I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
81. Tidak Percaya



Tidak Percaya


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷



"Sayang aku sudah siap!"


Brian mengerutkan keningnya Setelah melihat penampilan Alexa hari ini.


"Kenapa sayang?apa ada yang aneh dengan penampilan ku? wanita ini melihat penampilan dari atas sampai bawah


"Tidak sayang, kau sangat cantik, selalu cantik, terlalu cantik sampai aku tidak rela kecantikan wanitaku di nikmati oleh orang banyak"


Brian mendekat dan merangkul pinggang Alexa dan berjalan keluar menuju halaman depan mansion.


Jeck yang sudah menunggu sedari tadi di samping mobil. Brian membukakan pintu mobil untuk Alexa, ia memutar kesisi pintu mobil yang sudah di bukakan Jeck untuk Brian.


"Sayang kita mau kemana?"


"Kau ingin pergi kemana?" Brian malah balik tanya.


"Ish, kau ini selalu begitu" Alexa meras kesal setiap bertanya Brian malah balik tanya.


Brian malah tertawa melihat istri manjanya itu kesal.


Sangat mengemaskan.


"Sayang"


Alexa tidak menyahut panggilan Brian ia malah menatap ke arah luar jendela mobil.


"Sayang.." panggil nya lagi.


"Apa" ketus Alexa membuat Brian terkekek.


"Jika kita tinggal di Inggris dan tidak kembali ke Indonesia apa kamu mau?"


Alexa membeku ia tidak bisa menjawab pertanyaan Brian yang sangat susah untuk mengambil keputusan sekarang.


"Aku tahu kamu pasti sulit untuk mengambil keputusan ini, aku terima dengan apa keputusan mu nanti" Brian membenarkan posisi tubuh Alexa kehadapan nya ia menatap wajah Alexa yang hanya diam dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya dengan menyelipkan ke telinganya.


Apa yang terjadi, kenapa Brian tiba-tiba bicara seperti itu, gimana dengan pekerjaan ku di Jakarta jika harus tinggal disini?


"A-aku .... "


"Tidak perlu di jawab sekarang" Brian mengintrupsi


"Kenapa?" Alexa yang masih ambigu dengan pertanyaan Brian kepadanya.


"Kau sangat cerewet sekali sayang" Brian malah tertawa.


"Dan kau sangat aneh"


"Aku" Brian menunjuk dirinya


Alexa mengangguk. dan ia menyunggingkan senyumnya.


***


"Turunlah sayang kita sudah sampai"


Jeck membukakan pintu untuk Alexa. "Silahkan Mrs El" dengan sedikit membungkukkan badannya.


"Terimakasih kak Jeck"


"Ayo kita masuk"


Alexa masih binggung ia menatap bangunan yang sangat besar di tengah-tengah lautan jauh dari pusat kota.


Brian memakai jas lab dan mengambilkan untuk Alexa.


"Pakailah jas lab mu dulu sayang" Brian membantu memakaikan jas lab sebelum masuk kedalam.


Lagi-lagi Alexa dibuat binggung. melihat laboratorium yang sangat besar bahkan lebih besar dari yang ia pernah lihat.


Ia melihat sekeliling ruangan yang sebagian berbentuk kaca dan banyak orang yang memakai jas lab berwarna putih sama seperti yang ia kenakan sekarang.


"Sayang ini tempat apa"


Brian tersenyum "Ini lah laboratorium ku, sumber penghasilan ku yang sesungguhnya, ayo akan aku tunjukkan"


"Di tempat ini, aku membuat dan bereksperimen mengenai obat-obatan dan juga semua jenis racun dari yang ringan sampai yang mematikan"


"Lihat mereka itu semua adalah para ilmuwan yang pintar yang aku pekerjaan ditempat ini"


Semua para ilmuwan mulai nampak berhenti sejenak setelah melihat kedatangan Brian dengan seorang wanita asing karena tempat ini sangat terlarang bagi orang luar.


"Selamat Datang Kembali Mr El"


"Perkenalkan dia istriku"


"Senang bertemu dengan anda Mrs El" sahut salah satu ilmuwan itu kepada Alexa.


"Terimakasih,kembalilah kalian bekerja"


Setelah para ilmuwan kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.


Bahkan masih ada yang membuat mu penasaran dan tidak tahu tapi ini belum saatnya.


"Sudah sayang, Jadi obat yang..."


