Treat You Better

Treat You Better
135. Amunisi



Lima tahun kemudian.


“Mas Tristan, buruan mandi sekarang!” perintah Adira sambil bersungut kesal karena suaminya tak kunjung bersiap diri. Padahal, dua jam lagi pesawat yang akan mereka tumpangi akan take off.


“Iya Sayang. Tapi kasih amunisi dulu,” jawab Tristan sambil mengerling nakal pada istrinya.


Karena sudah tidak punya waktu banyak lagi, Adira akhirnya menuruti permintaan suaminya yang sudah seperti anak-anak saja.


Cup.


“Buruan mandi!” suruh Adira lagi setelah memberikan satu kecupan di bibir suaminya. Tristan tersenyum dan segera melenggang pergi menuju kamar mandi.


Adira sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya yang semakin manja. Adira merasa tidak hanya mempunyai dua anak yang harus di urus. Tapi tiga anak, karena suaminya itu manjanya sudah melebihi Echa dan Aarav.


Ceklek.


Pintu kamar Adira terbuka saat dirinya sudah selesai mengemas barang-barangnya. Echa dan Aarav muncul dengan wajah yang sudah di tekuk.


“Kenapa pada cemberut begitu sih mukanya?” tanya Adira pada anak-anaknya.


“Kenapa kita nggak ikut sih, Bun? Kita kan juga pengen jalan-jalan,” ucap Aarav dengan wajah yang di buat sedih.


“Ini kan waktunya ayah sama bunda quality time. Kalian nanti bisa jalan-jalan sama duo Oma ke mall, ke taman, atau ke manapun kalian mau, tinggal bilang aja sama Oma,” ucap Adira menjelaskan dengan iming-iming jalan-jalan.


Kedua anak itu akan tergiur dengan kata ‘jalan-jalan’ apalagi ke mall. Karena di mall mereka bisa bermain wahana di kidzone. Benar saja, wajah Aarav dan Echa langsung berbinar dan berteriak girang. “Horee!!” pekik Aarav dan Echa bersamaan.


“Ya udah deh, kita nggak usah ikut aja. Ayah sama bunda kalau mau pergi jangan lupa beliin kita oleh-oleh ya,” ucap Echa yang mendapat anggukan dari Aarav. Setelah itu, keduanya memeluk Adira dengan sayang karena akan berpisah selama dua minggu.


Ya, Adira dan Tristan akan pergi honeymoon atas saran duo mama. Karena dua mama itu bersedia menjaga anak-anak, dengan senang hati Tristan dan Adira akan pergi.


Sebenarnya, Tristan maupun Adira sudah merencanakan liburan keluarga di liburan semester anak-anaknya. Tapi perkataan mama Siska ada benarnya juga, bila dirinya dan Tristan butuh menghabiskan waktu bersama.


Kedua mama itu juga sudah memesan tiket ke sebuah pulau di Indonesia yang terkenal dengan keindahan alamnya yang masih terjaga. Yaitu Labuan Bajo. Mereka akan pergi liburan ke sana selama dua minggu ke depan.


“Ayah sama bunda berangkat dulu ya ... Baik-baik di rumah sama Oma sama Opa,” ucap Adira berpamitan kepada kedua anaknya. Dia juga melabuhkan ciuman di masing-masing pipi anaknya.


“Bunda tenang aja, ada jalan-jalan, semua lancar,” ucap Aarav tersenyum licik.


Semua terkekeh mendengar ucapan Aarav yang kecil-kecil sudah pandai memalak.


Setelah berpamitan pada kedua orang tuannya, Adira dan Tristan segera berangkat menuju bandara yang diantar oleh pak sopir. Setelah sampai di bandara, mereka segera check in tiket pesawat sebelum setengah jam lagi berangkat.


*


Bu Siska dan Bu Dewi saat ini sedang menemani Echa dan Aarav untuk berjalan-jalan ke mall. Mereka benar-benar merealisasikan keinginan dua cucunya untuk mengajak mereka ke kidzone.


