I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
37. Kebahagiaan Alexa



Kebahagiaan Alexa


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Cup."


ini adalah pertama kali Alexa mencium Brian didepan umum.


mata mereka bertemu,terjerat dan terkesima.sama-sama memandang satu sama lain, dengan sorot mata yang memuja.


Ada binar yang berbeda yang terlukis didalam sorot mata mereka,binar yang mewakili perasaannya saat ini sama-sama sedang berbunga dan berkembang.


Dady Damian memandang putrinya yang sedang bertatapan dengan Brian merasa haru.


"Semoga ini menjadi kebahagiaan mu sayang,Dady turut ikut bahagia atas kebahagiaan mu kali ini, Dady tidak mau kau menderita lagi, semoga penderitaan mu yang lalu itu jadi yang terakhir dalam hidupmu.dan kau sekarang telah menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya." batin Dady Damian berbicara,


pria paru baya itu meneteskan air matanya melihat kebahagiaan putri satu-satunya.


momy lili menepuk-nepuk punggung suaminya dengan lembut ia juga bs merasakan apa yang suaminya rasakan melihat putrinya bahagia, baru kali ini ia melihat suaminya menangis.


Melihat kedatangan istrinya ia dengan cepat mengusap air mata nya dengan cepat.


"sayang..." ucap nya lirih. seraya memeluk pinggang istrinya.


"Lihatlah putri kita."


"iya dad,momy bisa merasakannya." jawab mom lili


*


*


*


Brian mengandeng tangan Alexa tersenyum beberapa kali, perlahan mereka melangkah dan Brian menarik kursi untuk Alexa duduki, Alexa tersenyum kepada kekasihnya yang sudah menjadi tunangannya,lalu mendaratkan tubuhnya di kursi.


"Terimakasih sayang." ucap Alexa.


Brian tersenyum.


mereka kini sudah duduk di meja makan yang sudah tersaji berbagai hidangan menu makanan yang sudah di sediakan. malam cerah yang di kelilingi ribuan lilin, menambahkan kesan romantis.


lagi-lagi Alexa dibuat terkejut melihat kembang api yang mewarnai di langit malam.


"Kau sungguh berlebihan, banyak sekali kejutan yang kau berikan kepadaku malam ini."


"Tapi kau suka kan." goda Brian.


Rona merah di wajah cantik Alexa dengan malu-malu.


Alexa tersenyum tidak menjawab "Sudahlah kau nikmati saja, kekasihmu ini mampu memberikan lebih dari ini." sahut Brian seraya menggenggam tangan Alexa.


"Iya sih,aku pikir tadi sudah cukup, dengan kau melamar aku, tapi kau sudah berlebihan."


"Aku tidak merasa berlebihan sayang,"


"sudahlah ayo kita makan,nanti gak enak kalau sudah dingin."


"Aku termasuk calon suami romantis tidak." tanya Brian terkekeh sambil melanjutkan makannya.


Dengan ragu-ragu Alexa takut untuk menjawab, ia melahab makan nya dengan cepat,


"Pelan-pelan makannya,aku tidak akan meminta makanan mu sayang. aku hanya bertanya apa aku termasuk calon suami romantis tidak.? tanya nya lagi.


"Iya, Kau calon suamiku, kekasihku,belahan jiwaku yang romantis, puas." dengan memicingkan matanya, dengan mata sipitnya.


"Kau menggodaku atau menghakimi ku." jawab Brian.


Begitu banyak percakapan yang ia bicarakan malam ini, tanpa serasa malam sudah larut nampak terasa udara dingin di pantai menusuk tubuhnya, apa lagi Alexa yang menggunakan gaun tanpa lengan. membuat tubuhnya kedinginan, beberapa kali ia mengusap lengan tangannya.


"Kau kedinginan sayang?"


Alexa Mengangguk, Brian bangkit dari kursinya lalu melepas jas nya dan menyelimuti punggung Alexa. dengan jas nya.


"Ayo kita pulang sekarang,sudah malam." tanya Alexa.


"Tidak sayang,kita akan berlibur beberapa hari disini."


"Apa."


"Kenapa sayang?kau tenang saja,semua kebutuhan mu sudah Dante urus."


"Tapi.."


"Kau tau,aku tidak suka penolakan,jadi ayo kita kekamar."


