I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
127. Pengakuan.



Pengakuan


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Setelah menempuh perjalanan hampir 16 jam dari Jakarta ke London Inggris. Brian baru saja mengaktifkan benda pipih berbentuk persegi panjang itu dan tidak butuh menunggu lama hanya beberapa detik banyak notifikasi pemberitahuan chat masuk dan panggilan masuk dari istri tercintanya itu. ia terkejut melihat banyak nya chat Alexa ke padanya hanya kata Miss you.


Ia ingin menghubungi balik istrinya itu untuk memberitahu kan bahwa dirinya sudah sampai di London Inggris. ia melirik ke jam tangannya jam 5 waktu London dan di Jakarta kurang lebih sudah tengah malam, istrinya pasti sudah tidur nyenyak. namun setelah melihat ternyata istrinya masih online beberapa menit yang lalu.


Brian memutuskan untuk mencoba menghubungi istrinya. tidak butuh lama panggilan tersambung dan dugaan Brian benar jika istrinya belum tidur.


"Hallo sayang, kenapa belum tidur?" tanya brian


"Bagaimana bisa tidur jika tidak memelukmu sebelum tidur" keluh Alexa mengerucut bibirnya. membuat Brian terkekek ingin rasanya melahap bibir Alexa sekarang yang sudah menjadi candu bagi Brian.


"Sini aku peluk, ini baru sampai Sayang"


Brian mengganti panggilan telepon menjadi Vidio call untuk melihat istrinya langsung. namun apa yang Brian lihat Alexa memakai gaun tidur yang transparan membuatnya ingin memakannya.


"Damn it!!" umpat Brian melihat istrinya itu yang sangat menggoda. namun ia baru teringat ia sedang bersama sang asisten nya Jecky di belakang nya.


"Jeck!"


"Iya Mr El" jawab Jeck.


"Kau berjalan lah terlebih dulu di depan ku, aku tidak ingin kamu melihat istriku."


"Bukannya saya sudah melihat istri Mr El?" jawab Jeck karena memang dia sudah mengenal Alexa dan Bertemu dengan nya.


"Jeck!! apa kau ingin aku kirim ke Antartika sekarang?"


Jeck merasa binggung dengan perkataan bos nya itu yang membuat nya salah paham.


"ck Tadi saja sok sok an tidak berdaya di dalam private jet" gumam Jeck.


Tanpa banyak bicara Jeck berjalan mendahulukan Brian. ia juga tidak mau mendengar orang yang lagi kasmaran yang sedang berjauhan. bisa-bisa jiwa jomblo nya meronta-ronta ia bisa saja pergi ke bar mencari wanita yang bisa dibayar untuk menemaninya malam ini, karena rasa lelah yang menghandle perusahaan Zeus grup tidak lah sedikit.


"Sayang tidurlah , aku akan menemani tidur mu dari sini sampai kau benar-benar tidur"


Benar saja setelah Brian menyuruhnya tidur dengan Vidio call yang masih tersambung.


***


Mommy lili masuk ke dalam kamar putrinya ia ingin melihat putri sudah tidur atau belum, karena sedari tadi masih saja kepikiran akan kabar dari suaminya itu.


Dengan perlahan mom lili membuka kamar tidur Alexa ternyata tidak di kunci dari dalam membuat mom lili masuk dengan mudah.


Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan muda ini melihat putrinya yang sudah tertidur dengan handphone yang masih menyala ia melihat menantu kesayangan di balik layar handphone yang sedang Vidio call dengan putrinya itu.


Mom lili sesekali mengapa menantunya itu dan Brian meminta untuk menjaga Alexa selagi ia tidak di sisi nya, tanpa Brian minta dan menyuruh mom lili pasti akan melakukan nya untuk putri kesayangannya itu. mom lili yang akan mematikan handphone Alexa namun Brian menolak karena ia ingin melihat istrinya tertidur sampai ia bangun tidur besok paginya. dengan cara ini Brian tidak akan merasakan jauh dari istrinya meskipun kenyataannya memang mereka sedang berjauhan.


Sungguh seperti pasangan yang baru mengenal cinta. mom lili senang karena Brian begitu perhatian kepada putrinya itu.


"Mom, jangan di matikan, karena Brian ingin selalu bersama istri Brian, meski kita sedang berjauhan bahkan perbedaan negara tidak akan pernah bisa memisahkan kami"


"Baiklah sayang, mom istirahat dulu" kata nya.


Beruntung kamu sayang memiliki pria seperti nak Brian


mom lili mengusap rambut putrinya dan mengecup keningnya, mom lili selalu melakukan dari dulu jika putrinya sudah tidur sebelum dirinya tidur ia akan memastikan putrinya terlebih dulu jika ada Alexa di mansion.


*


*


*


"Mas kenapa kita pindah di kota terpencil seperti ini?" tanya Rena


"Karena aku ingin menebus kesalahanku" kata Sebastian.


