Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Aleena Berhadapan dengan Shania



Bab 120


"Aku boleh mencoba minuman Korea-mu, Son?" tanya Shania.


Son terpana. Pertanyaan Shania itu dirasanya aneh. Maksud Shania apa? Mencoba minuman dalam gelas plastik yang sedang dipegang oleh Son? Bukankah minuman itu sudah bekas sedotan Son lewat pipet?


"Mmm... aku belikan kamu yang baru saja, Shan," jawab Son sambil bersiap-siap bangkit dari duduknya. Maksudnya hendak berjalan menuju kafe yang menjual minuman Korea dan mengantre di depannya.


Tapi maksud Son itu segera dicegat oleh Shania. "Jangan, Son. Bukan maksudku menyuruhmu membelikanku minuman Korea," kata Shania.


Son tercekat. Dia batal melangkah dan menatap Shania  "Lalu?" tanya Son tak mengerti.


"Duduklah, Son. Duduklah kembali," kata Shania sambil menunjuk tempat duduk yang tadi diduduki Son. Mata Shania mencegah Son menjauh darinya. Seolah-olah sedetik pun Shania tak ingin Son jauh darinya.


"Aku mau belikan kamu minuman Korea," kata Son sambil duduk dan menatap Shania dengan tatapan tak mengerti.


"Nggak usah, Son," kata Shania. "Aku sudah kenyang minum minuman Jepang ini. Aku cuma mau mencicipi sedikit saja minuman Korea-mu. Boleh kan, Son?" tanyanya.


"Tapi ini sudah bekas..."


"Nggak apa-apa, Son," kata Shania buru-buru sebelum Son sempat menyelesaikan ucapannya. Dengan tatapan lembut Shania menadahkan tangannya supaya Son mengoper minuman dalam gelas plastik itu ke tangannya.


Tapi Son merasa sangsi. Dia tak percaya Shania mau meminum minuman Korea bekas sedotannya. Apakah Shania tidak merasa geli karena bekas air ludahnya?


"Jangan, Shan. Aku belikan kamu yang baru saja," kata Son. Dia masih sangsi mengoper minuman Korea yang ada di tangannya ke tangan Shania.


"Son, aku mau...," kata Shania.


Aleena langsung bangkit dari duduknya dan meraih gelas minuman yang sedang dipegang Son lalu setelah minuman itu berhasil diraihnya, dia pun menyerahkannya pada Shania. "Nah, ini! Kamu sebenarnya bukan suka minuman Korea, ya kan? Kamu juga bukan mau mencicipi rasanya karena kamu pasti sudah pernah meminum minuman Korea sebelumnya. Kamu cuma pengen bekas sedotan Son saja karena kamu suka!" sekak Aleena dengan kata-katanya yang lancar bak peluru nyasar.


Mata Shania terbelalak. Dia merasa Aleena sangat kasar dan kurang ajar. Seenaknya saja dia menuduh orang tanpa bukti. Hanya berdasarkan insting dan perasaannya saja.


"Kamu jangan sembarangan bicara ya!" ujar Shania dengan mata merah yang berapi-api. Dia menatap Aleena yang berdiri di depannya dengan perasaan benci. Gadis tengil ini sungguh telah mengganggu hubungannya dengan Son.


"Oh, jadi nggak mau?" tanya Aleena dengan mata terpicing. "Ya, kalau kamu nggak mau biar aku saja."


Setelah berkata begitu Aleena langsung menyedot pipet bekas sedotan Son dan merasakan minuman Korea yang masih bersisa setengah yang setengahnya tadi sudah diminum Son.


Shania tercekat. Hatinya tiba-tiba bergejolak. Dadanya panas. Dia merasa kesal dan marah melihat tindakan Aleena itu. Rona mukanya pun seketika berubah dari lembut menjadi sangar. Kebalikan 180 derajat dibandingkan saat berhadapan dengan Son dan saat berhadapan dengan Aleena.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Aleena dengan mata tak bersalah. "Ini, nggak kuhabiskan semua. Masih ada sisa seperempat kalau kamu mau," kata Aleena sambil menyodorkan minuman itu ke depan Shania.


Sudah tentu Shania batal mencoba minuman Korea yang sudah diminum Son. Karena Shania tidak mungkin mau lagi karena sudah diminum juga oleh Aleena yang dibencinya.


Shania membuang muka. Dia tidak memandang Aleena dan juga tidak memandang Son. Dia memalingkan wajahnya menghadap ke arah lain.


"Lha, tadi katamu mau?" tanya Aleena pura-pura heran.


Shania bangkit dari duduknya. Sekarang dia bukan saja merasa tak nyaman dengan Aleena, tapi juga tak nyaman dengan Son.


* * *