
Rencana Honeymoon
Happy Reading 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Kak!" Sashi terkejut ketika ia di tarik masuk ke dalam kamar seorang pria meski itu kamar pacarnya.
"Kak!", Sashi mengulangi kata yang sama. Ia mencoba untuk melepaskan diri dari jeratan Dante. Sashi sangat ketakutan karena di bawa masuk ke dalam kamarnya.
"Diam lah gadis kecil, dari tadi kau ngomong terus, saat untuk aku kasih hukuman kepadamu", ucap Dante dengan senyum liciknya.
Glek
Sashi merasa kerongkongan terasa kering. Mendengar hukuman,
"A-aku! Tidak melakukan kesalahan apapun padamu", ucap Sashi dengan wajah pias.
Melihat wajah kekasihnya yang ketakutan membuat Dante ingin sekali mengerjainya.
"Oh sayang ku, apa aku harus menjelaskan kesalahan mu apa humm", seru Dante bibir nya tinggal beberapa inci saja. Tangannya memegang pinggang ramping Sashi.
Sashi menggigit bibir bawahnya. Membuat Dante ingin **********.
"Jangan pernah menggigit bibirmu apa ingin aku melumatmu", seru Dante.
"No! Kak tolong lepaskan, kita pasti sudah di tunggu Mami sama Papi di bawah" Sashi memohon agar di lepaskan dan keluar dari kamarnya.
"Tidak semudah itu honey"
"Papi" seru Sashi.
Membuat Dante melepaskan Sashi. Dan menoleh ke arah pintu namun ternyata Dante telah di bohongi sang kekasih.
Sashi tertawa dan pergi dari hadapan Dante. Ia takut jika Dante menariknya lagi kedalam pelukannya.
Awas kau gadis nakal.
Batin Dante tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.
🍃🍃🍃
Tidak butuh lama mereka keluar dengan berbarengan.
Sashi tersenyum melihat kekasihnya yang begitu hansome dengan rambut yang masih setengah basah di matanya.
Oh My God, ijinkan dia untuk menjadi teman seumur hidup ku, aku hanya meminta itu.
Batin Sashi.
Melihat Sashi tersenyum, Dante ikutan tersenyum dan mendekati kekasihnya.
"Kenapa tersenyum?", Tanya Dante. Ia merangkul pinggang Sashi
"Gak!" Kata Sashi mendongakkan kepalanya melihat wajah Dante.
"Selalu saja ngelak", seru Dante seraya menarik hidung mancung Sashi.
"Kak sakit", mengeluh kesakitan.
Dengan cepat Dante mengecup bibir Sashi membuat Sashi membelalak. "Udah tidak sakit kan?", Ucap Dante lalu menarik tangan Sashi untuk turun dan bergabung bersama mami Myta dan Papi Louis.
Membuat Sashi senyum- senyum sendiri. Ia sebenarnya malu jika dilihat mami Myta atau Papi Louis.
Ahhh.!!!!!!.kak Dante suka nya begitu cium sembarangan, bagaimana kalau ada mami atau papi yang melihat
Batin Sashi. ia merasa bahagia mendapatkan kecupan singkat dari kekasihnya.
Dante bergantengan tangan turun dari anak tangga. Kini ia mulai menunjukkan hubungan mereka di hadapan keluarganya.
"Ada yang sudah berani terang-terangan pih", bisik mami Myta ketika melihat Dante dan Sashi.
"Hush!! Tidak boleh gitu, dulu kita juga seperti itu honey", bisik papi Louis. Membuat mami Myta tersenyum.
"Jadi pengen muda lagi", ucap mami Myta.
"Hei!! Ingat cucu nya aja sudah Tiga, mami jangan ganjen", jawab papi Louis.
"Walaupun sudah memiliki cucu 100 saja mami masih muda. Ingat pih, nanti malam mami pakai yang berwarna merah kesukaan papi", seru Mami Myta dengan enteng nya.
Membuat papi Louis Tertawa. Ia juga tidak mau jika Istrinya merajuk, ia tidak akan mendapatkan jatah malam nya. "Sayang, bagaimana menurutmu jika kita pergi honeymoon lagi nanti saat aniversery kita yang 39 tahun", bisik papi Louis. Membuat mami Myta berbinar-binar. Siapa yang tidak suka, jika di ajak honeymoon lagi.
"Nah itu mami suka, makasih papi", seru mami Myta menggenggam tangan suaminya.
"Maaf kami berdua terlambat", sahut Sashi.
