
Amarah Dady Damian.
......Sekenario takdir Hidup sudah ada, masing - masing kita hanya bisa menjalaninya, namun jangan menyerah dengan keadaan karena setiap kebahagiaan butuh perjuangan.......
happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Ayo sayang kita pergi dari sini." ajakan Brian yang merangkul pinggang posesif Alexa.
Dari kejauhan nampak seorang pria sedang menerima telpon, Alexa mengurungkan niatnya untuk ikut pergi.
"Tunggu sebentar,kau tunggulah di mobil." katanya
"Tapi sayang,Kau mau kemana?" Brian setengah berteriak melihat Alexa yang sudah menjauh.
Alexa tidak menjawab pertanyaan Brian ia tetap pergi dari situ menemui seseorang. Brian masih saja terdiam di tempat mengamati Alexa dari kejauhan.ia nampak lega setelah mengetahui siapa yang akan ditemuinya.
"Dokter..... "
Dokter Kim yang baru saja menyudahi telponnya menoleh ke belakang, ia melihat Alexa di belakang nya.
"Nona...." gumuan lirih dokter Kim.
"Dokter gimana kabar Kimora." tanya Alexa kuatir ia tidak sengaja mendengar pembicaraan dokter Kim dengan seseorang di dalam telpon.
Rencananya Alexa akan mengucapkan terima kasih karena telah membantu memberikan kesaksian di persidangan tadi, tapi ia malah kuatir setelah mendengar percakapan yang serius antara dokter kim dengan seseorang di dalam telpon,
Kimora gadis kecil berusia 4 tahun yang menderita gagal jantung sejak lahir, ia di lahirkan pada usia di kandungan 7 bulan,istri nya mengalami pendarahan hebat sampai harus merelakan nyawanya untuk ditaruhkan. sudah beberapa kali Kimora melakukan berbagai operasi dari mulai Implan alat pacu jantung atau ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator, operasi katup jantung dan transpalasi jantung.
Alexa tahu jika putri dari dokter yang membantunya ini memiliki penyakit gagal jantung bawaan sejak lahir.
"nona..." dokter Kim diam sejenak ragu untuk menceritakannya "Kimora harus melakukan operasi transplantasi jantung , operasi kemarin gagal,ia tidak dapat menerima jantung yang baru." katanya dengan sendu.
"Ya Tuhan Kimora," ucap Alexa dengan menutup mulutnya ia tidak percaya apa yang ia dengar rasakan seketika sakit dadanya,
"Alexa akan membicarakan ini kepada Dady dok." ucap Alexa lagi.
"Ti......tidak nona, jangan lakukan,tuan besar sudah banyak membatu saya," tolak dokter Kim
Alexa seraya menggelengkan kepala "Dok ini masalah nyawa Kimora,Alexa sayang sama Kimora, Tolong dokter Kim." please Alexa memohon
"Baiklah nona, tapi ada apa nona masih disini?"tanya nya.
"Alexa hanya mau mengucapkan terima kasih karena telah membantu Alexa didalam kesaksian tadi, ya sudah Alexa nyusul Dady mungkin masih di area parkiran."
"Tidak usah berterima kasih, ini sudah menjadi tanggung jawab ku, karena sudah menutupi masalah Bastian kepada nona selama ini."
"ya sudah Alexa pergi dokter," pamit Alexa
Dokter menatap nona mudahnya pergi sampai tidak terlihat bayangan punggung nya. ia merasa tidak enak harus terus - terusan direpotkan bos nya itu, terlalu banyak hutang Budi selama ini, tapi ia telah menutupi masalah pernikahan diam-diam mantan suaminya. Kim merasa lega akhirnya nona mudahnya berpisah dari Bastian ia tidak tega melihat penderitaan yang dialami wanita itu.
*
*
*
Sebastian baru saja hendak pergi kearah mobilnya terparkir tidak jauh,ia urungkan setelah berpapasan dengan mantan mertuanya itu.
"Dad...." saapn Bastian
"Kau.... masih berani menapakkan diri di hadapan ku." keterkejutan dad Damian.
"Bugh"
"Setelah apa yang sudah di lakukan kepada putriku, kenapa baru sekarang kau menggugat cerai Alexa ha... dimana janjimu itu yang akan selalu menerima kekurangan Alexa. ini janjimu yang sudah aku peringatkan dulu untuk melepaskan Alexa ha." dad Damian mencibir
"Maaf." lirih Bastian
"bugh"
"maaf katamu, kau tega mengusir dia dari rumah demi istri baru mu,?apa kau lupa?" dad Damian geram melihat sebastian mengusir putrinya, ia mencengram kerah baju Bastian dengan pukulan bertubi-tubi.
