
Kekhawatiran Brian #2
Happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Brian menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur, setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda tadi siang hanya untuk menemani istrinya nonton.
"Ya ... habis." gumam Alexa yang masih duduk di depan meja riasnya dan membuat nya di tong sampah dekat meja.
Brian bangkit dari tidurnya lalu duduk di pinggir tempat tidur seraya melirik ke arah istrinya yang masih setia duduk di depan cermin yang mengunakan baju tidur yang biasa ia gunakan. tak berapa lama wanita ini bangkit dan berjalan menuju suaminya dan ikut naik ke tempat tidur nya.
"Kenapa?" tanya Brian yang melihat istrinya merasa kesal.
"Skincare ku habis," ucap Alexa dengan sendu.
"Kenapa tidak beli sekalian tadi waktu kita jalan-jalan?" kata Brian mendekati istrinya dan merapikan anak rambut yang menutupi wajahnya.
"Aku lupa" Alexa tertawa kecil.
"kau ini, kalau tidak ngambek tadi siang gak bakalan lupa" seru Brian mencubit hidung Alexa dengan lembut tapi Alexa mengadu kesakitan.
"Au... sakit tahu." ngadu Alexa manja.
"Sini-sini mana yang sakit Hum" tanya Brian yang sedikit panik.
"Tapi bohong" Alexa tertawa melihat suaminya panik karena di kerjain.
"Awas kau ya.' ucap Brian seraya menggelitik tubuh Alexa sampai Alexa tidak kuat menahan tawa hingga sudut matanya mengeluarkan air mata.
"Sudah sayang stop... " pinta Alexa yang di bawah tubuh Brian yang masih menggelitik tubuhnya.
Brian menatap lekat wajah istrinya itu dan mengecup bibir nya sekilas dan turun kebawah perut ia kembali mencium dan mengusap perut Alexa yang masih rata.
"cup..... cup.... sebentar lagi kau akan hadir disini."
Alexa hanya mengamini.
"Sebaiknya kita tidur, seperti nya kamu capek hari ini,dan ingat cuma malam ini saja kamu bebas sayang"
Alexa merasa senang karena tidak melakukan proyek tunggal putra malam ini, setidaknya wanita ini bisa bernafas lega dan tidur nyenyak."
Brian membenam kan posisi tidurnya yang masih menyender di kepala ranjang. dan menarik Alexa ke dalam pelukannya.
Alexa memiringkan badannya mencari posisi yang nyaman untuk bersandar di dalam pelukan suaminya. aroma maskulin yang melekat di tubuh suaminya itu membuat nya merasa tenang dan nyaman jika didekatnya.
"Sayang kapan kamu akan launching perusahaan itu dan Mengganti nama perusahaan itu?" ucap Brian sambil mengelus-elus rambut panjang alexa.
Brian tahu jika Sebastian datang ke perusahaan tadi siang setelah laporan dari duo R. pria ini curiga jika ke hadiran nya ada sangkut pautnya dengan Alexa. ia tidak mau kalau Sebastian mendekati Alexa dan membujuknya untuk kembali, mengingat istrinya itu baik kepada semua orang meski sudah menyakitinya. terbuat dari apa hati istrinya itu.
"Secepatnya sayang, habis acara resepsi besok lusa atau sehabis kita pulang honey Moon mungkin" sahut Alexa yang masih nyaman dalam posisinya sekarang.
"Kau ingin honey moon kemana?" tanya Brian.
"Banyak yang ingin aku kunjungi, tapi disini banyak sekali yang harus di selesaikan." ucap Alexa lirih
"Kau tidak perlu khawatir, kau lupa punya suami yang hebat." seru Brian dengan sombongnya.
"iya." Alexa tergelak.
*
*
*
Pukul 04.30 Alexa terbangun dari tidurnya setelah alaram handphone berdering. wanita ini mengerjap matanya dan bergegas bangun dan menoleh ke arah suaminya yang begitu nyenyak tidurnya sampai ia tidak tega membangunkan nya.
