
Mendadak Jadi Taman Bunga
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Pagi ini papi Louis datang ke kantor seperti biasa, karena semenjak Alexa pulang dari rumah sakit putranya belum datang ke perusahaan jadi ia harus menggantikannya sementara tapi hari ini ia tidak tahu jika putra nya sudah kembali ke perusahaan.
Papi Louis turun dari mobil dan melihat suasana kantor yang masih sepi "Kenapa kantor sepi, apa saya yang datang terlalu pagi" ia merasa heran karena kantor masih sepi, ia melihat jam di pergelangan tangannya sudah jam 10 pagi. "ini bahkan sudah siang" gumam papi Louis.
Papi Louis masuk ke dalam lobby ia melihat sekeliling penjuru kantor banyak sekali bunga segar, tak sengaja melihat Dante yang berjalan terburu-buru masuk ke lift.
"Dante" sahut papi Louis memanggil Dante. pria berambut agak ikal ini berhenti dan menoleh ke sumber suara.
"Pagi tuan, anda datang pagi ini"
"Ya saya datang ke kantor seperti biasa, ini sudah siang kenapa kantor nampak masih sepi, terus kenapa banyak bunga segar, apa kantor sekarang menjadi taman bunga bahkan seperti Kebun bunga" papi Louis menggelengkan kepalanya.
Anda belum tahu saja tuan ini kelakuan putra anda, kalau semua karyawan disuruh pada mandi lagi dan membeli bunga segar langsung dari petaninya langsung.
"Itu Tuan, Tuan muda Brian menyuruh seluruh karyawan untuk mandi lagi dan membeli bunga segar agar tidak bau di perusahaan"
"Apa!!" Papi Louis kaget mendengar penjelasan dari Dante. "Buat ulah apa anak itu" gumam Louis.
Baru pertama kali papi Louis melihat kelakuan putranya yang merasa aneh, selama ini putranya di kenal sangat tegas, dingin dan Cuek. namun setelah hampir setengah bulan ia tidak kekantor malah membuat ulah seisi perusahaan.
***
Tok..tok...
"Masuk"
Dante dan papi Louis masuk kedalam ruangan putranya itu namun sebelum melangkah masuk Dante sudah menghentikan langkah papi Louis secara tiba-tiba membuat papi Louis hentak terjatuh.
"Tuan lebih baik anda jaga jarak radius tiga meter dari meja tuan muda"
"Apa!! lagi lagi ia di buat pusing oleh putranya "Peraturan apa lagi ini" kesal papi Louis. ia tidak menggubris perkataan Dante ia mendekat ke putranya yang masih dibuka dengan pekerjaan yang tertunda itu meski papi nya membantunya.
"Dante, aku sudah menyuruh mu untuk menjaga jarak radius tiga meter dari sini" hardik Brian yang masih belum menyadari akan kehadiran papi nya.
"Ini papi son" sahut papi Louis, Brian mendongakkan ke arah papi nya. ia melihat papi nya semakin mendekati dirinya membuat Brian merasa mual dan pusing tiba-tiba dan ia bangkit dari duduknya dan berdiri "Papi stop!! jangan mendekat ke Brian" Brian menyuruh papi nya untuk tidak semakin mendekati nya "Stop papi, Brian bilang stop jangan mendekat, Papi dari mana bau sekali" keluh Brian yang hampir jatuh karena merasa kepalanya berputar-putar dan pandangan nya berkunang-kunang dan juga perutnya mual seperti di aduk aduk membuat nya tak kuasa untuk lama-lama berdiri.
"Papi dari rumah son, kamu kenapa son" papi Louis tetap mendekat ke putranya karena melihat anaknya yang akan jatuh.
"Tidak tahu pih, Rasanya mual dan pusing" keluh Brian "Dante cepat kau ambil obat di.." sebelum menyelesaikan ucapannya Brian sudah jatuh tak sadarkan diri.
"Dante cepat kamu ambil obat yang di maksud dan bantu saya baringkan Brian ke dalam kamar pribadinya."
*
*
*
Mbok Inah menerima tanda terima dari kurir yang mengantar bunga segar ia melihat ribuan bunga segar beraneka ragam bunga di halaman depan mansion yang nampak memenuhi halaman. ia merasa heran apa mungkin nona Alexa ngidam ingin beli bunga segar sebanyak ini bahkan jutaan bunga segar. Acapkali Alexa ingin sesuatu langsung terkabul di depan mata.
Benar - Benar baby sultan, masih bayi saja permintaan macem-macem, untung saja anak nya milyuner yang harta kekayaan tujuh keturunan tidak akan pernah habis. sungguh beruntung calon anaknya ini, belum lahir saja sudah menyandang predikat The Real Baby Sultan.
Setelah menerima tanda terima dari kurir mbok nah melaporkan ke nona mudahnya itu yang berada di halaman belakang mansion yang sedang menemani mom lili berkebun.
