Yes, It'S U

Yes, It'S U
Bab 130



Kepulangan Rani dan Nalendra yang tidak memberitahu terlebih dahulu, menjadi kejutan tak terduga dan menyenangkan bagi keluarga mereka. Mereka senang akhirnya bisa berkumpul kembali di Indonesia.


Ya, walaupun anak dan mantu mereka tinggal di Jakarta, setidaknya mereka bisa kapanpun saling mengunjungi. Berbeda dengan sewaktu mereka di luar negeri, bukan hanya tiketnya yang mahal, tetapi juga tidak bisa sering bertemu.


"Bagaimana dengan sekolah Dareen, apa dia sudah didaftarkan kembali?" tanya Bu Sekar. "Dareen bisa bersekolah di sini!"


"Dareen sudah mulai sekolah dari Senin kemarin," jawab Rania.


"Syukurlah, mama kira kalian belum mendaftarkan kembali."


"Udah, soalnya Dareen ngerengek pengen sekolah. Malahan, dia ga mau pulang, pengen terus sekolah di Singapore," ujar Rania terkekeh mengingat bagaimana anaknya merengek sampai mereka pulang ke Indonesia.


"Lah, terus gimana. Apa A Nalendra kesal?" Bu Sekar khawatir Dareen membuat Nalendra kesal. Bagaimana pun Nalendra hanyalah ayah sambung, Bu Sekar takut Nalendra akan menyakiti perasaan Dareen pun sebaliknya.


"Tidak, Nalendra awalnya memang menyuruh kami buat di Singapore dulu. Dia khawatir dengan kondisiku, tapi aku nya yang gak enak sama dia. Nalendra juga paham bagaimana perasaan Dareen, dalam satu tahun ini dia sudah pindah sekolah beberapa kali, di sini pindah Jakarta, pindah Singapore, pindah Jakarta lagi."


"Iya, ya. Mama ga nyadar soal itu!"


"Alhamdulillahnya Dareen bisa cepat adaptasi. Malahan pe sekarang dia kalau marah atau kesal atau apa gitu, pake bahasa Inggris ke Rania!" ungkapnya sambil tertawa.


Nalendra masuk bersama Dareen menghampiri Rania. Mereka bersalaman dengan Bu Sekar, setelah itu berpamitan. "Aku ke makam dulu ya, sama Bapak. Kamu sini aja istirahat, ga usah ikut. Mataharinya mulai tinggi, panas." ujar Nalendra.


"Iya, ya udah hati-hati. Naik motor aja atuh!"


"Jalan kaki aja, lebih sehat, dekat juga!"


"Teteh, ari Teteh suka liat media sosialnya Liana ga?"


Rania menggelengkan kepalanya, "Buat apa?"


"Katanya dia suka upload foto-foto laki-laki, katanya itu A Nalendra!"


"Kata siapa?"


"Kata ibu-ibu sini!"


"Mama ikut ngegosip Rania?"


"Mama cuma tau aja. Ga mungkin mama ngegosipin anak sendiri!" jawab Bu Sekar dengan cepat. "Mereka nanya sama mama, nanyain bener enggaknya A Nalendra mantan Liana."


"Terus Mama jawab apa?"


"Ya Mama jawab sesuai yang Mama tahu. Mama bilang kalau mereka hanya temenan, kalau mereka pacaran mungkin dah nikah dari dulu. Buktinya pas Teteh single, A Nalendra deketin Teteh terus. Pas diterima langsung nikah. Malah istrinya Pak Budi yang dulu ada waktu teteh nikah itu, dia cerita kalau A Nalendra yang langsung ngebet pengen langsung nikah pas kalian tunangan!" ungkap Bu Sekar. "Sebaiknya Teteh ngobrol yang bener sama Liana. Mama sih biasa aja, cuma ga enak aja soalnya dia katanya pake upload foto segala!"


Ranai berpikir sejenak. "Ya, sepertinya harus diobrolin lagi. Padahal dulu Rania sempet ngobrol sama dia sebelum pergi ke Singapore. Bu, apa Rania salah Nerima Nalendra?"


"Ya enggaklah. Jangan pernah berpikir begitu apalagi cerita begitu ke A Nalendra. Teteh ga salah, toh A nalendra belum punya calon, Teteh juga sama single. Jodoh tuh Allah yang menentukan. Kan' kata si Aa juga dia suka sama Teteh dari SMA!"