I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
166. Perceraian



****Perceraian****


**Happy Reading lope 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷**


"Luka ini tak seberapa dengan luka kehilangan orang yang kita sayangi"


Anak buah Arga yang hendak membantu bos nya ini terhenti dengan ucapan bos nya.


Arga mengisyaratkan untuk pergi darinya dan meninggalkan dirinya sendirian di dalam ruangan.


🍃🍃🍃


"Mana janji mu brengsek!!?? jika aku jujur, aku akan di lepaskan, sekarang lepaskan aku" Bentak Rena.


"Seperti nya aku berubah pikiran" Rio tersenyum licik.


"Apa maksudmu" Ucap Rena "Jangan pernah kau sakiti anak-anak ku"


"Kau tenang saja" sahut Rio.


Rio memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk melepaskan ikatan Rena dan mendatangkan seseorang. Rena yang masih berteriak tidak terima jika ia telah di bohongi.


langkah kaki seseorang mengejutkan Rena.


Seseorang yang sudah berada di hadapannya Rena


"Mas kau datang" seru Rena melihat suaminya datang ia merasa senang akan kedatangan Sebastian. Rena bangkit dan memeluk suaminya.


"Ka- kau pasti akan membebaskan ku kan" Rena tersenyum. "Mas!! mereka semua jahat sudah menculik ku dan menyandra ku" Rena menunjuk tangan nya ke arah Rio dan beberapa anak buah Brian.


Namun Sebastian tidak menjawab ia sudah murka melihat istrinya itu telah membohongi nya. "Kalian pasti akan menyesal"Teriak Rena. "Mas kasih pelajaran mereka dan penjara kan mereka, biar mereka tahu jika aku istrimu" kata Rena lagi. ia tertawa bahagia namun ia tiba-tiba diam dengan perkataan Sebastian yang sedari tadi hanya diam.


"Aku akan melepaskan kan mu tapi dengan satu syarat"


"Apa maksudmu mas" Rena meras terkejut.


Sebastian mendorong Rena kembali duduk di kursi. "Mas! kenapa kau malah mendorong ku" Rena mendongakkan kepalanya ke wajah suaminya.


Sebastian mengeluarkan selembar kertas dan ia tunjukkan ke Rena.


"Apa ini mas? apa ini!!? ka-u akan menceraikan ku"


"Iya itu salah satunya" tegas Sebastian.


Rena mengelengkan kepala nya tidak percaya, yang ia takutkan selama ini terjadi juga.


Rena menatap lembaran kertas itu ia membacanya dari atas sampai bawah dengan teliti. "Ini bohong kan mas, mereka semua anak-anak mu"


"Tidak!!" Tegas Sebastian "Kau lah yang membohongiku selama ini, kau sudah merusak segalanya dengan kehadiran mu semua hancur" Teriak Sebastian.


"Jika mereka memang darah daging ku, anak ku" Sebastian menyeringai tipis "Aku tidak akan melakukan hal konyol seperti ini dengan melakukan Tes DNA" teriak Sebastian di depan wajah Rena. membuat Rena kaget akan teriakan suaminya. semarah apa Sebastian kepadanya masih bisa di toleransi. namun hari ini ia bisa lihat kekecewaan dan amarah Sebastian yang sesungguhnya.


Rena tertegun mendengar kemarahan suaminya. Rena menjatuhkan diri nya di hadapan Sebastian ia bersimpuh di hadapan nya. "Maafkan aku mas" Rena menangis.


"Hapus air mata buaya mu itu Rena" bentak Sebastian ia mengibaskan kakinya dari pelukan Rena. "Tidak mas, Maaf kan aku dulu"


"Aku sudah memaafkan mu, tapi kau harus mau menandatangani surat perceraian kita dan hak asuh jatuh padaku"


"Tidak mas!! tidak, mereka anak ku bukan anakmu, tidak mungkin kau mengambil alih anak-anak ku"


Sebastian bertepuk tangan.


prok


prok


prok


"Akhirnya kau mengakuinya juga Rena. jika mereka bukan anak ku"


Sebastian pergi meninggalkan Rena yang masih diam ia menyesal karena keceplosan bilang jujur kepada Sebastian.


🍃🍃🍃


Brian mengetahui jika Arga akan mengajukan permohonan kerja sama kembali. hingga Dady Damian mendengarnya. ia tidak mau jika perusahaan putrinya bermasalah apa lagi sampai di ambil alih. maka dari itu Dady Damian menyerahkan sepenuhnya kepada Brian.


Brian menyetujui keputusan Dady Damian. ia akan menerima jika Arga mengajukan kerja sama kembali.