Membuat mereka berdua salah tingkah. Dante dengan cepat menarik kursi untuk sang kekasih untuk duduk.
"Terimakasih kak", ucap Sashi. Setelah itu Dante ikut duduk di samping sang kekasih.
Mereka semua makan dalam hening, tidak ada yang berbicara saat makan, jika bersama keluarga besarnya.
Setelah dirasa sudah selesai semua. Papi Louis baru membuka percakapan mereka.
"Bagaimana, dengan pekerjaan Dante?",
"Hmm!! Sampai detik ini masih aman, meski banyak yang mencoba menjadi tikus pih", seru Dante.
"Iya, kau benar Dante, saudara mu itu pintar mengelabui mereka yang hendak berbuat curang",
"Iya pih, Leo selalu membuat ke amanan baru agar tidak di tembus dari kubu mana pun, meski dia di atas kita sekalipun pi ",
Kedua wanita beda generasi ini hanya menyimak pembicaraan mereka. Karena sudah selesai makan nya Sashi membantu mami Myta beres-beres dan membantunya juga di dapur, meski ada pelayan Mansion, namun membuat mereka tidak menjadi manja yang selalu mengandalkan para pekerja Rumah Tangga.
Dan sedangkan kedua laki-laki tadi berpindah ke ruang keluarga.
"Bagaimana bisnis kamu nak,"tanya papi Louis. Meski Papi Louis sudah tidak bekerja namun informasi apa pun ia akan tahu.
"Meski hanya beberapa unit tapi masih aman pih", jawab Dante.
Meski Dante bekerja sebagai seorang asisten yang profesional dan sangat sibuk, namun ia memiliki usaha perhotelan yang belum banyak orang yang tahu,
"Syukurlah, jika kau ingin memperluas hingga keluar negri, biar nanti papi bantu", kata papi Louis.
"Terimakasih pih, nanti jika Dante butuhkan akan minta bantuan papi",
"Belajar lah dari saudara kamu Brian, bagaimana sepak terjangnya, ikutilah jejak dia Dante, kau pasti akan sukses" jelas papi Louis.
Dante menganggukan kepalanya.
"Apa kau ingin bermain catur dengan papi", tanya papi Louis.
Merasa di ajak dan di tantang Dante menerima tawaran dari papi Louis.
"Baiklah pih, biar Dante ambilkan alat-alat nya", seru Dante.
Meski akan kalah melawan papi Louis tapi Dante akan tetap berusaha. Dante bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah menuju ke tempat di mana penyimpanan alat catur ia simpan.
"Papi sudah lama tidak bermain", kata Papi Louis. Mulai menggerakkan bidak catur nya.
"Tapi papi masih jago dalam menjalankan bidak bidak catur ini", ucap Dante.
"Di dalam dunia bisnis, kau harus bisa mengenali dan mengendalikan siapa saja lawan mu dan seperti apa lawanmu, meski dia kawan terkadang akan menjadi musuh mu. Lihatlah pergerakan setiap mereka bergerak",
Sashi datang membawakan mereka minum dan cemilan untuk menemani mereka bermain catur.
Sashi duduk di samping Dante dan memperhatikan mereka bermain catur. Menyadari kehadiran Sashi Dante menoleh dan tersenyum.
"Terimakasih sayang", bisik Dante.
"Tuh lihat kedepan, nanti bisa di kalahkan sama papi lho", sahut Sashi.
"Kau tenang saja sayang", ucap Dante.
"Kalian berdua tidurlah di mansion, sudah lama kan kalian tidak tinggal disini", sahut mami Myta yang ikut bergabung dengan mereka.
"Sashi ingin bertemu baby 3G mih, seperti malam ini akan tidur di sana saja", seru Sashi.
"Mami, sama papi juga besok akan kesana sudah kangen sama cucu mami, besok saja kita kesana nya iya sayang",
"Baiklah mih",
"Tuh kan kamu kalah sayang, papi itu hebat bisa di bilang dia itu master nya catur", kata Sashi terkekek.
Membuat semua tertawa akan kata Sashi. Sedangkan Dante hanya diam.
"Papi hanya amatiran, dan kau Dante jika menjalankan sesuatu jangan pernah gegabah", ucap papi Louis.
"Iya pih, Dante akan mencobanya lagi", jawab Dante.
Mereka memulai lagi dan benar saja kali ini Dante yang menang dalam permainan kedua nya.
"Yes!! Tuh kan tadi bilang apa", ucap Dante.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih, jangan lupa, like, komentar, hadiah dan vote. Giveaway nya masih berjalan iya Love 😀😘🤗