"Permisi nona muda, itu pesanan jutaan bunga segar sudah datang"
"Apa Jutaan bunga segar!! aku tidak meminta bunga segar sebanyak itu mbok nah" Alexa merasa tidak pesan bunga segar sekarang tapi ada kiriman bunga bahkan katanya jutaan.
"Ada apa sayang" mom lili mengintrupsi
"Ini mom, kata mbok nah ada kiriman bunga buat lexa tapi sekarang lexa tidak merasa ingin beli bunga bahkan katanya bunga nya jutaan"
Mom lili tersenyum ia tahu apa yang di maksud putrinya "Mungkin dari suami kamu sayang"
"Tidak mom, Brian sudah ngasih Alexa sebuket bunga mawar tadi pagi" keluh Alexa.
"Baik Nyonya besar"
Mom lili mendorong kursi roda Alexa menuju pintu depan, semenjak Alexa hamil dan pulang dari rumah sakit ia di perlakukan khusus oleh Brian. ia tidak boleh jalan jika ingin kemana-mana harus pakai kursi roda, Brian tidak mau kenapa- kenapa pada calon anaknya padahal ia sudah memberikan Alexa obat khusus buatan nya agar calon anak nya itu tumbuh kuat sampai waktunya melahirkan.
"Astaga mom, apa-apa ini kenapa halaman mansion mendadak menjadi taman bunga."
"Suami kamu romantis juga sayang" mom lili malah menyindir Alexa.
"Romantis sih romantis tapi tidak sekalian kebun bunganya yang pindah kesini" protes Alexa membuat mom lili tertawa kecil.
Mom lili merasa senang mendapatkan menantu sebaik seperti Brian, jauh berbeda dari sebelumnya nya putrinya malah mendapat kejutan yang menyayat hatinya dan membuatnya terluka.
"Beruntung sayang kamu mendapat pendampingan sebaik Nak Brian,mom sama Dady senang putri mom yang cantik ini tidak salah mendapatkan suami" mom lili mengingatkan kembali pada masa lalu putrinya, saat menikah dengan putra keluarga Abraham yang berakhir di meja pengadilan agama.
"Coba kamu telepon suami kamu sayang"
"Baiklah mom, lexa akan menghubungi Brian dulu."
Alexa mengambil handphone di pangkuan nya ia menghubungi suaminya namun tidak kunjung di angkat, ia mencoba beberapa kali tetap saja tidak di angkat juga
"Ish kemana sih dia, tumben telepon ku tidak di angkat" gumam Alexa.
"Kenapa sayang" mom lili melihat putrinya kesal " tidak di angkat mom" keluh Alexa.
"Nanti di coba lagi saja siapa tahu lagi meeting"
"Meski sedang meeting ia selalu angkat telepon Alexa mom, tumben ini tidak di angkat."
Di perusahaan Crop company Grup
Dante yang sedang membantu papi Louis untuk membantu Brian berbaring di kamar pribadinya itu mendengar handphone Brian selalu berdering, papi Louis tahu jika Dante ingin mengambil alih untuk mengangkat telepon.
"Dante angkat dulu telpon Brian"
Dante mengerutkan keningnya ia harus jawab apa kepada Alexa karena yang menelpon Alexa istri bos nya itu.
"Kenapa tidak kau angkat Dante"
"Dari nona Alexa tuan" Dante memperlihatkan nama yang tertera di handphone Brian yang berdering
"Sini biar papi saja yang mengangkat telepon nya"
"Hallo sayang kenapa kamu lama sekali mengangkat telepon nya, segitu tidak penting nya aku di hidupmu sekarang?" omel Alexa di sebrang telepon.
Papi Louis menahan tawanya mendengar menantunya itu sangat bawel. "Cocok sekali dengan Brian yang Diam dengan Alexa yang cerewet" batin papi Louis.
"Hallo sayang kenapa kamu malah diam?"
"Ini papi Alexa"
Alexa merasa malu karena tadi sudah mengomel tidak jelas ia kira yang mengangkat telepon nya suaminya itu.
"Papi .... dimana Brian pih, kenapa handphone Brian ada sama papi" Alexa mulai khawatir tentang suaminya itu.
"Brian sedang sama papi, ia lagi tidur jadi papi yang mengangkat telepon nya"
"Tidur? kenapa jam segini Brian tidur pih" Alexa merasakan perasaan tidak enak. "Tapi Brian tidak apa-apa kan pih"
"Brian tidak apa-apa sayang, kamu tenang saja nanti kalau sudah bangun suruh Brian menghubungi kamu lagi ya sayang, papi mau meeting dulu" bohong papi Louis supaya Alexa tidak semakin curiga. ia tidak mau menantunya kenapa-kenapa mengingat ia sedang hamil trimester pertama.
Sambungan Telepon terputus
Bersambung ...
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya jika kamu suka cerita Alexa hadiahnya jangan lupa lope lope sebanyak-banyaknya 😘
Salam sayang
Salam santun 🤗🤗