I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
51. Menuju Halal



Menuju Halal


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Dimana Dia." Tanya Brian dengan raut wajah dingin yang baru saja sampai di markas.


Anak buah nya telah menangkap orang yang sudah berani menyebarkan berita scandal dengan Alexa tempo hari.


Semua anak buah Brian yang ada di situ tampak menunduk hormat kepada Brian.


"Di sebelah sana King." jawab Rio yang menunjukan salah satu ruangan tanpa cahaya.


Setelah di beritahu oleh Rio, Brian melangkah cepat ke tempat yang di tujuh dan dua anak buah segera membuka pintu setelah melihat kedatangan bos nya.


Brian memberikan isyarat untuk mendekatkan pria itu ke hadapannya, Brian dengan tatapan menusuk ke arahnya menambah aura menyeramkan yang sangat dominan.


"Apa dia sudah buka mulutnya Rio."


"Belum king,jawab Rio


"Ambil ember itu Rio." pekik Brian menyuruh orang kepercayaan mengambil ember berisi air


Brian memberi isyarat untuk menguyur kan ember berisi air itu. kepada seseorang yang duduk didepan dengan tak sadarkan diri.


"Byur."


Setelah beberapa kali di guyur air akhir pria ini, terbangun dari kesadaran nya.


"Hah... hah ..."


Pria yang didepan nya menelan ludah melihat kedatangan Brian seperti malaikat pencabut nyawa.


"Tolong... jangan tuan, sudah cukup saya menderita disini.tolong bebaskan saya." ucap pria itu yang hendak di siram air kembali.


Brian memberikan isyarat untuk berhenti.


"Aku akan membebaskan mu asal kau mau kasih tau kami siapa yang menyuruhmu!! bentak Brian.


"Aku tidak mau....." jawab pria itu.


"Rio... tuang air nya." pinta Brian


Setelah mengangguk, Rio menuangkan air itu ke tubuh nya namun air kali ini berbeda air yang sudah di campur air cabe dan garam


"Perih.... perih.. argghhhh perih" jeritan Edo merasakan sekujur tubuh nya yang banyak luka sebelumnya merasakan perih


Brian memberikan isyarat untuk berhenti dan anak buahnya sedikit menjauh dari hadapannya, kemudian duduk di depan pria itu dan Brian menekan kuat-kuat rahang bawah Edo.


"Sekarang katakan kepadaku, siapa yang sudah menyuruhmu."tanyanya dengan wajah membunuh.


Edo hendak akan menjawab namun rasa perih dan sakit masih terasa.


"Jawab." teriakan Brian dengan tidak sabar.


"Tidak..aku tidak mau."


"Cepat jawab" bentak Brian "Rio cepat tuang lagi airnya."


Saat Rio hendak menuangkan ember berisi kembali.


"Stop ..... " dengan menyilangkan kedua ya ke atas "baik aku akan mengakui." jawab Edo.


"Itu ...... aku disuruh oleh wanita itu." katanya lagi dengan gemetar.


"Siapa." bentak Brian


"Aku.... aku ... tidak tahu namanya, tapi tuan bisa melihat ini,seru Edo merogoh saku celananya dan menyerahkan flashdisk yang tersimpan di saku celananya itu.


Brian menerima flashdisk dari tangan Edo dan menyuruh salah satu bodyguard nya untuk mengambil laptop nya dan melihat isi flashdisk itu.


Brian tercengang saat melihat Vidio panas Edo dengan seorang perempuan yang ia kenal.


"Dasar wanita ******" gumam Brian.


"Hanya dengan itu kamu mau melakukan hal bodoh sungguh murahan." seru Brian.


"Dia... dia ... membayar ku dengan 3kali lipat dari yang di janjikan.


"Rio kasihkan.suntikan itu sebelum dia di lepaskan."


Brian menyuruh Rio untuk membuat tulang-tulang nya akan hancur dengan sendirinya dengan menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuhnya. sebelum ia pergi dari markas.


"Rio... kita ikuti permainan tuan Guang dan putrinya."


*


*


*


Kini ia duduk di bed sofa yang tidak jauh dari tempat tidur nya seraya mengecek beberapa email masuk.


bed sofa yang cukup besar ini biasa Brian tidur ketika ada Alexa, meski dalam satu kamar tapi Brian memilih untuk tidur di bed sofa dekat tempat tidur,meski kadang awalnya Alexa minta tidur ditemenin namun ia akan pindah jika Alexa sudah tidur pulas.


Setelah selesai menyelesaikan pekerjaan nya.


Brian teringat kejadian tempo hari ketika tunangan nya itu bertemu dengan mantan suaminya yang meminta rujuk kembali. ia tidak mau kehilangan Alexa lagi yang kedua kalinya.


