
Bab 147
Mobil sudah menempuh hampir setengah perjalanan menuju rumah om-nya Shania saat Shania tiba-tiba berkata pada abang supir, "Bang, Bang, bisa balik sebentar ke tempat yang tadi?"
"Balik ke mana, Non?" tanya abang supir.
"Ke rumah temanku yang tadi," jawab Shania.
"Oh, ke villa yang baru kita tinggalkan barusan maksud Non?" tanya abang supir memperjelas.
"Betul, Bang," jawab Shania.
"Oh, ada yang ketinggalan ya, Non?" tanya abang supir lagi sambil menoleh sejenak ke belakang.
"Mmm... iya, Bang," jawab Shania agak ragu. "Ada... ada buku catatan dia yang mau kuambil atau kupinjam darinya," alasan Shania.
Alasan tersebut terlintas begitu saja di benak Shania padahal itu bukan yang ada di pikirannya saat dia menyuruh abang supir balik ke rumah Son.
Shania berkata begitu hanya karena hatinya tidak tenang dan dia seperti ingin balik ke rumah Son untuk melihat apa yang dilakukan oleh Son dan Aleena setelah dia pulang.
Apakah Aleena akan berdua saja dengan Son seperti saat Shania memergoki dirinya bersama Son di bawah pohon tadi? Son dan Aleena berdiri begitu dekat. Bahkan Shania melihat tangan Aleena pun sedang memegang pergelangan tangan Son. Son membiarkan Aleena memegang pergelangan tangannya dan baru menepiskannya saat Shania datang dan memergoki mereka. Bagaimana jika Shania tidak ada di samping mereka? Apakah mereka akan seperti tadi juga?
Memikirkan kemungkinan itu membuat hati Shania tidak tenang dan dia seolah-olah tidak bisa membiarkan Son dan Aleena berdua saja. Hatinya gelisah dan tidak rela. Dia tidak ikhlas membiarkan Aleena berdua saja dengan Son walaupun itu hanya sekejap. Apalagi sampai lama. Jangan-jangan Aleena sampai sore di rumah Son. Sampai berjam-jam baru pulang dari sana. Bagaimana ini? Tidak, aku harus balik ke sana, bisik hati Shania.
Sementara Shania yang duduk di jok belakang, ingin mobil segera sampai di rumah Son supaya dia bisa segera melihat apa yang dilakukan oleh Son dan Aleena. Sedang apakah mereka sekarang? pikir Shania.
Mobil terus melaju menuju rumah Son. Sementara di villa Tom Simon, Aleena dan Son yang kini tinggal berdua setelah mobil om-nya Shania mengantar mereka sampai di villa tampak duduk berdua di tepi kolam ikan sambil melihat-lihat ikan di kolam yang ada di taman.
"Sudah?" tanya Son pada Aleena. Dia mengangkat kepalanya untuk menatap Aleena. Sudah 15 menit mereka duduk-duduk di situ sambil melihati ikan-ikan di kolam. Itu yang mereka lakukan setelah ditinggal berdua.
"Ini saja?" tanya Aleena.
"Apanya?" tanya Son balik.
"Ini saja yang kalian lakukan tadi sebelum aku datang? Cuma melihat ikan di kolam?" tanya Aleena penasaran.
"Ya, sebelumnya kami latihan drama di ruang tamu. Setelah itu baru ke sini. Ke taman ini melihat ikan di kolam lalu duduk-duduk di ayunan," jawab Son.
"Oh, kalau begitu kita duduk-duduk juga di ayunan sekarang," kata Aleena. "Seperti yang kamu dan teman-temanmu lakukan tadi. Aku ingin duduk-duduk di sampingmu juga, Son, seperti Shania."
Son mengernyitkan alis. Permintaan Aleena terasa aneh.
* * *