
Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Pesta pernikahan Adira dan Tristan pun berada di penghujung acara.
Para tamu undangan dipersilahkan untuk menyalami mempelai.
Satu persatu tamu mulai naik ke panggung dan bersalaman guna mengucapkan selamat.
Saat semua tamu hampir habis, para antek-antek nya pun bergantian salaman dengan pengantin.
“sekali lagi selamat ya Ra. Gue seneng bisa jadi adik ipar Lo hehe” ucap Amanda sambil memeluk Adira dan tersenyum.
“makasih man. Jangan nakal kalo Lo jadi ipar gue ya haha” jawab Adira tak yang juga terkekeh.
Lalu Amanda menatap Tristan dengan mata berkaca-kaca.
Dia langsung berhambur memeluk abangnya itu.
“Bang... Walau Lo udah punya istri, gue jangan di lupain ya” ucap Amanda sambil terisak.
“Ya enggak Lah man. Mana ada begituan. Istri ya istri adek ya adek dong. Lo tetep jadi adek gue yang paling nyebelin pokoknya” ucap Tristan tersenyum sendu.
Keduanya mengurai pelukan dan Tristan mencubit hidung Amanda pelan.
“lo nangis man? Lo khawatir kak Tristan gue rebut? Astaga dragon... Tenang aja Manda.. hahaha” ucap Adira tergelak dengan tingkah Amanda.
“status Lo juga beda kali man. Lo kan adeknya sedangkan Adira istrinya hahaha” ucap Lidya terkekeh juga.
“Pantes mata Lo sembab gitu ya. Lo ngilang karena nangis tadi?” tanya Kinara tergelak kencang.
Beruntung, musik terdengar lebih kencang. Jadi suara Kinara tidak mengundang perhatian.
“udaah.. kasian Amanda. Gue nggak bisa rasain perasaan Lo.. tapi gue percaya Lo sayang banget sama kak Tristan” ucap Adira memeluk Amanda lagi.
“dan gue berharap, Lo juga bakal sesayang itu sama gue, kakak ipar Lo hehe” ucap Adira tulus.
Dia juga ingin mempunyai seorang adik. Dan keinginannya terkabul.
Dia mendapatkan adik. Walaupun adik ipar tapi Adira bahagia.
“Pasti itu Ra.. gue bakal anggap Lo seperti saudara sendiri” ucap Amanda tersenyum senang.
“udah dong man. Giliran kita. Lo kan nanti juga bisa di rumah” ucap Lidya sedikit kesal.
Akhirnya Amanda mempersilahkan mereka semua.
Lidya memeluk Adira erat.
“sekali lagi selamat ya Ra. Gue bahagia kalo Lo juga bahagia. Buat Lo kak, jaga Adira baik-baik. Jangan sakiti dia” ucap Lidya tajam.
“so pasti” jawab Tristan mantap.
Tiba giliran Kinara...
“Selamat ya Ra. Semoga bahagia dan semoga bentar lagi gue nyusul ya hehe” ucap Kinara terkekeh dengan ucapannya sendiri.
Dia juga memeluk Adira dengan sayang.
“Haha... Lo mesti nyusul kin. Segera kalau perlu hahaha” jawab Adira tergelak.
“tenang... Tunggu undangan dari kita” ucap Vian membanggakan diri.
Kemudian Vian berpelukan ala cowok dengan Tristan lalu mengucapkan kata selamat dan doa-doa harapan.
Tiba giliran Azka dan Doni, sahabat Tristan semenjak dia duduk di bangku SMP.
Broooh... Selamat!!!” pekik Doni dan Azka bersamaan.
Ketiganya pun berpelukan.
“Jangan lupa... Entar malem unboxing haha” ucap Azka meledek.
“Lo gimana sih. Itu nggak bakal lupa Ka kalau soal begituan” sahut Doni yang juga tak kalah meledek.
“Kaya Lo nggak aja. Pikiran Lo tuh pasti udah ngeres. Kalau di sapu tuh, debunya nggak bakal habis tujuh hari tujuh malam” jawab Tristan menanggapi Doni.
“ya elah... Kena lagi kena lagi” rengek Doni.
“senjata makan tuan” ucap Amanda tersenyum senang.
Semua tergelak melihat tingkah Doni.
Mungkin jika tidak ada Doni di pertemanan mereka akan terasa kaku tanpa banyolannya.
