Yes, It'S U

Yes, It'S U
Bab 133



Hari Minggu pagi yang cerah, bertolak belakang dengan udara yang dingin. Dareen sudah berada di pemandian air hangat bersama Nalendra dan kedua kakeknya. Sedangkan Rania, dia asik berjemur di atas pool lounger chair bersama kedua wanita paruh baya. Udara yang dingin tidak membuat mereka mengurungkan niat untuk berjemur.


"Tahun depan, kita ke sini lagi udah nambah satu orang ya, Bu?"


"Iya, insyaallah." Bu Sekar tersenyum.


"Tak sabar rasanya ingin segera menimang cucu. Dareen sudah besar, lumayan berat kalau di timang."


Kedua wanita paruh baya tersebut asik mengobrol tentang cucu mereka yang akan segera hadir di tengah keluarga tersebut.


"Sayang, mau berenang?" Nalendra duduk di sebelah Rania yang sedang berbaring di pool chair, dengan air yang menetes dari seluruh badan.


"Jangan dekat-dekat, basah nih!" gerutu Rania, melihat pakaiannya basah terkena tetesan air dari badan Nalendra.


"Kamu cantik sekali kalau marah seperti itu, tapi lebih cantik kalau tersenyum," ujar Nalendra tidak mengindahkan omelan Rania.


"Dasar!"


"A, acara empat bulanannya di rumah aja ya. Ibu sudah ngobrol dengan mama barusan. Kita udah sepakat tempatnya di rumah Ibu saja!"


Nalendra berbalik menghadap sang ibu, "Iya, Atur aja. Emang kapan acaranya?"


"Lah, ko balik nanya. Kan' Rania yang mau empat bulanan, ya Kakak tentukanlah kapan acaranya!"


"Kakak ga paham, Bu. Ibu saja sama Mama yang tentukan tanggalnya, biar nanti Nalendra juga bisa atur jadwal."


"Kak, resepsi nikahannya mau dibarengkan acara empat bulanan ga?"


"Cape ga? kalau cape nanti saja resepsinya sekalian aqiqah!"


"Jangan, Kak. Kalau abis lahiran tuh maunya istirahat yang banyak selagi bisa. Kalau dibarengkan dengan aqiqah justru lebih lelah, lebih cape!"


"Ya, sudah. Atur aja lah. Kalau mau dibarengkan acara empat bulan, nanti Kakak langsung minta tolong Zyan sama Alaric buat undangannya."


"Kakak mau ngundang siapa aja?"


"Paling rekan kerja, temen nongkrong yang suka ke rumah."


"Iya. Bu, kalau acaranya dua Minggu lagi cukup ga persiapannya?"


"Kalau tiga Minggu lagi gimana?"


"Cukuplah, bisa kita ngadain tiga Mingguan lagi, asal jangan sebulan lagi aja. Nanti malah acara lima bulanan bukan empat bulanan!" timpal Bu Sekar.


"Jadi tiga Minggu lagi ya. wedding organizer nya gimana?"


"Oh, itu pakai yang temen kita aja, Bu. Pake punya Adriana." jawab Rania.


"Teteh udah ngobrol sama mereka?" tanya Bu Shafira.


"Belum, nanti Teteh telepon. Kemarin waktu nikahan di KUA itu, kita udah ngobrol kalau nanti ngadain resepsi mau pake jasa punya mereka lagi. Jadi tinggal telepon aja kayanya."


"Ya udah, tentuin tanggalnya dulu. Nanti baru kita telepon buat nentuin. Semoga aja mereka lagi kosong di tanggal itu!" seru Bu Sekar.


"Iya, harus cepet-cepet biar kalau mereka ga bisa, nanti kita langsung nyari yang lain." tambah Bu Shafira.


"Baju nikahannya nanti gimana, aku kan lagi hamil?" lirih Rania menatap Nalendra.


"Ya ga gimana-gimana, sesuaikan saja."


"Nanti kalau aku keliatan gendut banget, gimana?" rengeknya lagi.


"Ya enggak masalah, kamu kan lagi hamil. Lagian ga terlalu gemuk menurutku, biasa saja!"


"Ga terlalu gemuk? berarti aku temukan ya!"


Salah ngomong lagi kayanya. pikir Nalendra.


"Enggak, kamu kan lagi hamil jadi tambah berisi aja badannya. Ga gemuk juga." sergah Nalendra. "Kalau mau kita bisa buat khusus untukmu. Nanti kita pesan di butik di Jakarta. Ada Didi atau di Anna juga boleh."


"Ga usah pesan. Yang ada saja!"