
Kebahagiaan Kimora.
...Setelah sempat terluka semoga ada yang menegajak bersama,Membantu hati menghilangkan trauma dan mengganti dengan bahagia π₯°...
happy reading love π.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Setiap tahun dia diajak ke makam sang ibu, namun anak berusia tiga tahun itu masih tak mengerti bahwa ibunya telah terbaring dibawah gundukan tanah itu, dia selalu berdoa pada Tuhan setiap malam sebelum tidur untuk mendatangkan mamanya. Dan saat ini, dia merasa wanita yang sedang duduk di kursi roda adalah mamahnya.
βMama selama ini kemana aja sih? Mulai sekarang mama nggak boleh pergi lagi ya? Mama harus temenin aku!β ucap kimora sambil memegang tangan Raya.
βKimora ini tante Raya, bukan mama Kimora, mama Kimora kan sudah disurga sama Tuhan,β ucap dokter kim dengan suara lembut namun justru membuat kimora terisak.
βIni mama aku! Papa jahat!β ujar Kimora
βDok sudah nggak apa-apa,β ucap Raya. melihat pandangan Kim yang tampak tak enak melihatnya.
βMaaf Nona , saya tak tahu jika jadi nya akan seperti ini."
"Tidak apa-apa dok,saya memaklumi jika dia mengnggap aku ibu nya,aku tidak keberatan." penjelasan Raya.
"Deg."
" Perasaan apa ini." batin Dokter kim.
"Gimana kabar Kimora sekarang? tanyanya raya.
"Kimora jauh merasa baik setelah mamah datang." antusias Kimora merasa kebahagiaan Kimora sekarang ada pada mamah yang datang menemuinya.
"Syukurlah mamah seneng dengarnya sayang." jawab raya.
"Mamah sakit?"
"kenapa duduk di kursi roda?"
"papah mamah sakit apa? Tanyanya Kimora punya selidik.
"Ng gak sayang,mamah ga sakit,tadi mamah hampir tertabrak mobil papah."
"papah jahat kenapa mau menabrak mamah?
Kim menelan ludah nya ia berada kerongkongan nya tercekik.
"Kimora sayang, papah tidak sengaja mungkin." jawab asal ibu nya dokter Kim.
"Tok.... tok....tok.,"
"Ceklek."
"permisi saya harus cek pasien dulu." ucap dokter meminta ijin.
"silahkan dok." jawab raya.
"Kimora hemat ada kemajuan." kata dokter
"ini berkat mamah dok." jawab kimora.
"oya? Kimora hebat,bisa melewati masa kritis nya tadi dengan cepat."
"Kan Kimora anak yang kuat dokter."
Raya nampak berkaca-kaca melihat kepolosan Kimora.
"Om Dokter pergi dulu iya Kimora,nanti om datang kesini lagi."
"Iya dokter."
Dokter yang menangani Kimora menatap dokter Kim,
"Dokter Kim bisa saya bicara sebentar.?"
"Bisa dok."
"baik...Aku tunggu di ruangan ku."
setelah dokter yang menangani Kimora pergi dari ruangan, dokter Kim pamit pergi menemui dokter Kris.
"Kimora, papah menemui dokter dulu ya."
Kimora mengangguk kepalanya
"nak.." ibu Kim mendekat ke raya.
"iya Bu."
"panggil Oma saja nak," ibu Kim tersenyum.
"Terimakasih kasih kau mau menerima Kimora sebagi anakmu. aku baru melihat Kimora seceria ini."
"sama-sama Oma,tapi maaf kalau raya boleh tau,Kimora sakit apa ya?"
"Kimora terkena gagal jantung dari bayi." ucapnya sendu.
"maaf Oma."
"Tidak apa-apa nak," ibu kim tersenyum.
ibu Kim melanjutkan ceritanya ke pada Raya, ia nampak sedih jika harus bercerita mengingatkan kembali, tapi ia bersyukur setelah raya datang Kimora nampak bahagia.
*
*
*
"Pagi bos hari ini ada meeting penting dengan investor dari Rusia. ini akan menguntungkan perusahaan kita bos," terlihat sang asisten pribadi Brian menghampiri ia adalah Dante.
"Jam berapa kita meeting."
"Stop jangan panggil bos, aku tendang kau ke Afrika."
"Dante terkekeh melihat kelakuan bos sekaligus sahabatnya yang sudah di anggap keluarga nya.