"Terimakasih ya Robb kau telah menghadirkan sosok suami sempurna seperti dia,aku bersyukur karena telah memilikinya sekarang, semoga dia yang terakhir buat ku." gumam Alexa yang masih bisa didengar Brian.
"apa kamu sudah puas sayang menyentuh wajah ku" suara serak Brian khas bangun tidur.
"Sayang .... sejak kapan kamu bangun" ucap Alexa mengalihkan perhatian dan hendak bangkit dari tempat tidur untuk menutupi kegugupannya.
"sejak kamu menyentuh wajahku dan mencium wajah ku."
"Lebih baik kita segera bangun sebelum waktu sholat habis."
kedua suami istri ini akhirnya bangun dan menjalankan ibadah sholat subuh berjamaah seperti biasanya. setelah itu Brian melakukan kegiatan pagi untuk olahraga.
Alexa turun ke bawah setelah membersihkan tempat tidur nya dan Menganti kain seprai dengan yang baru dan meletakkan ke laundry bag. untuk segera di cuci oleh bagian laundry yang sudah di tugaskan di mansion.
wanita ini menuju dapur untuk membuat kan minum. ia akan membuat infused water dingin dengan mencampurkan air dengan buah-buahan favorit suaminya seperti lemon, stroberi, dll.
Infused water dapat menjadi pilihan yang baik untuk mengembalikan hidrasi saat olahraga pagi. Apalagi, infused water termasuk termasuk minuman rendah kalori. selain minuman teh, susu dan jus.
setelah selesai Alexa menuju dimana Brian tengah berolahraga di halaman belakang mansion. Alexa tersenyum setelah melihat keberadaan suami tercinta nya itu dan meletakkan nampak berisi infused water dingin yang sudah dibuatnya tadi di atas meja yang tersedia di halaman belakang.
Alexa melihat tubuh Brian berkeringat membuat nya tampak maskulin dan seksi di matanya.
Brian menyudahi acara olahraga nya yang di temani mertua nya itu, setelah melihat kehadiran istrinya yang cantik di pagi hari tanpa polesan make up di wajah nya. terlihat aura kecantikan nya keluar dari wanita ini. sangat cantik dan alami.
Pria ini mendekati istrinya dan mengecup bibir Alexa. dan menerima handuk dari nya.
mereka duduk berdua di halaman dan menikmati sinar matahari yang mulai menyinari bumi.
"Terimakasih sayang."
"Minum lah selagi dingin." kata nya.
"Dad Alexa bawain minum sekalian sini duduk bersama." teriak Alexa kepada Dady nya itu.
Dad Damian akhirnya memutuskan untuk menyudahi olahraga nya itu dan mendekati putri nya.
"Pagi darling." ucap dad Damian seraya mengecup kening putrinya dan menerima minuman yang sudah di buatkan putrinya itu.
"Pagi juga dad, kalian lanjutkan lah,sayang kau mau buatkan apa untuk sarapan hari ini."
"Apa saja terserah, apa pun masakan kamu, aku suka, karena aku bukan orang pemilih sayang" jawab Brian.
"Baiklah lexa masuk dulu mau bantuin momy di dapur."
Setelah kepergian Alexa Brian berbincang-bincang dengan mertuanya itu dan sedikit membahas soal Abraham grup dan lain nya yang menyangkut Alexa. karena ia merasa belum aman dan begitu juga dengan Dady merasa khwatir dengan putrinya. apa lagi soal Nadya, Brian tidak ada yang di tutupi di depan keluarga istrinya karena ia juga berhak untuk melindungi istrinya itu mengingat Alexa putri tunggal keluarga Marley, meski Brian lebih berhak karena dia suami nya.
bersambung...
Salam dari kang posesif
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
terimakasih jangan lupa like dan komentar nya sebanyak-banyaknya nya lope lope 😘
**Vote dan hadiah nya sangat berarti buat otor untuk tetap semangat update terus setiap hari.
salam sayang dari author...
salam santun..... 🤗🤗🤗🤗
Enaknya di apain iya Nadya sama keluarganya Sebastian**???