Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Son Mentraktir Teman-temannya



Bab 117


Shania sudah berada di antrean terdepan. Sekarang gilirannya mendapatkan bagian. Setelah minuman Jepang dan Korea dimasukkan ke dalam plastik dan ditaruh di depannya, Shania pun membayar sejumlah harga.


Plastik berisi 5 gelas minuman Korea dan Jepang itu pun digenggam Shania sebelum dia berbalik dan berjalan ke arah Son dan Aleena yang sedang berdiri menunggu.


Sementara Cyntia pun sudah berhasil mendapatkan 1 gelas minuman Amerika di depan kafe yang jaraknya tak jauh dari minuman khas Korea dan Jepang.


Cyntia lalu membawanya ke arah Son, Aleena, dan Shania yang berdiri di depan kafe minuman khas Korea dan Jepang.


Adapun Joseph dan Winy yang sudah selesai melihat-lihat di kafe yang di ujung, berjalan kembali mendekati Son, Shania, Cyntia, dan Aleena.


"Ini minumannya Joseph," kata Cyntia sambil menyerahkan pada Joseph 1 gelas plastik berisi minuman khas Amerika.


"Oh, iya, terima kasih ya, Cyn," kata Joseph sambil menerima gelas yang disodorkan Cyntia.


Shania juga membuka plastik yang berisi 5 gelas minuman Korea dan Jepang. Dia mengambilnya satu per satu dibantu oleh Winy yang memegang pastik itu.


"Ini bagianmu, Cyn," katanya pada Cyntia sambil menyerahkan 1 gelas plastik berisi minuman Korea. "Ini bagianmu," dia lalu menyerahkan pada Aleena 1 gelas minuman Korea. Kemudian pada Cyntia minuman Korea juga. Lalu pada Winy minuman Jepang. Dan terakhir pada Son minuman Korea. "Ini, Wilson, pesananmu," katanya.


Son menerima gelas plastik yang disodorkan Shania padanya. Seperti Cyntia, Aleena, dan Winy.


"Oh, aku punya minuman Jepang," jawab Shania.


"Lha, kok minuman Jepang?" heran Joseph. "Kupikir kamu sama dengan Wilson, minuman Korea."


"Nggak," Shania menggeleng. Dia mengambil gelas terakhir yang berada di dalam plastik lalu berkata pada Joseph, "Tolonglah, Seph, buangkan plastik ini ke tong sampah."


"Oh," Joseph pun menerima plastik asoy ber-merk nama kafe yang memuat 5 gelas minuman tadi. Dia berjalan mendekati tong sampah lalu memasukkan plastik bekas tersebut ke dalam tong.


Sebenarnya tadi Shania memang ingin memesan minuman Korea saja supaya sama dengan pesanan Son, tapi berhubung hatinya agak kesal dia batal memilih sama dengan Son. Apalagi dia teringat Aleena juga memesan minuman yang sama dengan Son. Itu membuatnya jadi enggan.


Tampaknya Shania kesal karena mengantre lama di barisan panjang untuk 5 gelas minuman mereka sementara Joseph dan Winy santai-santai saja berjalan-jalan di kafe ujung. Dia tidak dibantu sama sekali. Apalagi saat dia sudah berhasil mendapatkan pesanannya dan balik ke tempat Son dan Aleena, dia malah melihat Son dan Aleena sedang berdiri berdua dalam jarak dekat dan sepertinya baru selesai berbincang-bincang. Son dan Aleena sama sekali tidak membantunya memegang plastik yang berat itu. Malah barusan asyik mengobrol. Sakitnya hati Shania.


Barulah saat Winy melihatnya keberatan memegang plastik itu, dia membantu Shania memegangnya. Tiba gliran Joseph disuruh Shania membuangkan plastik itu ke dalam tong sampah. Cuma Son dan Aleena saja yang tenang-tenang mengobrol berdua. Sedangkan teman-teman yang lain kebagian tugas.


Mungkin karena itu Shania jadi enggan memesan minuman yang sama dengan Son dan Aleena. Dia lebih baik memilih atau memesan minuman Jepang saja yang sama dengan Winy.


* * *