Meeting di mulai seperti biasa,Dan kemudian dante selalu membuka meeting tersebut kemudian di lanjut dengan sambutan Brian sebagai presdier dan beberapa presentasi dari berbagai bagian kantor lainnya, yang ikut menghadiri rapat,
Rapat berlangsung hingga pukul 5 sore. Brian dan Dante memasuki ruangan presdier ia merebahkan badan mereka di sofa yang ada di ruangan tersebut. tiba-tiba handphone Brian berdering menandakan ada pesan masuk., ia melirik ke handphone tertera nama orang yang telah mengisi hari-hari.
[Alexa " kamu pulang jam berapa sayang? hari ini aku ke mansion Dady, datang lah nanti malam untuk makan malam bersama, jika kau tidak sibuk."].
"Ini baru selesai meeting, pekerjaan masih banyak, nanti aku usahakan iya sayang." balasan Brian.
[Alexa "Baiklah jaga kesehatan mu,aku tunggu iya sayang, sampai bertemu di mansion dengan emoticon β₯οΈ]
Brian tersenyum setelah membaca terakhir pesan masuk dari Alexa meski ia tak membalasnya lagi.
"Hay... senyum-senyum sendiri bisa kesurupan lho, bisa- bisa semua karyawan pada kabur melihat bosnya gila" tawa nya Dante.
"Dasar kurang ajar kau ya, menyebut bos sendiri gila, aku tendang kamu..." ucap nya berhenti setelah di potong Dante.
" Afrika" tawa Dante lagi.
Brian mendengus kesal dengan kelakuan asistennya itu.
"Cepat mana saja berkas yang harus aku tandatangani."
"Wihh tumben lho...ngebut, ini baru jam 5."
"Nanti malam ada makan malam bersama camer"
"Wah garcep juga lho.. mentang-mentang sudah ga jones lagi."
"Apa itu Jones? dari kemarin-kemarin di bilang Jones terus gak Sashi ga kamu."
Dante tertawa lagi.
"Hay serius ini."
"Apa."
"itu jones apaan?"
"Hmmm... apa iya?"
"cepat katakan apa?"
"okay."
"terus apa."
"Tanya saja sama Sashi. ha.. ha..ha.."
"pletak."
sebuah jitakan mendarat di kening Dante.
"Aduh Dasar bos durhaka.ini namanya kekerasan dalam bekerja,
"Apa kau bilang." Brian yang mau menjital kembali ke arah kening Dante sebelum ia pergi.
"Tidakkkk." jawab Dante ia keluar dari ruangan presdier.
"Hurt dasar punya anak buah OGJ"
*
*
*
kini Alexa berada di mansion Dady nya ia akan mengadakan makan bersama, sudah lama Alexa tidak Merakan makan bersama dengan kedua orang tua nya. ini adalah momen yang tepat, seraya mengajak Brian sebagai kekasih barunya.
Alexa sedang sibuk di dapur untuk memasak berbagai makanan untuk makan malam.
seperti biasa dengan cekatan ia memasak setiap menu istimewa yang ia masak, kali ini ia akan memasak makanan kesukaan Brian, meski ia bukan keturunan Jepang tapi ia suka sekali dengan makanan berbau dengan identik daging mentah.
Pukul 19.30 wib Brian menempati janjinya untuk datang makan malam bersama keluarga Alexa di mansion Dady nya, ia sudah sampai di gerbang tinggi menjulang berwarna putih, mansion yang tak kalah mewah dengan nya atau punya papih nya.
Mobil Brian sudah terparkir di halaman depan mansion ia keluar dari mobil, melangkah menuju pintu ia sudah di sambut ramah oleh pelayan dad Damian.
"Selamat malam tuan muda,silahkan sudah di tunggu tuan besar di dalam,mari saya antar."
Brian hanya menganggukkan kepala.
"Selamat malam paman, bibi." sapaan Brian kepada tuan rumah yang sudah menunggu dari tadi.
"Nak Brian sudah datang nak,mari nak duduk,Alexa masih bersiap- siap, sebentar lagi ia turun."
"Terimakasih paman," Brian menarik kursi makan lalu mendaratkan bokongnya di kursi makan,
Brian tertegun setelah melihat wanitanya menuruni anak tangga dengan gaun bodygon nampak seksi di mata Brian, ia menelan ludahnya ketika melihat Alexa berpakaian terbuka di bagian punggung dan berkerah V menampakkan kulit mulus bersihnya, ia merasakan sesuatu di bawah sana menegang bagi mana pun Brian adalah pria normal.
Alexa tersenyum manis ke arah Brian yang menatapnya tak berkedip. kini ia sudah duduk di samping Brian.
"Kau sangat seksi sayang. bikin aku mau memakan mu"bisik Brian ke arah Alexa.
Alexa hanya terkekeh.
bersambung....
Kimora
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
jangan lupa tinggalkan jejak like komen sebanyak-banyaknya terimakasih lope...lope.. lope π