Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Aleena yang Kesal



Bab 101


Aleena dan Son sama-sama terpaku menatap wajah Shania.


"Kenapa, Sha..nia...?" tanya Son dengan suara tertahan.


Dia merasa tak enak hati melihat ekspresi wajah Shania yang seperti itu. Sangat beda dari sebelumnya. Ekspresi wajah Shania seperti mengempaskan hatinya sampai ke tempat yang paling sudut.


"Kami menunggumu lama, Wilson," jawab Shania setelah menemukan kata-kata yang tepat.


Shania menggunakan kata "kami" untuk mewakili perasaan yang netral atau umum. Shania bilang menunggu Wilson lama itu juga alasan yang masuk akal.


Lain jika Shania bilang, "Aku menunggumu lama, Wilson." Itu seolah-olah hanya Shania yang menunggu Son balik ke ayunan. Perasaan itu lebih pribadi. Lebih khusus dari Shania kepada Son.


"Oh, sori," balas Son. Segera setelah itu Son pun berbalik ke kanan. Bermaksud melangkah ke arah Shania untuk bersama-sama balik ke ayunan.


Aleena terpana di tempatnya berdiri. Son seperti melupakan dirinya dalam sekejap setelah kehadiran Shania. Son bahkan tidak menoleh ke arahnya lagi. Son langsung berbalik dan meninggalkan dirinya. Sepertinya Son tak ingin membuat Shania berpikiran yang macam-macam lagi jika Son masih juga menatap Aleena untuk berpamitan dengannya.


Son tidak bilang apa-apa pada Aleena.


Dia langsung pergi begitu saja dari bawah pohon setelah mendengar Shania berkata, "Kami menunggumu lama, Wilson."


Tak terasa, sudut-sudut mata Aleena mulai basah oleh matanya yang berkaca-kaca memikirkan kemungkinan itu. Son tidak peduli padanya. Dia hanya peduli pada Shania dan teman-temannya.


Aleena hanya bisa berdiri terpaku menatap punggung Son yang menjauh darinya lalu menghilang dari pandangannya bersama tubuh Shania.


Di sepanjang langkah menuju ayunan, Shania dan Son tidak berkata apa-apa. Hanya saja beberapa kali Shania mencuri pandang ke arah Son.


Walaupun Son tahu Shania menoleh ke arahnya beberapa kali untuk melihat ekspresi wajahnya, namun Son tidak membalas tatapannya. Dia tahu Shania sedang mengawasinya.


Pikiran Son sekilas mengingat Aleena. Dia seperti baru sadar kalau sudah meninggalkan Aleena begitu saja tanpa pamit. Apakah Aleena akan menyusul langkahnya bersama Shania dari belakang lalu berhenti juga di ayunan? Apakah Aleena akan bertemu dan berkenalan dengan teman-temannya tadi seperti perkataannya?


Karena jengkel ditinggalkan Son begitu saja, Aleena yang bediri di bawah pohon pun langsung menyepak dedaunan yang jatuh di sekitaran situ. Dia menyepaknya dengan gusar sambil mengembuskan nafas kesal.


Apa yang harus kulakukan sekarang? pikir Aleena sambil melangkah ke samping pohon dan duduk di bawahnya. Dia duduk begitu saja di atas tanah di bawah pohon tanpa rasa khawatir celana jeansnya akan kotor atau mungkin dibilang sableng bila sekonyong-konyong terlihat oleh orang lain.


Bisa saja tukang kebun yang tadi balik lagi ke taman dari luar pintu gerbang. Dan saat dia kembali ke taman, dia melihat Aleena sedang duduk seorang diri di bawah pohon di atas tanah sambil menopang dagu dengan dua siku yang diletakkkannya di atas kedua lututnya yang ditekuk ke atas.


Aleena duduk memikirkan hal itu seperti orang stress yang noob. Dia memanyunkan bibirnya ke kiri dan ke kanan. Bola matanya juga memutar ke kiri dan ke kanan. Seolah-olah mencari benda apa lagi yang bisa disepaknya selain dedaunan untuk melampiaskan kekesalannya. Kalau sudah ketemu, dia akan langsung bangkit dan menyepak benda itu.


* * *