"Seperti nya aku harus menikahi Alexa secepatnya." gumam Brian.


Dengan segera Brian mengambil benda pipih berbentuk persegi panjang itu di atas bed sofa.


Pria ini segera menghubungi orang kepercayaan nya, untuk mengurus pernikahan dengan Alexa secepatnya mungkin.


mencari kontak yang ditujuh kemudian mentouch icon dial, hanya deringan kedua langsung tersambung.


"Dante.. kau urus pernikahanku secepatnya kau tahu kan kalau bajingan itu ingin mengambil gadis kecilku lagi,ku beri waktu kau satu hari."


Sambungan telepon terputus.


Dante yang sedang menikmati kesendirian dari rutinitas pekerjaan di kejutkan oleh bos, sekaligus sahabatnya itu, yang selalu mengganggu nya. kapan pun,dimana pun dan jam berapa pun, Dante harus siap siaga, seperti seorang suami yang siaga istrinya mau melahirkan. begitulah pikiran Dante sekarang.


"Cih.. Dasar bos tidak ada akhlak, kapan aku bisa jatuh cinta kalau seperti ini." gumam Dante


"Belum di jawab aja sudah main mutusin sambungan.baru saja bernafas.lah ini main perintah saja, memang saya robot apa di kasih waktu hanya sehari," kata nya lagi.


Dante tidak pernah mengurus soal pernikahan apa lagi serba dadakan kaya tahu bulat. Dia teringat seseorang yang bisa ia bantu menyelamatkan hidup dan matinya.


"Semoga ini keberuntungan buatku..." membuat Dante menyeringai


Dante dengan segera pergi dari apartemen nya dan ia menemui seseorang yang bisa membantunya.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam. akhirnya mobil Dante sampai di mansion yang sangat luas dan mewah.


Para pelayan yang melihat Kedatangan Dante menyambut kehadirannya. meski Dante bukan keluarga Leonardo.tapi, Dia di perlakukan dengan baik, karena keluarga Leonardo sudah menganggap Dante sebagai anaknya.


"Selamat datang tuan muda" ucap salah satu pelayan.


"Dimana papih sama mamih." tanya Dante kepada salah satu pelayanan.


"Tuan besar dan nyonya besar ada di halaman belakang." jawab nya.


"Baik, terimakasih." seru Dante seraya meninggal kan pelayan tadi dan pergi ke tempat yang telah di kasih tahu.


Setelah perusahaan di pegang oleh Brian sebagai putra tunggal keluarga Leonardo Elgan. papih Louis memutuskan untuk pensiun dini dan menikmati hari tuanya dirumah menemani istri tercinta myta Larasati Poland.


Dante melihat sepasang suami isteri paruh baya itu sedang menikmati pemandangan taman yang berada di belakang mansion di temani secangkir teh. ia mendekat ke arah mereka.


"Pih.. mih..." seru Dante menyapa kedua orang tua angkatnya.


"Nak kamu datang, dimana Brian." tanya papih Louis seraya melihat ke belakang mencari keberadaan putra nya itu.


"Justru itu pih,mih. Dante kesini karena Brian." jawab nya


"kenapa dengan Brian sayang."tanya mamih myta yang ikut menyahut merasa heran.


"Mih... Dante kesini mau.... mau.... mau...


"Mau apa kamu nak,kalau ngomong yang jelas."seru papih Louis.


"Mau bilang kalau Brian menyuruh Dante untuk mengurus pernikahan dia dan Dante di beri waktu hanya sehari, Dante belum pernah menikah,dan tidak tahu harus ngelakuin apa."


Sepasang suami itu tertawa setelah mendengar penjelasan Dante.


"Makanya cepetan kamu cari istri biar tahu, Masalah perusahaan an aja cepet, jago.tapi, Maslah percintaan kamu lemah, seperti Brian." tanya papih Louis seraya menahan tawa.


"Ihh papih lupa ya, dulu papih aja gitu kalau mamih tidak mengungkapkan perasaan ke pada papih dulu mana papih tahu. yang ada tuh ya papih tahunya hanya kerja... kerja... saja" cibir mamih myta


Dante terkekeh melihat sepasang suami istri ini malah debat sendiri.


"Bukannya masih satu Minggu lagi ya." tanya papih Louis.


"Ih papih justru itu kabar baik buat kita, mau sekarang atau Minggu depan sama saja tahu. kita bakalan punya mantu terus punya cucu, mamih bisa pamer kesemua teman-teman mamih yang sukanya nyiyir." Sahut mamih myta antusias.


"Uhuk uhuk" Dante dan papih batuk bersamaan.


Bersambung...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih, jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah nya. vote nya juga jangan lupa lope- lope 😘