Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Shania Curiga pada Son



Bab 79


"Hah? Apa? Ada teman-temanmu di sana?" Aleena bertanya dengan antusias.


"Iya," jawab Son.


"Teman-teman sekolahmu, Son? Kamu latihan drama bersama mereka ya?" tanya Aleena lagi.


"Iya," jawab Son.


"Wah, aku jadi penasaran, Son. Aku mau ke rumahmu jumpai teman-temanmu. Berkenalan dengan mereka," kata Aleena.


"Hah? Untuk apa?" heran Son.


"Ya karena mereka teman-temanmu jadi aku pengen tahu tentang mereka juga," jawab Aleena.


"Apa ada hubungannya denganmu? Untuk apa?" tanya Son semakin heran.


"Tapi itu hal yang berhubungan denganmu, Son," kata Aleena.


"Iya, tapi tak ada hubungannya denganmu!" balas Son agak ketus. Dia mulai merasa kesal dengan sikap Aleena yang mencecarnya dengan berbagai pertanyaan dan permintaan yang dirasanya aneh dan tak masuk akal.


"Jadi aku nggak boleh?" tanya Aleena dengan suara lesu.


"Untuk apa? Sudah! Aku mau latihan drama sekarang," kata Son.


"Tunggu dulu, Son," cegah Aleena.


"Tunggu apa?"


"Kamu kan punya teman-teman sendiri, Aleena," kata Son.


"Iya, tapi ini..."


"Sudah dulu," Son cepat-cepat menutup ponselnya sebelum Aleena sempat menyelesaikan ucapannya. Dia menarik napas lega lalu menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celana ponggolnya.


Son mengangkat kepalanya. Tatapannya segera bertemu dengan tatapan Shania yang memperhatikannya dengan wajah terperangah. Tampaknya Shania merasa surprais mengetahui Son memiliki teman sebaya yang seaneh Aleena.


"Ya, sudah, kita lanjutkan kembali latihan dramanya," kata Son.


Son mengalihkan tatapannya dari mata Shania yang sedari tadi terus memperhatikannya. Son merasa hatinya berdesir dan gelisah menerima tatapan Shania yang lain dari biasanya. Sepertinya ada ekspresi cemburu atau rasa ingin tahu yang besar di wajah gadis itu.


Lain dari biasaya di mana Shania selalu menatapnya dengan tatapan yang dirasa Son sangat lembut, manis, dan manja. Tatapan yang selalu menyejukkan hati Son. Namun kali ini tatapan mata Shania dirasa Son sangat menggelisahkannya karena amat tajam sampai  mengiris hatinya. 


Ada apa dengan Shania? Son bertanya-tanya dalam hati. Son tak tahu bila seorang wanita yang hatinya biasanya dipenuhi cinta dan kelembutan bisa berubah menjadi kejam dan menakutkan di saat hatinya dibakar api cemburu.


Satu-satunya cara untuk meredam api yang tengah membara di hatinya itu hanyalah dengan mendinginkannya atau menyejukkannya dengan kata-kata dan sikap lembut atau dengan menjelaskan untuk menghilangkan kecurigaannya.


Wanita itu sebenarnya sangat gampang ditaklukkan hatinya asalkan kita tahu caranya. Mereka hanya butuh perhatian, kasih sayang, kelembutan, dan penjelasan.


Tatapan Son yang beralih dari Shania pun bertemu dengan Joseph, Winy, dan Cyntia yang ternyata juga tengah memperhatikannya. Tapi tatapan mereka bukan tatapan cemburu seperti tatapan Shania, melainkan hanya tatapan ingin tahu dan penasaran saja akan teman Son yang bernama Aleena itu.


"Iya, Seph, kita teruskan saja latihan dramanya. Scene kedua kamu kan yang muncul bersama Winy dan Cyntia. Juga Shania," kata Son tanpa berani menatap kembali wajah Shania.


Son berbicara sambil menatap Joseph lalu Winy dan Cyntia yang berdiri bertiga agak jauh dari dirinya dan Shania. Karena tadi scene pertama dia dan Shania yang melakonkannya maka Son berdiri dekat dengan Shania sedangkan ketiga temannya berdiri agak jauh dari mereka berdua.


* * *