"Apa boleh, aku tidur dengan dua sahabat ku,"Alexa memohon.


"Tidak sayang,kau bisa bertemu besok buat jalan-jalan."


"Tentu. tapi..."


"tapi apa?" tanya nya heran.


"Kau harus di temenin dua bodyguard ku." seringai senyum liciknya di wajah Brian.


"Kau ini, tidak bisa apa aku terbebas dari pengawasan mu." Alexa cemberut.


Brian tertawa" Kau itu gemes sekali sayang.ayo kita masuk udaranya semakin dingin kau bisa sakit nanti."


Sebenarnya tanpa bodyguard atau pengawasan apa pun Alexa bisa jaga diri dengan baik,tapi ia tidak mau suatu saat ada yang melukainya.


*


*


*


Pukul 22.30 wit, seorang wanita cantik yang tengah menikmati keindahan pantai dimalam hari. ia merasa tidak bisa tidur memilih jalan jalan di pinggir resort.ia melihat sosok laki-laki yang pernah ia sukai sedang merokok duduk di kursi taman.


"Hay.. boleh Sashi temeni kak."


"kau belum tidur? Dante malah balik tanya seraya membuang puntung rokok dan menginjaknya.


"Belum ngantuk." jawab gadis itu.


"Anak kecil tidak baik tidur malam-malam."


Dante adalah pria yang ia sukai dari dulu, Sashi pernah mengatakan cintanya kepada Dante,tapi Dante menolak, bagi Dante Sashi itu adalah adik kecilnya.dan usia Sashi waktu itu masih terbilang muda untuk menyatakan perasaannya.


"Kenapa kak Dante tidak bisa melihat Sashi sebagai wanita dewasa," batin Sashi sendu.


"Kakak juga belum tidur ko." tanya nya tak kalah.


"Masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai."


"Ini kan sudah malam, kenapa masih memikirkan kerjaan,iz kak Brian sungguh jahat, sudah malam saja masih ngasih kak Dante pekerjaan."keluh Sashi.


"Bukan kerjaan dari Brian,tapi aku lagi memastikan saja resort ini benar-benar aman untuk semua orang disini termasuk kamu. ini sudah menjadi tanggung jawabku."


"Kakak juga harus menjaga kesehatan,kan masih banyak bawahan kak Dante,kenapa kakak masih ikut mengurus."


"Hanya memastikan semua baik-baik saja."


"Iya tapi."


"Gadis kecil kau ini cerewet sekali,sudah sana masuk kamarmu, nanti tuan Louis bisa marah kalau tau kau masih keluyuran di luar sedangkan malam sudah sangat larut." jawab Dante seraya melirik ke jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Kak Dante mengusir Sashi?"


"Sudah sana masuk,apa mau aku gendong anak kecil.?"


"Tidak- tidak iya ne aku pergi. dasar kamebo, Aku kan sudah besar kenapa sih tidak pernah melihat Sashi sebagai seorang wanita Dewasa." gerutu Sashi yang melangkah kakinya pergi dari tempat itu.


"Maafkan kakak Sashi kelak kau juga akan tahu perasaan kakak ke kamu,"Batin Dante


Dante menatap punggung gadis itu sampai tak terlihat dari jangkauan matanya.


Di tempat yang berbeda, Setelah ketukan palu persidangan perceraian dengan Alexa, ia selalu merasa bersalah karena telah menceraikan istri nya itu demi paksaan istri keduanya Rena.


"Setelah bercerai gimana dia,apa dia baik-baik saja,gimana hidupnya tanpa aku,sedangkan aku tidak memberikan keinginan dia." batin Bastian


Sebastian kini menatap foto pernikahan nya yang masih tersimpan di laci meja kerjanya.


Meski sebastian menghianati pernikahan nya dan tidak pernah mencintainya itu bohong,di lubuk hatinya yang paling dalam, ada rasa kepada mantan istrinya, walaupun sedikit, karena ia telah hidup bersama selama hampir 7 tahun,


Penyesalan pasti akan datang terlambat bukan,


Bastian mengacak-acak rambutnya dengan kasar


"Argghhhh...." teriakan Sebastian.


Bersambung.....


Dapat salam dari Dante



sicantik Sashi



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


terimakasih sudah mampir,


jangan lupa vote dan hadiah nya 🙏🙏🙏