"Iya kau benar sayang, itu semua adalah mahakarya ku" Brian tahu apa yang akan di sampaikan Alexa "Dan aku juga membuat dan merakit berbagai jenis senjata api"


Brian mengajak Alexa untuk berkeliling melihat laboratorium nya dan ia sekarang ada di lantai dua.


"Berbaring lah sayang disitu" Brian memerintahkan Alexa untuk berbaring di tempat yang sudah ia sediakan.


Jeck masih mengikuti Brian dan Alexa dan ia membantu Brian.


"Sayang"


Alexa melihat Brian memegang jarum suntik yang sudah di bawakan oleh Jeck.


"Tenang sayang, hanya mengambil sampel darah saja, dan mengecek kesehatan mu" Brian mengambil darah Alexa dan memberikan kepada Jeck untuk di teliti.


Brian membantu Alexa untuk bangkit dari tempat pembaringan tadi dan mengajaknya ketempat privasi nya hanya Brian lah yang bisa masuk keruangan pribadinya.


"Istirahat lah dulu sayang, aku tinggal sebentar"


"Cup" Brian mengecup bibir Alexa. namun Alexa menahan tangan Brian untuk tidak meninggalkan nya sendirian.


"Jangan pergi, temani aku" rengek Alexa memegang lengan Brian untuk tidak pergi.


"Baiklah akan aku temani kamu istirahat" Brian akhirnya mengalah dari pada melihat istrinya ngambek dan tidak mau berbicara. pria ini lebih suka Alexa yang cerewet dari pada mendiamkan nya. itu akan membuat Brian frustasi.


Tidak sampai 10 menit Alexa sudah tidur pulas. Brian meninggalkan istrinya di ruangan privasinya itu, sebelum meninggalkan istrinya dan kembali mengecup kening kepala Alexa "Cup" kecupan singkat "Aku mencintaimu" bisik Brian.


***


"Bagaimana Jeck"


"Sesuai dugaan hasilnya memang benar positif Mr El"


"Apa? kau jangan becanda Jeck" Brian yang masih tidak percaya dengan hasilnya.


"Cih, sejak kapan King El Zeus tidak percaya dengan penemuan nya sendiri"


"Kau ... berani?" Brian murka.


"Tidak Mr El, tapi itu memang benar Mr El,ckikiki"


"Bugk" Brian memukul bahu Jeck.


"Auh" mengadu kesakitan dan mengusap bahunya yang sebenarnya tidak sakit.


Brian mengamati hasilnya dan di bibir nya melengkung membentuk sebuah senyuman.


Akhirnya, tidak sia-sia perjuangan ku


"Selamat Mr El" Jeck memberikan selamat kepada Brian.


Langit mulai nampak gelap angin mulai dingin, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke Mansion Setelah Alexa terbangun dari tidurnya.


"Sayang aku lapar, seperti kita melewatkan makan siang kita"


"Baiklah"


"Jeck kita makan dulu"


"Baik Mr El"


Setelah beberapa menit mereka sampai di restoran yang cukup terkenal di kota Inggris.


Sebelum nya Jeck sudah mereservasi ruangan room private sebelum ia sampai di restoran.


Mereka masuk ke dalam setelah menunjukan kartu kepada pelayan dan mengantarkan nya.


Para pelayan datang setelah mereka pesan menu makan siang yang tertunda dan menata hidangan mewah di atas meja makan. setelah selesai para pelayan mengundurkan diri dari hadapan mereka.


Alexa di buat tercengang melihat banyaknya menu makanan yang banyak sekali padahal hanya untuk tiga orang tap hidangan yang ada di hadapannya bisa untuk 10 orang.


"Sayang makanlah kenapa malah hanya di tatap saja tidak di makan,bukan nya tadi kamu sudah sangat lapar?"


"Aku memang sangat lapar tapi kenapa kita memesan menu banyak sekali sayang, siapa yang akan memakan ini semua?"


"Kita yang akan makan,terutama kamu sayang harus banyak makan"


"Tapi ini terlalu banyak sayang"


Aduh Mrs El anda tidak tahu saja,


"Anggap saja kita sedang menghabiskan uangku yang tidak akan pernah habis" ucap Brian dengan sombongnya.


Alexa menyipitkan matanya yang sudah sipit kepada Brian Setelah mendengar jawaban yang tidak masuk akal.


bersambung



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Aduh bang, neng juga mau kalau disuruh menghabiskan duit.maju paling depan 🤣🤣🤣 dan para raider juga setuju 🤭🤭


🧒: Aduh Thor Jangan matre iya.


👧: author tidak matre hanya membantu menghabiskan 🤣🤣