I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
96. Kabar Buruk



Kabar Buruk


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Salah satu bodyguard itu mengendong Alexa dan membawanya ke rumah sakit, Raya dan Natasha membantu Sashi yang belum sadarkan diri. ia di bantu oleh bodyguard mami Myta menuju mobilnya dan Nadya di bawa oleh bodyguard Brian yang di tugaskan untuk menjaga Alexa dari kejauhan.


mami Myta menangis ia tidak mau kehilangan calon cucu nya yang di harapkan itu dan ia tidak lupa menghubungi suaminya dan putranya itu. namun Brian susah untuk di hubungi, Akhir ia menghubungi Dante putra angkat nya itu.


"Hallo mih"


"Dante ... dimana Brian, mami mau bicara penting" teriak mami Myta dengan Isak tangis


"Mami menangis, ada apa mih? Brian baru saja masuk kedalam pesawat nya"


"Cepat kamu cegah Brian untuk pergi sekarang dan bilang Alexa masuk kerumah sakit cepat" bentak mami Myta.


Dante tidak mau kena amuk mami Myta ia dengan segera berlari kencang menuju Pelataran pesawat atau biasa di kenal apron adalah bagian dari bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang. ... Pelataran pesawat berada pada sisi udara (air side) yang langsung bersinggungan dengan bangunan terminal, dan juga dihubungkan dengan jalan rayap (taxiway) yang menuju ke landas pacu.


Dengan nafas yang ngos-ngosan ia berlari menuju pintu pesawat jet private nya.


"Tunggu jangan di tutup dulu" teriak Dante.


Pria ini melihat salah satu pramugari yang hendak menutup service door dan menyelonong masuk ke dalam


Brian yang sedari tadi memiliki perasaan yang tidak tenang untuk meninggalkan istrinya yang sedang mengandung anak itu. ia dikejutkan dengan munculnya Dante.


"Dante kau" ucap Brian yang belum menyelesaikan ucapannya. ia di tarik paksa oleh Dante untuk turun tanpa penjelasan apapun membuat pria bule bermata biru ini merasa heran dengan asisten sekaligus sahabatnya itu


"Hei .. berani kamu menarik tangan ku" Hardik Brian.


"Sudah gak usah berisik tinggal nurut aja."


"Tunggu, kau mau bawa aku kemana?" bentak Brian.


Dante akhirnya melepaskan tangan Brian dengan berat hati ia harus bercerita kepada bos, sekaligus sahabatnya itu. jika tidak ia akan di kirim ke Antartika itulah ancaman Brian kepada semua asisten nya.


Sebenarnya berat untuk bercerita namun apa daya Brian pasti akan mengancam dirinya dikirim ke Antartika.


"Tadi mami telpon tapi handphone kamu sudah di non aktifkan jadi ia telepon aku, kita disuruh kerumah sakit sekarang"


"Deg"


Perasaan apa ini, sedari tadi ia juga memiliki perasaan tidak tenang.


"Si- siapa yang sakit"


"Alexa istri kamu masuk rumah sakit"


Mendengar istrinya yang masuk rumah sakit seketika Dunia nya terasa terbalik ia tidak bisa berkata apa-apa, Brian benar-benar murka.jika terjadi sesuatu dengan istrinya itu ia akan menghancurkan orang itu sampai menjadi debu, jiwa mafia Brian kembali bangkit ia mengeratkan rahangnya yang mengeras dan mengepalkan tangannya.


"Jangan bohong kamu" Brian menarik kerah kemeja Dante dan menyudutkan ke dinding pesawat.


"Maaf Mr El apa kita jadi untuk terbang"


"Diam kamu" bentak Brian.


Pramugari itu menjumul kaget melihat kemarahan Brian.


***


Mom lili yang sedang memasak untuk keluarga nya tiba -tiba di kejutkan dengan gelas jatuh yang tak sengaja ia senggol.


mbok nah yang mendengar suara benda jatuh mendekat ke arah sumber suara. ia terkejut melihat gelas pecah dan melukai tangan mom lili yang hendak membersihkan sisi beling yang berceceran di lantai dapur.


Salah satu pelayan berlari teronggok-onggok ke arah mom lili.


