
Penyesalan Sebastian #2
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sebastian yang masih memikirkan gimana caranya untuk bertemu Alexa dan memaksa nya untuk kembali, kini ia di rundung penyesalan, andai saja ia tidak menuruti keinginan istrinya dan lebih tahu soal Alexa terlebih dulu mungkin ia akan mempertahankan nya.
Sebastian memilih untuk menenangkan pikiran nya dengan pergi minum dan mabuk mabukan di klub malam yang cukup terkenal di kota, dari pada bertengkar dengan istrinya Rena setiap hari, yang akan membuatnya tambah pusing, masalah dengan Alexa saja belum kelar apa lagi di tambah istrinya yang selalu mendesak soal uang- uang.
"Hai ... tuan, boleh aku temani minum" ucap wanita malam yang melihat Bastian minum sendirian. namun Bastian hanya melirik saja tidak menanggapi nya ia malah melanjutkan minumnya. membuat wanita itu merasa di abaikan tapi ia masih saja berada di samping Bastian ia malah memeluk lengan Bastian dengan manja,
Bastian merasa wanita ini menggodanya dengan bergerantungan di lengannya membuat nya marah, karena telah mengganggu acara minumnya.
"Kau pergilah, aku tidak ingin di ganggu oleh siapapun"
Wanita ini akhirnya melepaskan tangan Bastian dan membisikkan sesuatu "Jika kau butuh teman untuk malam ini, aku ada disana" membuat Bastian tersenyum sinis.
"Kau kenapa? tidak bisa mendapatkan pria itu?" tanya teman wanita tadi.
Wanita ini malah tertawa mendengar ia di tolak oleh seorang pria blasteran. "Aku merasa kasian sama kamu, biasanya kau dengan mudah mendapatkan pria mana pun dengan mudah, tapi dengan dia kau di tolak" wanita ini masih tertawa melihat rekan kerja nya "Aku kira kau primadona di klub ini tapi masih saja ada yang tidak tertarik"
Wanita ini mendengus kesal "Kau meremehkan kecantikan ku" dengan tersenyum sinis ke arah rival nya. "Mungkin pria itu memang tidak ingin di ganggu" ia menyela.
Sebastian akhirnya pulang setelah dirasa sudah cukup mabuk, karena ia tidak mau sampai tidak sadarkan diri karena terlalu banyak minum. dan akan membuat Rena tambah murka.
Rena yang masih menunggu Bastian pulang namun tak kunjung datang padahal jam sudah menunjukkan dini hari membuat Rena merasa khawatir. setelah pertengkaran tadi Bastian memiliki pergi dari rumah dan belum kembali.
Rena mencoba menghubungi suaminya namun Bastian tidak kunjung mengangkatnya membuat Rena tambah cemas, dulu ketika masih beristri kan Alexa ia akan dengan cepat mengangkat telepon dari nya, meski sedang bersama Alexa Bastian tidak akan pernah mengabaikan nya.
"Mas dimana kamu mas, ini sudah jam berapa kamu belum juga pulang" gerutu Rena
25 menit telah berlalu Rena mendengar suara mobil yang terparkir di halaman rumah nya, ia yang tadi sempat tertidur di ruang tamu akhirnya terbangun. ia membukakan pintu untuk suaminya. namun Bastian menepis tangan Rena ketiak wanita ini melihat Bastian akan terjatuh.
"Mas !! kamu dari mana? Rena mencoba membantu suaminya ia mencium bau alkohol yang sangat menyengat "Mas kau mabuk"
"Pergi kau, aku tidak butuh bantuan mu, aku hanya ingin Alexa sekarang"
"Deg"
Rasanya sakit Bastian malah memikirkan mantan istrinya. "Mas .. Alexa itu sudah menikah, dia sudah menjadi mantan di hidup mu"
"Tidak ada yang boleh mengambil Alexa dari ku, meski kita sudah bercerai, kau.. kau penyebab semua ini" teriakan Bastian
"Kau ... wanita tidak tahu diri" bentak Sebastian
Plak
"Cukup mas,kau selalu saja menyalahkan ku,
Bastian memegang pipinya yang di tampar Rena, membuat Bastian tersenyum kecut
"Kenapa aku terlalu bodoh memilih mu"
Rena memandang telapak tangan yang gemetar yang telah menampar pipi suaminya. ia duduk lemas di lantai setelah menampar suaminya.
"Mas maaf kan aku a-ku telah menampar mu" keluh Rena
*
*
*
Alexa yang sedang menemani Tante Larisa jalan- jalan. ia merasa sedikit terhibur dari pada ia harus berdiam diri di rumah menunggu Brian pulang. Kini ia sedang di salah satu pusat kota utama di Jerman. setelah seharian penuh Tante Larisa mengajak Alexa untuk makan siang di restoran yang cukup terkenal.
