Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Aleena Menggenggam Pergelangan Tangan Son



Bab 97


"Kamu pulang sekarang ya?" pinta Son.


"Kenapa aku harus buru-buru pulang?" tanya Aleena sambil membesarkan matanya.


"Ya kalau tidak pulang, untuk apa kamu di sini?" tanya Son.


"Emang harus ada keperluan baru boleh tetap di sini?" balas Aleena. "Teman-temanmu saja belum pulang dan masih duduk di ayunan," protesnya.


"Iya, tapi kami kerja kelompok tadi," alasan Son.


"Kerja kelompoknya kan sudah selesai dari tadi. Kalau tidak, tak mungkin bisa duduk di ayunan bareng," Aleena mendengus.


"Kami cuma duduk-duduk sebentar di ayunan setelah kerja kelompok," balas Son.


"Oh, aku juga baru berdiri-berdiri sebentar di bawah pohon setelah melihatmu," Aleena tak mau kalah. "Tujuanku mau melihatmu. Tujuan teman-teman sekelasmu mau kerja kelompok. Sama-sama sudah tercapai tujuan kami. Ya supaya adil, aku baru mau pulang kalau teman-temanmu sudah pulang."


Son mengernyitkan alis. "Tidak sama, Aleena," kata Son sambil menatap lekat wajah gadis belia di depannya.


"Kenapa tidak sama?" Wajah Aleena memerah. Sepertinya dia keberatan Son membedakan dirinya dengan teman-teman sekelasnya.


"Kamu hanya seorang," jawab Son.


"Oh, jadi karena aku hanya seorang makanya kamu merasa lebih gampang mengusirku pulang ya?" Aleena membelalakkan matanya membalas tatapan Son dengan kesal.


"Tidak enak kamu bertemu dengan teman-temanku," jujur Son.


Lalu tiba-tiba Aleena meraih tangan Son dan menggengamnya dengan 2 tangannya. Gayanya seperti gaya seorang anak kecil yang sedang menarik-narik tangan ibunya untuk meminta sesuatu.


Son yang terkejut karena Aleena tiba-tiba menggandeng tangannya hanya bisa membelalakkan matanya dengan ekspresi wajah kacau. Dia mengerutkan kening seperti sedang berpikir keras akan sikap Aleena ini.


Sikap Aleena kambuh lagi seperti malam tadi saat dia menarik-narik pergelangan tangan Son untuk mengajaknya ke toilet. Saat itu Aleena ingin membuktikan pada Son kalau di toilet kafe yang mereka kunjungi itu ada hantunya.


Berbeda dengan malam tadi saat mana Son menepis tangan Aleena yang menarik-narik tangannya, maka sekarang saat Son menggandeng pergelangan tangannya, Son tidak segera menepiskannya.


Kalau malam tadi, Son refleks menepis tangan Aleena sebagai gerak spontan untuk melindungi diri sendiri, maka sekarang Son membiarkan kedua tangan Aleena tetap menggengam pergelangan tangannya.


Walau tidak berkata apa-apa, namun Son memperhatikan wajah Aleena yang sedang manyun seolah-olah tengah merengek agar Son menuruti kehendaknya.


Son merasa hatinya berdesir sedikit. Dia merasa ada perasaan tersentuh dan aman yang menjalar di relung hatinya hingga membuat tubuhnya terasa bersemangat.


Berbeda dengan saat Son secara tak sengaja menggenggam telapak tangan Shania sewaktu mereka hendak makan mie di samping kantin. Saat itu, Son merasa hatinya berdebar keras dan jantungnya berdegup kencang. Dia merasa ada perasaan bahagia bergejolak yang menjalar di relung hatinya hingga membuat tubuhnya terasa lemah.


Kenapa Son bisa memiliki 2 rasa yang berbeda pada Aleena dan Shania?


Sebenarnya, hati Son lebih ke mana? Kepada Aleena yang membuatnya tergerak, tersentuh, dan aman/nyaman, ataukah kepada Shania yang membuatnya terpikat, terpesona, dan senang/bahagia?


Son tidak tahu jelas apa arti kedua perasaan itu. Suka kepada Shania ya sudah jelas karena Shania membuatnya bahagia. Suka kepada Aleena? Antara ya dan tidak karena Aleena kadang membuatnya nyaman tapi kadang membuatnya kesal juga.


* * *