Mereka bisa sambil duduk mengawasi kedua cucu mereka yang sedang bermain mandi bola. Mereka percaya bahwa kedua cucunya sudah bisa menjaga dirinya dengan baik. Umur Echa sudah menginjak sepuluh tahun sedangkan Aarav, dia sudah berumur delapan tahun.


“Eh! Tante Siska sama tante Dewi ada di sini juga? Sama siapa?” tanya Lidya yang memang juga berada di kidzone untuk menemani anaknya bermain.


“Eh, Lidya ... Iya nih, lagi temenin kedua cucu Tante main, tuh ... Mereka,” ucap Bu Dewi menanggapi pertanyaan dari Lidya, telunjuknya mengarah pada Aarav dan Echa yang sedang saling melempar bola.


“Nggak sama Adira, Tan?” tanya Lidya lagi yang tidak melihat kehadiran sahabatnya itu.


“Adira sama Tristan kami suruh honeymoon biar nggak stress. Biar anak-anak kita yang jaga dan urusin,” jawab bu Siska sambil tersenyum lebar.


“Wah! Dua Tante ini memang Oma sama mama yang terbaik.” puji Lidya sambil mengangkat jari jempolnya.


“Bisa aja kamu memujinya, Tante jadi senang,” ucap bu Siska pura-pura tersipu. Bu Dewi dan Lidya akhirnya tergelak melihat wajah bu Siska tersipu namun dibuat-buat.


“Zain, main sama Aarav sama kak Echa ya ... Itu mereka ada di sana,” ucap Lidya kepada anaknya yang baru saja datang bersama baby sisternya. Dia merengek meminta minuman boba saat melihat ada stand penjualnya yang berada di dalam mall.


“Oke, Mom!” jawab Zain kegirangan karena mendapat teman main. Setelah itu, Zain ikut bergabung bersama Echa dan Aarav yang sudah lebih dulu masuk ke dalam arena permainan.


 Lidya juga menyuruh baby sister Zain untuk ikut masuk agar bisa mengawasi ketiga bocah yang sedang asik bermain itu.


Mereka sudah saling mengenal dan cukup akrab. Karana memang Lidya, Adira dan juga Kinara tidak pernah putus komunikasi. Jika ada waktu senggang di antara mereka semua, mereka akan menyempatkan diri untuk bertemu. Mereka juga akan mengajak anak dan juga suaminya.


Maka dari itu, anak-anak mereka sudah akrab dan saling mengenal.


Lidya mulai bergabung untuk mengobrol bersama kedua orang tua itu. Hanya obrolan ringan yang membahas fashion dan kecantikan. Walau usia dua wanita yang sedang bersama Lidya itu hampir menginjak kepala enam, mereka tetap terlihat cantik dan anggun.


Maklum saja, mereka bergabung dengan grup ibu-ibu sosialita.


Saat sedang larut dalam obrolannya, Azka terlihat datang menghampiri ketiga wanita berbeda usia itu.


“Zain udah masuk, Sayang?” tanya Azka saat sudah dekat dengan Lidya, istrinya.


Lidya mendongak menatap suara yang berada di sampingnya. Dan saat melihat, ternyata itu adalah suaminya. Lidya tersenyum sebelum menjawab. “Baru aja masuk. Ada Echa sama Aarav juga di dalam. Jadi, mereka bisa main bareng,” jawab Lidya menjelaskan.


“Eh, ada tante-tante juga di sini?” ucap Azka terkejut saat melihat dua wanita yang duduk di sebelah istrinya adalah orang tua sahabatnya.


“Iya, kan lagi nemenin Echa sama Aarav. Adira sama Tristan, Tante suruh pergi honeymoon,” ucap Bu Dewi setengah berbisik di akhir kalimat.


“Bener banget tuh ide Tante. Mereka memang butuh healing hahaha,”


Azka tertawa sambil membayangkan wajah kusut Tristan yang harus sibuk di kantor dan juga harus membantu menjaga anaknya saat di rumah.


Adira dan Tristan benar-benar membutuhkan liburan agar hidupnya tidak terlalu tegang.