"Kenapa kamu membawa-bawa aku dan anak-anak? jika kamu ingin menebus kesalahan mu kepada nya?"


"Ya! aku ingat, tapi tidak di kota terpencil seperti ini, bagaimana bisa hidupku nanti mas?"


"Hidup mu?" Sebastian memicingkan matanya "Tinggal nikmat saja apa yang sudah di garis bawahi sama takdiri kita" kata Sebastian lagi.


"Kau bisa pergi sekarang, nanti aku urus berkas-berkas yang akan aku layangkan ke pengadilan"


"Mas! kau mengusirku? bahkan kita baru sampai"


"Bukan nya kau tidak ingin tinggal di kota ini?" Sebastian meninggalkan istrinya itu yang tidak mau tinggal di kota terpencil. "Aku akan memulai hidup ku dari sini" kata nya lagi.


Dengan tinggal di kota terpencil ia bisa memulai hidupnya dari mulai nol lagi. setidaknya ia bisa jauh dari Alexa dan melupakan mantan istrinya itu.


Sebastian menyesal kenapa dulu ia begitu membenci Alexa hanya untuk kebahagiaan keluarga besar Abraham. tapi ia lupa jika Alexa juga menjadi bagian dari keluarga Abraham, yang menjadi istrinya. keluarga besar Abraham memang sudah di butakan dengan Harta kekayaan.


"Mas yang benar saja, aku tidak mau berpisah dengan mu, tapi aku tidak mau tinggal disini"keluh Rena


"Aku sudah jatuh miskin Rena, apa kau lupa? jika kau ingin harta kekayaan Abraham grup saja kan? lebih baik kita berpisah tapi jika kau memang benar mencintai ku tetap lah di sisiku"


"Ti- dak, mas bubukan begitu"


"Lalu" kata Sebastian.


Sebastian yang hendak pergi di urungkan ia kembali menatap wajah Rena. "Terserah kau mau bagaimana, aku lelah"


"Mas! mas!" teriakkan Rena kepada Sebastian. "Sebenarnya apa yang terjadi kenapa kita harus pindah ke sini?" Rena yang masih ambigu dipikiran melihat suaminya meminta pindah dari kota Jakarta.


"Baiklah jika itu mau mu, kau ingin tahu yang sesungguhnya kenapa kita pindah ke sini"


Rena hanya mengangguk karena ia juga belum tahu yang membuat suaminya babak-belur dan mengurungkan dirinya di dalam ruangan kerjanya itu, dan sekali keluar malah pindah dari rumah nya.


Lagi-lagi Sebastian urungkan niat untuk pergi dari Rena.


Sebastian menceritakan semua apa yang ia dengar dari opah Hamid kakek nya Brian. dan ia juga menunjukkan dimana kakek nya Alexa di bunuh oleh kakek nya dengan mensabotase rem mobil dan juga memperlihatkan mobil Alexa yang di sabotase oleh ibunya sendiri.


"Ti-dak Tidak mas ,mamah tidak salah" tanpa sadar Rena mengucapkan kata yang selama ini ia rahasia kan.


Sebastian semakin penasaran dan curiga kepada istrinya Rena yang berlaga aneh.


"Apa yang sebenarnya terjadi? apa kau tahu sesuatu?" Sebastian masih menunggu jawaban istrinya.


"Ti-dak" Rena sedikit gugup ia takut akan semakin panjang urusannya.


Sebastian masih merasa ambigu dalam pikiran nya."Baiklah jika kau tidak mau bercerita jangan salah kan ku jika aku melayang kan surat cerai"


Rena tidak mau jika Sebastian menceraikan nya, ia pasrah dan akhirnya mengakuinya di depan Sebastian suaminya rahasia apa yang ia sembunyikan dari nya.


"Aku yang sudah menyuruh mama untuk melakukan sabotase kepada mobil Alexa dulu, tapi kenapa wanita itu tidak mati sekalian"


"Apa!" Sebastian terkejut ia tidak menyangka istrinya otak di balik kecelakaan Alexa itu.yang hampir merenggut nyawanya sampai ia tidak sadarkan diri dan hilang ingatan sebagian.


"Kau bahkan coba untuk membunuh Alexa dulu" Sebastian Murka.


"Iya karena aku tidak ingin kamu di miliki wanita itu" emosi Rena karena suaminya membela mantan istrinya.


"Astaga kau ternyata kejam juga, aku tidak terima kau berani melakukan ini, lebih baik kita berpisah"


Sebastian menelan kenyataan pahit, bahwa istrinya yang ia pilih dan pertahankan ternyata ingin membunuh mantan istrinya itu.dan membunyikan selama itu. ternyata istrinya adalah iblis.


"Mas! tidak mas aku mohon jangan ceraikan aku, bagaimana anak-anak nanti tanpa aku"


"Mereka akan lebih baik tanpa ibu yang seseorang pembunuh"


Bersambung...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah nya.


Salam sayang dari author 💃💃💃


Salam santun 🤗🤗🤗