Treat You Better

Treat You Better
133. Tak enteni randamu



“Terima kasih, Sayang. Kamu belajar dari mana semua ini?” ucap Tristan sambil bertanya tentang keahlian baru yang Adira miliki.


“Dari sini,” jawab Adira sambil mengangkat ponsel yang berada di tangannya.


“Kamu hebat sekali. Kenapa kamu sekarang jadi nakal dan menggemaskan sekali?” tanya Tristan sambil membawa tubuh Adira ke dalam pangkuannya.


“Biar Mas nggak berpindah ke lain hati,” jawab Adira sambil menatap ke arah suaminya itu.


Cup. Cup. Cup.


“Terima kasih ya, aku janji tidak akan ada orang ketiga lagi dalam kehidupan rumah tangga kita,” ucap Tristan mengikrarkan janji.


*


Adira dan Tristan sedang menghadiri acara pertunangan Elvan dan Imelda di sebuah hotel bintang lima. Mereka menempati janjinya untuk datang ke pesta pertunangan keduanya.


Adira terlihat memukau mengenakan gaun pesta berwarna ungu dengan model mermaid dan berkerah V. Sangat cantik dan elegan. Walau sudah pernah menikah dan melahirkan satu anak, tubuh Adira malah terlihat lebih indah dibalut gaun yang presbo (press body).



Sedangkan untuk Tristan, di memakai baju batik berwarna hitam perpaduan dengan ungu, warna yang senada dengan gaun yang Adira kenakan. Keduanya terlihat sangat cocok dan serasi hingga menjadikan kedua bahan bisik-bisik tetangga.


“Mereka berdua cocok sekali. Yang cowok ganteng, yang cewek cantik,”


“Body goal banget yang cewek ya. Padahal udah punya anak,”


“Aku yang belum nikah aja, badannya berasa udah punya anak dua, laah dia yang udah punya anak, berasa masih gadis aja,”


Begitulah kira-kira bisik-bisik tetangga berbunyi. Tidak sedikit pula, mata lelaki buaya yang menatap lapar ke arah Adira. Lekuk tubuh Adira sangat indah di balut gaun pesta yang dia kenakan. Jadi, wajar saja bila Adira menjadi pusat perhatian para lelaki mata keranjang.


“Tak enteni randamu, Mbak!” ucap seseorang yang melihat Adira berjalan di depannya. (Akan kutunggu jandamu, Mbak)


“Istri orang memang lebih menggoda,” sahut suara lelaki yang lainnya.


Tristan sampai geram mendengar siulan dan ucapan tidak pantas dari lelaki lain untuk Adira. Tristan sampai menatap tajam satu-persatu lelaki yang menatap penuh puja ke arah Adira.


Seketika Tristan menyesal telah memperbolehkan Adira memakai gaun berkerah V itu, hingga menampakkan tubuh bagian depannya yang indah itu.


Sedangkan Adira, dia sibuk menemani Echa makan dessert coklat yang memang disediakan di pesta tersebut. Adira sama sekali tidak peduli dengan semua pujian yang ditujukan untuk dirinya. Pujian dari orang lain tidak terlalu penting untuk Adira. Namun pujian dari suaminya sendiri, sangatlah berharga menurut Adira.


“Enak, Bun,” puji Echa sambil merem-merem saking enak dan lembutnya pudding coklat yang dia makan. Adira tampak tersenyum geli melihat ekspresi Echa yang sangat lucu dan menggemaskan.


“Biasa aja kali, Cha. Sampai merem-merem segala, menjiwai banget sih kamu,” ucap Adira sambil terkekeh geli menatap anak pertamanya itu.


“Habisnya enak banget. Bunda nggak mau cobain?” tanya Echa sambil menyodorkan sendok yang berisikan pudding coklat lengkap dengan vlanya.


Adira langsung menerima suapan yang Echa berikan. Dan benar saja, pudding itu terasa sangat lembut dan memanjakan lidah. Adira langsung mengambil beberapa potong pudding untuk diberikan kepada suaminya.


“Beneran enak, Cha. Ayah harus cobain nih,” ucap Adira yang juga memuji rasa makanannya.


Hap.


Tristan langsung melahap puding yang Adira suapkan untuknya. “Iya, enak banget ini,” ucap Tristan sambil tersenyum berbinar.


“Kamu pasti senang sekali jadi pusat perhatian dan mendapat pujian dari lelaki lain ya?” sindir Tristan dengan nada ketusnya.