"sayang sudah lepaskan dia." ucap mom lili melerai suaminya dengan mantan menantunya.
"Tapi dia telah melukai hati putri kita sayang, orang tua mana yang tega anak nya di sakiti terus-menerus sama bajingan ini."
Sebelum dad Damian memukul yang ke sekian kalinya ke arah wajah Bastian tapi suara seseorang menghentikan.
"Dad, cukup!!!" Alexa memisahkan keduanya "kasian dia sudah babak belur,dia bisa mati dad."
"Darling kenapa kau membela bajingan ini." dad Damian berujar
"Tapi dad dia tidak sepenuhnya salah,Alexa juga salah tidak bisa memberikan keturunan untuknya.!! lepaskan dia dad." please Alexa memohon.
"Lagian kita sudah resmi bercerai apa lagi yang harus di lakukan, ini di tempat umum dad," Alexa membela diri.
"Alexa.... paman benar dia harus di kasih pelajaran apa yang sudah dia perbuat kepada mu selama ini, orang tua mana melihat putri kandungnya di sakiti,dihianati terus-menerus." suara berat seseorang yang dia kenal dari belakang.
"Tapi..."
"Sudahlah ayo kita pergi saja dari sini." ajakan
Brian.
"Dan kau, cepat pergilah!! sebelum kesabaran ku habis." Brian mengusir Sebastian untuk pergi.
*
*
*
kini mereka sudah di dalam mobil, tidak ada percakapan di dalam mobil seperti biasa, Brian lebih memilih diam karena ia marah kepada gadis kecilnya masih mau membela pria yang jelas-jelas sudah menyakiti. hening itu lah yang di rasakan saat ini.
mobil melaju semakin jauh dari tempat tadi,Alexa merasakan kalau mobil ditumpanginya sudah keluar dari Jakarta.
"kita mau kemana?ini sudah di luar kota Jakarta lho." tanya Alexa yang dari tadi diam.
"Makan." jawab Brian
Alexa mengerutkan dahinya setelah tahu tujuan Brian membawa ia pergi sampai sejauh ini.
"Kenapa harus jauh sekali sih,kita kan bisa makan dirumah."
"Aku tidak mau, dalam keadaan mu seperti ini."
"Apa..???"
"Aku mau menunjukkan sesuatu kepada mu."
Brian mengajak Alexa makan di tempat restoran yang masih begitu asri, restoran yang menyajikan makanan Nusantara di belakang resto terdapat danau buatan yang sangat cantik,
Alexa terpesona melihat pemandangan didepan nya, danau yang tidak begitu besar, terlihat kapal ditengah danau dan dimanfaatkan sebagai objek wisata kuliner dalam bentuk restoran terapung.
mereka sudah berada di atas kapal terapung di tengah- tengah danau.
"Indah sekali pemandangan di tengah danau ini."
"apa kau suka?
Alexa hanya menganggukkan kepalanya.
Brian tersenyum melihat Alexa begitu bahagia hanya karena hal kecil makan berdua di tempat alam terbuka.
"Terimakasih sayang." ucap Alexa.
"Apa?....... tadi kau bilang apa?" Brian pura-pura tidak mendengar ia baru pertama kali mendengar Alexa memangilnya sayang.
"Saaaayang......" Alexa berucap dengan manja.
Brian tersenyum melihat Alexa manja panggilannya sayang.ia menarik Alexa dalam pelukannya. "aku suka dengan panggilan barunya." kecupan lembut mendarat di bibir Alexa. "Terimakasih sayang sudah mau menerimaku."
"Maaf... " suara sendu Alexa.
Brian kembali mencium bibir Alexa, saling memangut dengan lembut menyesap dengan penuh, keduanya menikmati saling membalas dengan tak kalah lembut.
"Aku suka" bisik Brian di sela cumbuannya.
"Hmm..." guamuan Alexa.
Meneruskan cumbuan yang sempat terhenti tangan nya menarik tekuk leher gadis kecilnya. hingga cumbuannya semakin dalam,tangan nya menarik pinggang Alexa semakin dekat ke dalam tubuhnya mereka semakin dalam, Alexa mengerang ketika Brian mencumbunya semakin dalam.
Tangan Brian sudah masuk kedalam sela kemeja Alexa, ia nampak menikmati tangan Brian yang tengah mencari tempat favorit nya. Alexa nampak tersadar cumbuannya di tempat alam terbuka ia mendorong dada bidang Brian.
mereka berdua tertawa melakukan hal konyol di tempat umum meski berada di tengah danau.
"I Love you"
"I love you to more"
bersambung....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen sebanyak-banyaknya. lope...lope.... lope 🌷