Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Richard Melihat Kedekatan Shania dan Son



Bab 43


Tak lama setelah Son dan Shania selesai makan, lonceng masuk berbunyi.


"Kita kembali ke kelas," kata Shania. "Ohya, aku lupa beli minum tadi. Tunggu sebentar, aku ke kantin beli minum dulu."


"Biar aku saja," kata Son sambil bangkit dari duduknya dan keluar dari belakang meja.


Shania juga melakukan hal yang sama. Dia mengikuti langkah kaki Son menuju kantin.


Sesampainya di sana, Son mengambil 2 botol air mineral merk terkenal lalu membayarnya dan memberikan 1 botol pada Shania.


"Thanks, Wilson," kata Shania.


"Sama-sama," jawab Son.


Keduanya segera membuka botol air mineral itu dan meminumnya untuk menghilangkan rasa dahaga setelah memakan mie goreng.


"Ayo, sekarang kita kembali ke kelas," ajak Shania.


Son pun mengiringi langkah kaki Shania keluar dari kantin dan berjalan menuju tangga ke lantai 2.


Murid-murid sudah ramai menaiki tangga  untuk kembali ke kelas masing-masing.


Saat hendak menaiki tangga, Shania dan Son berpapasan dengan Richard cs yang juga hendak kembali ke kelas. Richard spontan mengernyitkan alis begitu melihat Shania dan Son melangkah bersama menaiki tangga.


"Wah, Shania kok jadi dekat dengan murid baru di kelas kita. Apa nggak salah tuh? Baru kenal sebentar sudah langsung dekat," kata Mark.


"Iya, betul juga ya. Siapa namanya tadi?" tanya Fredy.


"Wilson," jawab Luna.


"Iya, Wilson," ingat Fredy. "Kayak baru habis dari kantin," kata Fredy yang melihat tangan Son dan Shania masing-masing mrmegang botol air mineral.


Richard mengekor di belakang Shania dan Son yang berjalan di depannya. Wajahnya tampak penasaran.


Langkah mereka sudah sampai di ujung tangga. Keenamnya, Richard, Mark, Fredy, Desy, Luna, dan Katrin berjalan beriiringan menyusuri sepanjang koridor menuju kelas mereka yang ada di ujung. Sementara Son dan Shania berjalan di depan mereka dan duluan sampai di kelas


"Baru jajan di kantin ya, Shan?" tanya Joseph melihat Shania yang duduk di sampingnya.


"Iya, Seph. Sama Wilson," jawab Shania.


Joseph heran Shania bisa dekat dengan Son yang barusan dikenalnya hari ini. Biasanya Shania cuek sama teman-teman lain terutama sama murid-murid cowok di kelasnya yang mengejar-ngejarnya. Tak heran kalau Shania sering dicap sombong.


Dia tidak akrab dengan murid cowok atau murid cewek mana pun. Shania cuma akrab dengan Joseph yang di kelas I dan II sebangku dengannya. Sedangkan terhadap teman-teman lain, Shania seolah tak ambil pusing alias tak peduli.


Tak heran kalau murid-murid cewek di kelas Son jarang mendekatinya. Shania dianggap menjaga jarak dengan mereka. Sebaliknya yang cowok pun tak berani mengusiknya walaupun banyak dari mereka yang mengagumi kecantikan dan kelembutannya.


Tapi sebenarnya Shania tidak sombong juga. Buktinya dia berkenan meminjamkan jawaban soal latihan Bahasa Inggris pada teman-temannya. Iya, hanya pada les Bahasa Inggris saja saat ada tugas mereka sering meminta jawaban pada Shania. Dan biasanya diberikan asalkan mereka meminta dengan sopan.


Walaupun Shania tak hendak akrab dengan teman-teman di kelasnya dan mereka rata-rata mengerti, namun Richard-lah yang tetap tak bisa mengerti. Sudah 2 tahun dia penasaran dengan Shania. Shania tidak ramah padanya. Karena Richard seorang, kelima temannya yang lain jadi ikut-ikutan. Yang cewek, Desy, Luna, dan Katrin sudah pasti tak menyukainya.


Richard merasa tak masuk akal jika cewek secantik Shania cuma bisa akrab dengan cowok seperti Joseph yang alim. Richard sama sekali tidak memandang Joseph dan menduga Shania akrab dengan Joseph hanya sebagai topeng untuk menghindari murid-murid cowok lain yang bandel-bandel terutama yang seperti dirinya.


Jadi jika dia akrab dengan Joseph, mereka akan mengira Shania hanya menyukai murid alim saja. Ternyata perkiraan mereka salah. Buktinya hari ini Shania tiba-tiba terlihat akrab dengan Wilson yang terkesan dingin dan tak banyak bicara. Sama sekali tidak kelihatan seperti cowok yang alim. Melainkan seperti cowok yang jantan, garang, cool, dan macho. Inikah sebenarnya tipe yang disukai Shania? Shania selama ini hanya berkamuflase belaka sampai seisi kelas terkecoh olehnya.


Mulanya, Richard juga tak begitu memperhatikan Son. Tapi berhubung tadi dia melihat Shania dan Son berjalan bersama menaiki tangga dan seperti baru dari kantin, Richard mulai membuka matanya melihat Son. Apalagi dia melihat sikap Shania sangat baik pada Son. Bahkan Richard merasa Shania tertarik dan menyukai murid baru yang terkesan misterius itu.


"Pelajaran berikutnya apa ya, Seph?" tanya Shania sambil menoleh ke samping.


"Matematika," jawab Joseph.


"Ohya, aku nggak suka Matematika," kata Shania.


Son yang duduk di belakang Shania mendengar kata-kata Shania itu. Dia menguping semua pembicaraan antara Shania dengan Joseph. Dia melakukan itu karena dia ingin tahu lebih banyak tentang Shania.


Sementara Richard yang duduk di bangku belakang sekarang tidak hanya melihati Shania, tapi juga Son. Richard melihati Son karena penasaran apa yang ada pada diri Son yang membuat Shania tertarik padanya.


Setelah mengamati Son, Richard merasa kali ini dia mendapat lawan yang berat. Ini barulah tipe cowok yang sebenarnya disukai Shania. Jelas beda sikapnya Shania pada Son. Terlihat sangat spesial.


* * *