“selamat siang semuanya... Mohon maaf acara salam-salamannya di lanjut lebaran aja ya” ucap sang MC terkekeh dan menginterupsi semua tamu undangan.
“kini tiba giliran acara yang paling ditunggu-tunggu oleh para jomblo ataupun yang sudah punya pacar...
“pasti kalian tau lah apa itu... Apa lagi jika bukan lempar bunga!!!” pekik MC yang mendapat tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
“Gue mesti dapet nih. Siapa tau jodoh gue makin Deket” ucap Doni lalu melangkah memposisikan diri di bawah panggung.
Semua terpelongo. Namun akhirnya semua mengikutinya.
“Ayo ... Sang pengantin mempersiap diri untuk di lempar sejauh mungkin walaupun sampai ke negeri Cina...” ucap MC lagi yang menghasilkan gelak tawa dari para tamu undangan.
Adira sudah siap dengan bucket bunga di tangannya. Dia berdiri membelakangi para tamu.
Lalu setelah mendengar aba-aba dari sang MC, Adira melempar bunga itu.
Satu .
Dua.
Tiga.
Semua berteriak heboh untuk mendapatkan bunga. Ada yang saling dorong, saling tarik menarik dan tatapan mereka juga menengadah ke atas semua.
Namun ternyata Adira tidak langsung melempar bunga itu. Adira terlihat tertawa berhasil mengerjai para lajang.
“Wow!!!.. ternyata prank ya.. hahaha nggak papa.. ayo kita coba lagi” ucap MC tertawa kencang.
Tristan juga tertawa.. bisa-bisanya Adira malah mengerjai semuanya.
“siap mbak pengantin??? Kita mulai lagi ya .
Satu.
Dua
Ti...
Ga.
Tepat saat kata tiga di ucapkan, Adira melempar bunga itu sembarang dan dengan sekuat tenaga.
Semua mengikuti arah kemana bunga itu berlabuh.
Yak.
Bunga ternyata terjatuh tepat di pangkuan seorang gadis yang sedang duduk di kursi para tamu.
Gadis tersebut hanya terpelongo.
Dia sama sekali tidak berminat untuk ikut berebut bunga.
Dia tidak percaya soal begituan. Jadi dia memilih duduk dan memainkan ponselnya.
“Wow!! Keberuntungan sepertinya berpihak kepada nona yang berada di sana... Ayo silahkan Nona.. ajak pasangan anda naik ke atas panggung...” ucap sang MC menginterupsi.
Adira dan Tristan hanya saling pandang ketika mengetahui siapa gadis yang dimaksud.
......
Saat sang MC menginterupsi bahwa acara lempar bunga akan dimulai...
Amanda memilih duduk di kursi tamu dan tak berminat sama sekali.
Mitos yang beredar membuat Dia tidak percaya dengan begituan. Jadi dia memilih untuk duduk dan menyaksikan saja.
Dia juga tidak terlalu memperhatikan acara lempar bunga itu. Dia memilih sibuk dengan ponselnya.
Melihat-lihat beranda akun sosial medianya.
Tanpa di duga .. bunga Tiu terjatuh di pangkuannya
Semua menatap dirinya dengan iri.
Bisa-bisanya sang bunga menjatuhkan pilihan kepada seseorang yang tidak mengharapkannya. Ck.
“Ayo nona.. mana pasangan anda? Naik ke panggung dong. Apa masih jomblo?” tanya MC setengah meledek.
Lalu sorak Sorai para tamu juga menyuruh Amanda naik ke panggung bersama pasangan.
Amanda pusing dibuatnya. Dia juga terlanjur malu jika terlihat sebagai jomblo di depan tamu undangan.
Akhirnya Amanda mencari sosok laki-laki yang bisa dia ajak naik atas panggung.
Matanya mencari kesana-kemari mengamati siapa orang tersebut.
Dapat.
Amanda berdiri dan menghampiri orang tersebut.
Dia langsung menarik lelaki tersebut bersamanya menuju panggung.
Betapa terkejutnya Tristan dan Adira melihat siapa yang di gandeng oleh Amanda.
Semua teman-temannya juga tak habis pikir.
mereka sama terkejutnya dengan Adira dan Tristan.
apa mereka benar-benar menjalin hubungan? atau Amanda hanya kepepet? semua pertanyaan seakan keluar dari otak masing-masing.