik Sebastian.


Alexa tersenyum kecil.


"Lepaskan tanganku, aku akan mengambilnya untukmu." Ucap Alexa tenang.


Sebastian melemparkan tangan Alexa dengan kasar hingga wanita itu merasa nyeri di tangannya.


"Aku bisa nuntut kamu dengan kekerasan dalam rumah tangga." Ucap Alexa lagi.


Alexa mengambil sebuah kotak cincin dan meletakkan di depan Sebastian.


"Ambillah dan berikan pada ****** mu itu yang kau dan keluarga mu lebih pantas untuk mengenakannya." Ucapnya lagi.


Alexa melangkah ke arah pintu dengan sedikit tertatih. Sebastian mengikuti langkah Alexa dengan sorot mata bingung, sedikit rasa iba menyusup di hatinya. Ia tahu, Tubuhnya masih lemah karena baru terbangun dari koma.


Alexa meraih pengangan pintu dan memutar pegangannya.


Alexa tersenyum sekilas ke arah Raya yang berdiri di luar. Namun sorot matanya kembali dingin sebelum ia berbalik kembali ke arah Sebastian yang masih mematung menatapnya.


"Sekarang, bisakah kau keluar dari sini? Aku sudah muak dengan kehadiran mu hanya mengganggu istirahatku."


"Kau mengusirku." Kata Sebastian dengan memicingkan matanya.


"CEPAT KELUAR DARI SINIi" Teriakan Alexa naik satu oktaf dengan suara lantang.


Sebastian melangkah keluar dari ruangan itu dengan expresi wajah yang sulit di tebak Setelah di usir paksa oleh istrinya.


Beberapa saat bayangan Sebastian menghilang dari jangkauan mata keduanya. Raya melihat Alexa yang merosot jatuh perlahan didepan pintu.


"Alexa!." Teriakan panik. Ia buru-buru menopang tubuh Alexa.


Setelah jam praktek Dokter kim habis ia memutuskan menjenguk nona muda nya yang sudah sadar. Ia melihat bayangan Sebastian yang keluar dari ruangan khusus Alexa. namun beberapa langkah lagi ia sampai di depan pintu mendengar teriakan dari dalam.


"Nona.... Kenapa dia." Tanya Dokter Kim kepada Raya.


"Dok, cepat bantu aku membawa Alexa ke tempat tidur."


Setelah ia membaringkan tubuh Alexa di tempat tidur ia melihat sahabat Alexa masih panik.


"Nona.. sebaiknya Anda duduk dulu,biar saya panggil Dokter dulu." Pinta Dokter Kim.


Di belahan negara yang berbeda yang masih setia menatap laptop nya untuk melihat gadis kecilnya itu dari CCTV yang sudah ia restart.


"Brak .... Awas kamu Sebastian akan ku buat kamu hacur - sehancurnya." Amarah Brian setelah melihat kejadian Alexa dan sebastian di cctv laptop nya.


"Dante apa kau sudah tau dalang dibalik kecelakaannya." Ucapnya lagi.


"Be...lum King. Team masih menyelidikinya." Ucap Dante.


"Kenapa kamu tidak pakai kode rahasia kita." ucap Brian sambil memijat pelipis kepalanya.


"Eh kode rahasia." gumuan Dante "Ko aku jadi bego gini iya." batin Dante.


"Apa aku kirim kamu ke Afrika jika kau tidak bisa mencari dalang nya."hardik Brian.


"Siapkan semua kita kembali ke tanah air." ucapnya lagi.


*


*


*


Alexa menimang handphone di tangan. Harga benda mungil di tangannya itu tidak sampai lima belas juta rupiah.ia mengingat saldo di rekeningnya tidak begitu banyak setelah Sebastian menyetop uang jajan alexa.ini sudah cukup baginya ia tidak perlu handphone yang terlalu mahal. Pada akhirnya semua fitur canggih itu tidak begitu berguna untuknya. Padahal ia bisa beli harga jauh lebih mahal dari pada yang ia beli sekarang.


"Serius kamu mau yang itu,padahal aku bisa beli handphone yang jauh lebih bagus, bisa pakai uang hasil cafe kita atau biasanya kamu tinggal minta sama dady atau momy mu kalau kamu." Ucap Raya.


"Aku menyukainya kok." Ucap Alexa sambil tertawa " sekali- kali hidup jadi orang susah." Ucapnya lagi.


Raya mendesah lega.


Alexa menatap ke luar jendela dan terdiam untuk sesaat.


Raya memperlambat laju mobil yang dikemudikannya.


"Kau ingin singgah di suatu tempat?" Tanya Raya.


Alexa menggeleng."Aku hanya tidak bisa mengingat,kenapa dulu aku tidak menurut saja sama Dady?"


Raya tertawa. Saat Alexa pingsan kemarin Dokter mengatakan kalau Alexa mengalami amnesia lakunat dan rasa sakit yang ia rasakan adalah akibat dari kinerja otaknya yang berusaha memproses ingatan dari masalalunya. Untungnya hal itu tidak akan terlalu berbahaya.


"Ya begitulah... Kau bilang kepadaku kalau kau tidak ingin orang tua mu ikut campur dan akan menikah dengan Sebastian. Kau menghabiskan hanya obsesi mencintai Sebastian,apa kamu sudah lupa dengan teman masa kecilmu. So bentar lagi bahkan beberapa Minggu ke depan kau akan resmi menyandang gelar janda kembang di usia 27tahun beberapa bulan." Raya menjelaskan sambil tertawa.