"Riki, Riko! aku percaya sama kalian, apa yang harus kau lakukan jika Arga datang kemari"


"Iya Tuan El"


"Bagus, dan kau Rafeal bantu mereka, kabari jika Arga sudah mendatangi kontraknya.


"Baik tuan"


Semenjak Alexa hamil ia tidak lagi datang ke Alexander Grup lagi mengingat ia sudah hamil besar ia menyerahkan semuanya kepada Dua R dan Rafael bodyguard nya. namun Brian yang memantau pekerjaan mereka.


Brian tersenyum saat melihat istrinya menghubungi nya. ia pergi dari mereka.


"Sayang, kenapa kau lama sekali, kau dimana" sahut Alexa di sebrang telepon.


"Aku masih di kantor kamu, kau ingin sesuatu sayang?"


"Tidak, aku hanya ingin kamu cepat pulang"


"Baiklah sayang, tunggu aku dirumah"


Tut


Telepon terputus.


Alexa yang kini tengah menonton film kartun favorit nya meski sudah lama tapi ibu hamil ini menyukainya.


Alexa menangis saat menonton film kartun ia benar-benar menghayati cerita film kartun nya.


Mom lili yang melihat putrinya menangis ia ikut duduk di sebelah nya. "Sayang, kenapa kamu menangis"


"Mom lihat, kasian lebah itu, mencari ibunya yang sudah meninggal"


Mom lili tahu jika ibu hamil ini sangat sensitif. "Itu hanya film kartun sayang, jangan menangis ya"


"Tidak mom, jika anak-anak lexa yang mengalaminya bagaimana?"


"Hush!! sayang,tidak boleh bilang begitu" mom lili mematikan televisi nya agar putrinya tidak menangis lagi.


"Mom!! kenapa di matiin, kan ceritanya belum selesai"


"Sayang, dengar mommy, jika kau ingin menonton jangan yang sedih, kasian cucu-cucu mommy"


"Kenapa mom?"


"Sayang, jika mommy nya sedih, marah dan senang itu akan mempengaruhi janin yang dikandungnya" Mom lili menyentuh perut buncit putrinya.


"Sayang kamu Kenapa?" sahut Brian yang baru saja sampai mansion Dady Damian.


"Tadi Alexa melihat film Hacih.


lalu ia menangis. karena takut jika anak kalian kehilangan orang tuanya.seperti di film kartun itu"


"Astaga sayang, kamu ada-ada saja, anak-anak kita tidak akan kehilangan orang tua nya" Brian mendekati istrinya dan mom lili pergi dari hadapan nya.


"Mom mau kemana"


"Tuh Dady mu pulang" menunjuk ke arah dimana Dady nya berjalan ke arah keluarga nya.


"Wah ada apa ini? Dady telat pulang iya" sendu Dady Damian.


"Tidak Dady, Brian saja baru pulang, tadi Alexa menangis karena melihat seria kartun"


"Darl"


"Iya Dady" Alexa memperlihatkan gigi putihnya.


Brian mengajak istrinya untuk istirahat di dalam kamar.


"Sayang, lain kali jangan nonton film kartun seperti itu lagi iya" Brian mengendong Alexa kedalam kamarnya. tangan Alexa mengalungkan di leher Brian agar tidak terjatuh.


"Maaf sayang, habis bosen tidak ada liburan lagi"


"Apa kau ingin pergi ke suatu tempat sayang, agar kau tidak bosan dirumah"


Alexa berpikir sejenak. "Sayang, aku ingin makan malam di luar"


"Baiklah sayang kita makan malam diluar"


Brian membaringkan tubuh Alexa di atas kasur. dan sementara dirinya membersihkan badannya. Alexa tersenyum karena di berikan suami yang sangat baik dan pengertian. ia menatap suaminya yang sedang melepaskan bajunya di tatap tubuh kekar Brian hingga Brian masuk kedalam kamar mandi hinga tidak terlihat lagi.


"Sayang, mommy bangga memiliki Dady seperti Dady mu" Alexa mengelus perut buncitnya dan di respon dengan gerakan calon anak-anaknya.


membuat Alexa tersenyum ternyata anak-anaknya merespon.


Bersambung..


Maaf lama update. kemarin sempat hilang akun NT nya sampai lupa tidak bisa di buka tapi syukurlah Alhamdulillah sudah kembali.


😁😁


Jangan lupa hadiah nya meski sedikit ya teman-teman 🤗🤗😘


Yang kangen sama Brian ini author tampilan.



Dan Sebastian ketika bersama anak-anaknya. Duh kompak benar iya 😂😂