Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Son Kembali ke Ayunan



Bab 102


Langkah Shania dan Son sampai di tepi ayunan. Begitu mereka sampai, ketiga teman mereka: Joseph, Winy, dan Cyntia langsung menoleh.


"Wah, sudah balik ternyata," kata Winy seperti ingin memberitahukan pada Son kalau mereka menunggunya lama di ayunan.


Sebenarnya, Winy tidak perlu protes. Karena tanpa Son duduk di situ sebagai tuan rumah mendengarkan percakapan mereka, mereka toh bisa berbincang-bincang sendiri.


Biarkan Son menyelesaikan sendiri urusannya dengan gadis bernama Aleena itu. Tidak perlu sampai melibatkan Shania atau teman-temannya yang lain.


Tapi karena Son belum juga balik, maka Shania terpaksa menyusulnya ke bawah pohon untuk menyadarkannya dan menariknya kembali ke ayunan.


"Iya, lama sekali, Wilson," kata Joseph yang terbiasa berbicara jujur dan sesuai hatinya. Dia tak tahu kalau itu mungkin bisa menyinggung perasaan orang atau membuat orang lain merasa tak enak hati.


"Hhhh... lama sekali!" celetuk Cyntia seperti tak peduli bagaimana perasaan Son mendengar keluhannya itu. Bahkan setelah berkata begitu, dia memalingkan wajahnya dari Son dan berpura-pura melihat ke atas langit.


Orang akan dengan mudah menyindir kita bila kita berbuat sesuatu hal yang tidak menyenangkan. Misalnya: membiarkan orang lain menunggu lama. Ada kata-kata kita yang tidak berkenan. Atau perilaku kita yang dinilai tidak sesuai aturan.


"Yang penting sekarang sudah balik kan," kata Shania. "Ayo, Wilson," Shania naik ke atas ayunan dengan sebuah ajakan pada Son.


Son pun naik kembali ke atas ayunan lalu duduk di samping Shania. Kalau tadi Son merasa senang duduk di samping Shania, maka sekarang dia mulai menjaga jarak dengan gadis itu. Bahkan Son terkesan menjauhkan jarak duduknya. Entah kenapa Son pun nggak tahu. Itu hanya bisikan hatinya saja setelah bertemu dan berbincang-bincang dengan Aleena.


Son duduk di samping Shania yang menoleh ke kanan untuk menatapnya. Namun Son terkesan enggan membalas tatapan gadis itu.


Gawatnya lagi, yang memergokinya adalah Shania, gadis yang disukai Son yang dari kemarin menaruh kepercayaan padanya. Bahkan gadis itu sudah berbaik hati mengantarnya pulang saat papanya Son tak sempat menjemputnya ke sekolah. Son merasa bersalah telah mengecewakan Shania. Karena itu, Son tak berani membalas tatapan Shania.


"Tadi itu siapa, Wilson?" tanya Joseph yang merasa penasaran dengan Aleena, gadis belia berusia 14 tahun yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


Shania, Winy, dan Cyntia memandang Son. Menunggu jawabannya.


Son menggigit bibirnya sebelum menjawab dengan suara perlahan. Namun suaranya terdengar lantang seperti biasanya.


"Itu Aleena," jawab Son singkat.


"Iya, Aleena," kata Cyntia. "Itu namanya. Tapi siapa dia, Wilson? Teman SMP-mu kah sebelum kamu pindah ke sekolah kami?" Cyntia memicingkan mata.


"Bukan," jawab Son cepat. "Dia keponakannya Tante Feby, teman SMA papaku dulu."


"Oh, ternyata keponakannya teman papamu," kata Shania. Entah kenapa setelah Son menjawab pertanyaan Cyntia, Shania merasa lega.


Pupus sudah kecurigaan Shania kalau Aleena mungkin teman istimewanya Son selama ini. Ternyata hanya keponakan dari teman SMA papanya. Jadi Shania merasa tak perlu curiga berlebihan.


* * *