Alexa meringis. Yang ia ingat hanyalah semua kenangan buruk dari pria itu. Bagaimana pria itu selalu membuatnya menangis,menyakiti hatinya, berselingkuh,poligami, itulah yang melekat di ingatannya.


"Aku begitu bodoh." Alexa mendesah putus asa Dirinya yang dulu, benar-benar memalukan.


"Bagaimana dengan teman masa kecilmu." Ucap Raya.


"Kak Rian." Ucapnya pelan ia mengingatkan sesuatu pada seseorang yang amat ia cintai.


Raya tertawa geli melihat reaksi sahabatnya. Ia benar-benar tidak menyangka kalau suatu hari Alexa akan benar-benar bisa membuka matanya. Sejak awal Sebastian tidak pernah terlihat benar-benar mencintai nya.meski pada awalnya Sebastian memang bersikap jauh lebih baik kepada Alexa itu karena agar Alexa mau menikah dengan nya untuk mendapatkan ahli warisnya Abraham group.


"Belum terlambat untuk memulai awal yang baru, kau harus bisa melawan dia jangan terlihat lemah didepan keluarganya,apa lagi didepan istri keduanya itu.dan aku yakin kau akan segera bertemu dengan cinta masa kecilmu itu." Ucap Raya.


Alexa tertawa." Oke- oke aku akan menuruti apa yang kau katakan tadi."


Mereka sudah tiba di areal parkiran rumah sakit.


Raya menghentikan mobilnya dan menatap Alexa.


"Sebastian akan memberimu kompensasi yang besar untuk menjamin masa depan mu. Kau bahkan tidak akan perlu bekerja seumur hidupmu. Jangan khawatir kau juga akan kembali ke keluarga mu yang tajir melintir itu sama suami kamu saja kalah, sayang Sebastian yang bego tidak tau kamu putri orang berpengaruh no 5 di beberapa negara." Ucapnya Raya.


Alexa tertawa. Ia tahu jika ia mengungkapkan jati diri ia siapa kepada publik.


"Dokter akan benar-benar marah kalau sampai ketahuan kita keluar area rumah sakit, Untung rumah sakit sendiri." Alexa berbisik.


Raya terkekeh " jika kau memberitahu dokter atau perawat tidak apa-apa siapa yang akan melarang orang yang keluyuran dari rumah sakit milik keluarga sendiri.kau butuh udara segar dan ponsel baru sebenarnya kamu tinggal minta sama kak Jo asistenmu yang kaya kutub Utara itu pasti di kasih."ucap Raya.


Keduanya tertawa bersama sambil melangkah perlahan menuju ruang rawat Alexa.


Sebastian mendesah pelan.


Ia membolak-balik rekam medis Alexa dan memeriksanya berkali-kali.


"Gegar otak ringan dan amnesia?Dia mengingatku dengan jelas, bagaimana mungkin laporan ini mengatakan dia mengalami amnesia?" Ucap Sebastian kesal.


Andrew menarik nafas pelan. Sebagai pengacara yang sudah lama bekerja di perusahaan ini, ia tahu kalau Sebastian bukanlah tipe yang bisa bersabar. Dia mungkin memiliki kemampuan analisa yang cepat tapi bukan tipe seorang penganalisis yang sabar dalam banyak aspek.


"Jenis amnesia yang dialami Alexa adalah amnesia sebagian, dokter menjelaskan kalau Alexa mungkin kehilangan memori-memori tentang hal-hal indah atau baiknya yang berkaitan denganmu dan menyisakan hanya hal buruk dalam ingatannya. Selain itu trauma pasca kecelakaan, pada akhirnya membuat Alexa jadi bersikap dingin padamu. Di satu sisi, aku rasa ini lebih baik untuk Alexa dan juga untukmu." Ucap Andrew.


Sebastian mengetatkan rahangnya. Memangnya pernah ada hal baik yang terjadi selama masa pernikahan mereka? Kalaupun ada mungkin hanya ketika mereka berhubungan intim beberapa kali yang berujung pada kehamilan Alexa yang sama sekali ia harapkan.


"Aku memperlakukan dia seperti sampah! Meski ia tidak pernah membalasnya. Bagaimana itu terdengar baik untukku yang benar saja, dia pikir dia siapa?!


"Apa kamu lupa, kamu menikah karena siapa,jika kau tidak menikah dengannya apa kamu bakalan ada disini sekarang,duduk memimpin perusahaan Abraham, ingat itu bro." Kata Andrew.


Sambil menggelengkan lemah."jika kau memang ingin menceraikan Alexa demi Rena memperkuat posisinya di keluarga Abraham, seharusnya kau tidak perlu merasa terganggu dengan sikapnya?" Tanyanya Andrew kembali dengan nada menyelidik.


Sebastian mendengus pelan


"Kau benar bro, terserah dia mau melakukan apa pada akhirnya kami tetap akan bercerai." Ucap Sebastian


Bersambung....


Sebastian Abraham



keluarga baru Sebastian



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa klik favorit,rate bintang 5, komen,like,vote dan hadiah nya. Semoga kalian sehat selalu dan bahagia 🥰