"Ayo kita makan disitu, Tante tidak mau klau nanti pulang dapat Omelan dari anak nakal itu" Larisa tertawa
"Iya Tante benar, mungkin nanti Mr posesif itu akan benar-benar marah dan tidak mengijinkan lexa untuk pergi lagi sama Tante"
"Mr posesif?" Larisa mengerutkan keningnya dengan sebutan Alexa tadi.
"Iya Tante, Mr posesif itu Brian, tante tahu bagaimana Brian memperlakukan ku, ia betul-betul sangat posesif sekali, lexa tidak bisa keluar sendirian jika dengan orang lain ia akan cemburu" Alexa cekikikan mengingat suaminya sangat cemburu ketika ia pergi bersama teman-teman nya dan ketika ia ingin di antar sama asisten nya kak Jo.
"Mungkin saja dia menyuruh bodyguard nya untuk menguntitku dari jauh" Alexa berbisik bisik kepada Tante Larisa membuat wanita beda generasi ini kembali tertawa.
Mereka mencari tempat duduk yang cukup nyaman untuk menikmati makan siang mereka.
Setelah selesai memesan dan pelayan restoran mengantarkan pesanan mereka tiba -tiba ada seseorang yang mengirimkan sebuket bunga yang cantik ke pada Alexa.
"Aduh so sweet banget sih yang mengirim bunga, duh kira-kira siapa ya yang telah mengirimkan kan kamu bunga secantik ini seperti orang nya" ucap Larisa.
"Duh Tante, lexa juga tidak tahu, lexa saja baru di sini" lexa menatap buket bunga itu dan terlihat ada secankir kertas.
"Tante ada kartu ucapan nya" Alexa menunjukan kepada Larisa ia membuka dan membaca nya.
Teruntuk istriku yang cantik,dari suami mu
Alexa tersenyum melihat tulisan nya, ia tahu buket bunga ini dari Brian, ia menoleh ke kanan dan ke kiri melihat Brian namun nihil tidak ada keberadaan nya.
Tante Larisa masih penasaran dari siapa buket bunga itu dan heran nya Alexa malah clingak clinguk mencari seseorang.
"Kau cari siapa? terus itu bunga dari siapa?" cecar Tante Larisa yang masih penasaran.
"Dari Mr posesif Tante, tapi dimana dia kenapa bisa tahu kalau aku ada disini sama Tante? apa jangan-jangan Tante yu memberi tahu Brian kalau kita disini" tanya Alexa curiga
Larisa menggeleng " Tidak sayang, Tante tidak memberitahu anak itu, mungkin bodyguard nya yang telah memberitahukan nya, seperti apa yang kau bilang tadi" Larisa kembali memakan makanan yang sudah di pesan tadi "coba kau telepon Brian dan menanyakan soal siapa yang mengirimkan mu bunga"
"Tapi Tante jika bukan dari dia terus dari siapa?" Alexa yang masih ambigu di benak nya.
Alexa akan mencoba bertanya kepada suaminya atas saran dari Tante Larisa namun sebelum Alexa mencari kontak nomor suaminya, terlebih dulu Brian menelpon Alexa dengan segera Alexa menggeser icon dial di layar handphone nya.
"Halo sayang"
"Iya sayang, apa kau sudah menerima bunga nya?"
"Apa! jadi benar bunga ini dari kamu?"
"Iya, kenapa kamu malah kaget, dimana ucapan terima kasih nya"
"Apa? jadi aku harus gitu?" Alexa menggerutu "tapi aku tidak menyuruhmu untuk membelikan ku bunga" Alexa mulai kesal karena telah di kerjain oleh suaminya.
Pasti di sedang kesal sekarang
Batin Brian di seberang telepon.
"Terimakasih sayang atas bunga nya, aku suka" ia kembali mencium buket bunga itu dan tersenyum.
"Aku suka jika kau tersenyum seperti itu?'
Haduh ini orang seperti cenayang saja.
Alexa yang masih melihat kanan kirinya mencari keberadaan suaminya.
"Sayang kau mengupatku?'
Ha apa jadi di tahu aku sedang membicarakan dia.
Larisa hanya menjadi pendengar antara Alexa dan keponakan nya itu.
"Ti- dak tidak" Alexa mulai gugup dan gemetaran seperti ketahuan berselingkuh.
Membuat Brian tertawa melihat tingkah Alexa.
"Kau jangan pulang dulu, kita nanti pulang bersama, aku berada di seberang restoran sayang sedang bertemu klien."
Pantas saja dia tahu aku sedang berada disini.
"Baiklah sayang, aku tutup dulu telpon nya, I love you"
"I love you more"
Sambungan telepon terputus.
"Kenapa? apa yang anak nakal itu bicarakan"
"Ya dia yang sudah mengirimkan aku bunga ini dan dia berada di sana" Alexa menunjukkan salah satu restoran yang berada di depan restoran yang ia duduki.
"Dasar ponakan bucin" Gumam Larisa.
Bersambung ..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih jangan lupa tinggalkan like dan hadiah nya lope lope sebanyak-banyaknya 😘