“Biasa aja. Kalau Mas yang memuji, baru itu luar biasa. Pujian mereka sama sekali nggak berarti apa-apa buat aku,” ucap Adira tenang sambil tersenyum manis pada suaminya itu.


Tristan mengulum senyumnya karena merasa salah tingkah dengan gombalan yang Adira ucapkan. Tristan bisa bernafas dengan lega saat mengetahui Adira tidak terlalu memedulikan banyak lelaki yang memuji dirinya.


Tristan takut Adira akan tergoda dan berpaling darinya bila mendengar banyak lelaki yang menginginkan dirinya.


Tidak lama kemudian, suara MC terdengar menyapa para tamu undangan untuk membuka acara yang akan berlangsung selama dua jam ke depan. Semua tamu undangan langsung mengalihkan perhatian kepada sang MC untuk mendengarkan susunan acara yang akan berjalan nanti.


Ada beberapa sambutan dari keluarga inti yang mengisi acara tersebut. Hingga tibalah acara yang di nanti-nanti oleh semua tamu undangan, yaitu acara bertukar cincin.


Sang MC terdengar menyuruh pasangan untuk naik ke panggung. Saat Elvan dan Imelda berjalan untuk menaiki panggung, lagu milik Bruno Mars yang berjudul Marry You, ikut mengalun indah mengiringi kedua pasangan yang sedang berbahagia itu.


Para tamu undangan sontak mengalihkan pandangan menatap sepasang kekasih yang akan mengikat hubungannya. Tak terkecuali Adira dan Tristan yang juga melihat dan menyaksikan jalannya acara, mereka turut bahagia atas kebahagiaan yang sedang kedua pasangan itu rasakan.


Keduanya akhirnya sudah resmi bertunangan. Setelah cincin tersemat di jari keduanya, mereka mengangkat punggung tangan mereka untuk menunjukkan cincin yang sudah tersemat di jari manis keduanya sebagai tanda kepemilikan satu sama lain.


Banyak para tamu undangan yang mengangkat ponselnya untuk mengambil foto maupun video untuk mengabadikan momen bahagia Elvan dan Imelda. Tak terkecuali Adira yang juga mengambil foto di hari bahagia sahabatnya.


Setelah bersalaman dan mengucapkan selamat kepada Elvan dan Imelda, Tristan mengajak keluarga kecilnya untuk pulang. Tristan merasa tidak tega melihat kedua anaknya sudah kelelahan dan mengantuk. Terbukti saat Tristan baru menjalankan mobilnya, kedua anaknya itu langsung tertidur pulas.


Echa dan Aarav berada di kursi penumpang bersama baby sisternya yang sengaja Adira ajak takut Aarav atau Echa rewel. Namun beruntung, kedua anaknya itu bisa di ajak kerjasama dengan baik.


“Pulas banget mereka berdua ya, Mas,” ucap Adira sambil menoleh ke belakang untuk menatap kedua anaknya berada.


“Mereka kelelahan karena terlalu aktif tadi,” jawab Tristan sambil masih fokus pada kemudinya.


Butuh waktu setengah jam, akhirnya mobil yang mereka kendarai sampai di pelataran rumah. Tristan membawa mobilnya masuk lebih dalam lagi. Mereka semua turun dengan Aarav yang di gendong oleh baby sisternya. Sedangkan Echa, Tristan yang menggendongnya masuk menuju kamarnya.


Setelah masuk ke dalam kamar dan Aarav juga sudah tidur di box bayinya, Adira segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti bajunya. Tidak mungkin Adira tidur dengan mengenakan gaun pesta bukan?


Setelah Adira keluar, giliran Tristan yang membersihkan dirinya di dalam kamar mandi. Saat keluar dari kamar mandi, Tristan bisa melihat Adira yang sedang berada di depan meja rias untuk memakai krim malamnya.


Tristan memilih menatapnya saja dan pergi untuk mengambil sarung dan baju kokonya. Tristan belum sempat melaksanakan salat isya sejak tadi. Saat masih ada waktu untuk melakukannya, Tristan akan melaksanakan kewajibannya dengan baik.


Adira menatap kagum dan bangga pada suaminya yang sudah berubah menjadi lebih baik dan dekat kepada Allah SWT. Tidak salah bila dulu Adira memberikan kesempatan kedua untuk Tristan memperbaiki dirinya.


Adira tersenyum bahagia merasakan rumah tangganya yang sudah lengkap itu.