"Nyonya lihat live streaming ini, bukan nya ini nona muda Alexa?"


mom lili menerima gawai dari pelayannya dan melihat sejenak kejadian Alexa melawan dua preman dan di bantu oleh bodyguard nya dan mom lili menjerit ketika melihat putrinya tersungkur dan tak sadarkan diri.


"Mbok Alexa mbok, aku tidak mau kenapa- kenapa dengan Alexa mbok hicks...hicks.." Isak tangis mom lili pecah ketika mbok nah memeluk tubuh nyonya nya itu. "Sabar Nya, kita doa kan saja non lexa baik - baik saja" mbok nah menenangkan mom lili


"Nyonya... nyonya Bagun nya" mbok nah menepuk- nepuk pipi majikannya. namun tak kunjung sadar.


Mbok nah ikut menangis ia tidak tega melihat tayangan tadi, rasanya mbok nah ikut merasakan sakit melihat nona muda itu di tendang oleh Nadya.


Mbok nah memerintahkan kepada pelayan tadi yang bernama nancy untuk menghubungi Dad Damian.


"Nancy ... nancy tolong kamu hubungi tuan.


"Baik mbok"


Nancy menuju telepon rumah ia menghubungi dad Damian.


"Hallo tuan ini nancy"


Dad Damian merasa heran tumben pelayan Mansion itu menghubungi nya, pasti ada sesuatu yang tidak beres sampai ia di hubungi oleh pelayan nya itu


"Iya Nancy ada apa? katakan apa yang ingin kamu sampaikan"


"Itu tuan... anu tuan"


"Iya Nancy itu kenapa dan anu kenapa? bisa tidak bicara yang jelas"


"Maaf tuan. itu ... anu Nyonya tuan"


"Ada apa Dengan istri ku"


"Itu Alexa tuan, anu Nyonya" nancy memukul mulutnya ia merasa tidak bisa berbicara dengan benar.


Nancy menarik nafas panjang "Nona Alexa terluka dan Nyonya tidak sadarkan diri" ucap Nancy dengan cepat, kilat dan padat membuat yang di sebrang binggung.


"Apa Nancy kamu bisa ulangi lagi" hardik Dad Damian.


"Nona Alexa terluka dan nyonya tak sadarkan diri ketika melihat nona muda" ujar nancy menjelaskan dengan gamblang


Jonathan masuk tanpa mengetuk pintu di saat nancy menyampaikan tentang Alexa dan istrinya.


"Dad Alexa berada dirumah sakit"


"Apa!!" Dad Damian sock mendengar kabar dari pelayan rumah dan juga Jonathan. ia menjatuhkan handphone nya.


Dad Damian terdiam ia masih mematung. Jonathan menatap dad Damian tidak bergeming. ia mengambil handphone yang terjatuh di lihatnya masih tersambung dan ada suara menyebut nama tuan.


"Hallo ini Jo, ada apa sebenarnya?"


"Den muda Jo itu tadi Nyonya tidak sengaja melihat live streaming di handphone nancy melihat langsung nona muda Alexa di tendang di bagian perut dan akhirnya tak sadarkan diri dan nyonya ikut tak sadarkan diri setelah itu"


"Baik, Terimakasih Nancy, sampaikan pada pak mun untuk mengantar mom lili DMJ Hospital Setelah sadar nanti"


"Baik Den."


Nancy mengakhiri sambungan telepon dan mencari keberadaan pak mun untuk mengantar mom lili ke DMJ Hospital jika sudah siuman dari pingsan nya


"Dad... apa Dady baik-baik saja" Jonathan menepuk pundak dad Damian yang masih diam tidak bergerak.


"Dad" Jo menepuk pundak dad Damian kembali membuat pria paru baya itu tersadar dari lamunannya.


"Iya Jo"


"Apa Dady baik-baik saja, apa perlu teh hangat untuk menenangkan pikiran Dady sejenak sebelum kita pergi ke rumah sakit sekarang" ujar Jo dengan hati-hati.


"Tidak perlu Jo, lebih baik kita pergi sekarang"


"Apa Dady yakin dengan keadaan Dady seperti ini"


"Iya 100% Aku yakin Jo" Dad Damian bohong jika ia baik-baik saja, ia juga masih shock dengan kabar buruk putri dan istrinya itu, kedua orang yang ia sayangi.


Bersambung..


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah nya lope lope sebanyak-banyaknya 😘


Terimakasih yang sudah menebak siapa biang keroknya 😀😀