Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Shania Mengajak Teman-temannya ke Mal



Bab 103


"Kalian berkenalan sudah lama, Wilson?" tanya Joseph ingin tahu.


"Tidak," jawab Son cepat. "Barusan malam tadi di pesta ulang tahun papaku yang dirayakan tante Feby."


"Tante Feby?" Shania mengulang nama yang disebutkan Son.


"Iya, itu tantenya Aleena, teman SMA papaku dulu," jawab Son.


"Oh...," Shania pun menarik nafas panjang.


Sebenarnya, banyak pertanyaan yang mengganjal di dalam hati Shania berkenaan dengan gadis belia bernama Aleena itu yang beberapa kali membuatnya cemburu dan berprasangka pada Son.


Shania ingin Son men-clear-kan semuanya mengenai Aleena pada dirinya walaupun Shania bukan teman istimewa Son. Shania hanya merasa perlu mengetahui lebih jelas hubungan antara Son dengan Aleena.


Apakah Son memiliki perasaan khusus pada Aleena? Apakah Son menaruh Aleena di tempat istimewa di hatinya? Lalu siapakah yang lebih istimewa bagi Son, dirinya ataukah gadis bernama Aleena itu? Shania benar-benar penasaran akan hal-hal di atas. Namun dia merasa tak pantas jika bertanya lebih jauh tentang perasaan Son pada Aleena. Karena Shania bukan pacarnya Son.


"Jadi kita mau apa sekarang?" tanya Joseph setelah suasana tiba-tiba hening di antara mereka berlima.


Son, Shania, Winy, dan Cyntia saling menatap. Mereka juga tidak tahu mau apa sekarang selain duduk dan berayun di atas ayunan besi yang ada di taman villa Tom Simon.


Ayunan bergerak ke atas dan kembali ke bawah lalu bergerak lagi ke atas dan kembali lagi ke bawah. Begitu seterusnya berulang-ulang kali.


"Aku juga nggak tahu," kata Cyntia yang tiba-tiba menguap mengeluarkan rasa kantuk dan bosannya. Seharusnya ini adalah jam tidur siangnya saat mana dia masih enak-enakan tidur di atas ranjangnya yang empuk sepulang sekolah, sehabis makan, dan sesudah mandi.


"Aku juga nggak tahu mau apa sekarang," timpuk Joseph. Tidak ada ide yang terlintas di kepalanya. "Kita tunggu saja di ayunan ini sampai supir om-nya Shania datang menjemput. Kira-kira masih lama nggak ya, Shan?" tanya Joseph. "Aku masih harus mengerjakan PR lain di rumah."


Shania melirik jam tangan yang melingkari pergelangan tangannya. "Nggak, Seph," jawabnya. "Mungkin sebentar lagi."


Sementara Winy, Cyntia, Joseph, dan Shania berbincang-bincang di dekatnya, Son diam mendengarkan. Namun walau begitu, pikirannya tak bisa fokus. Pikirannya melayang pada Aleena yang tadi ditinggalkannya begitu saja di bawah pohon saat Shania datang memanggilnya. Ada rasa bersalah di dada Son. Seharusnya tadi dia pamit baik-baik pada Aleena, bukan langsung pergi begitu saja.


Shania menoleh pada Son yang duduk di sampingnya. Dia melihat cowok muda itu  sedang melamunkan sesuatu. Shania ingin bertanya tapi segan. Lagi-lagi karena hubungannya dengan Son hanya sebatas teman.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke mal?" tanya Shania keras seolah-olah sengaja memecah lamunan Son.


"Jalan-jalan ke mal?" Winy memicingkan mata melihat Shania. Cyntia dan Joseph pun ikut melihat Shania.


"Iya, kita jalan-jalan ke mal begitu supir om-ku datang menjemput kita," usul Shania. "Karena kita sudah bersusah payah berkumpul bersama hari ini untuk mengerjakan tugas kelompok, jadi tidak ada salahnya kita sekalian jalan-jalan ke mal untuk refreshing."


* * *