Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Aleena dan Son di Ayunan



Bab 148


"Gimana, Son?" tanya Aleena setelah melihat Son diam saja.


"Hmm... iya, ayolah," jawab Son setelah menghela nafas panjang.


Aleena dan Son pun bangkit dari duduk mereka di tepi kolam ikan dan berjalan menuju ayunan yang ada di taman.


Setelah sampai, Aleena naik ke atas ayunan disusul Son. Mulanya Son duduk di di depan Aleena alias berhadapan dengannya. Tapi Aleena segera berpindah tempat duduk di samping Son.


"Lha, kok duduk sini?" tanya Son heran. Dia menggeser duduknya sedikit menjauhi Aleena yang merapati dirinya.


"Iya, aku mau seperti Shania duduk di sampingmu tadi," jawab Aleena.


Son mengernyitkan alis. "Lain toh," katanya.


"Lain gimana?" tanya Aleena. Tubuhnya sedikit menyamping condong ke arah Son.


"Lain karena Shania duduk di sampingku bukan karena sengaja seperti dirimu. Melainkan karena tempat duduk yang ada di depan kami sudah penuh diduduki Joseph bertiga dengan Winy dan Cyntia," kata Son.


"Oh, ya ini juga nggak muat," kata Aleena.


"Apanya nggak muat?" Son balas menatap Aleena yang duduk di sampingnya. "Kan di depan kita ini masih kosong semua. Nggak ada yang duduk."


"Maksudku, nggak muat lagi kalau ditambah Shania di sampingku," Aleena menambah kata-katanya di kalimatnya yang tadi sehinga dari tidak benar menjadi benar.


Son mengurut dada mendengar kata-kata Aleena. "Kalau kita duduk berdua di satu sisi begini akan menjadikan ayunan ini berat sebelah, Aleena. Seharusnya kamu duduk di depanku supaya seimbang."


"Hmm... baiklah kalau begitu," kata Aleena. "Duduk di depanmu bisa menatap wajahmu, Son. Sedangkan duduk di sampingmu bisa menyentuh dirimu."


"Syukurlah kamu mengerti," kata Son lega.


"Dipikir-dipikir, aku tidak mau sama dengan Shania," kata Aleena. "Kamu memperlakukannya dengan memikirkannya dan mengharapkannya. Sedangkan kamu memperlakukanku dengan melihatku dan memarahiku. Tidak adil!"


"Lha, itu kan berarti skor-nya 2-1 untuk Shania," jawab Aleena.


"Hmm... ya sudahlah, terserah kamu saja," kata Son tak mengerti. Pusing dia mendengar kata-kata Aleena yang mutar-mutar seperti mitar-mutar kendaraan di jalan raya pakai belok kanan belok kiri segala padahal lurus saja juga sudah sampai. Tapi Aleena lebih suka mutar-mutar dan belok kanan belok krii dulu baru sampai ke tujuan.


Aleena pun duduk bersandar di ayunan itu. Dia menggoyang-goyangkan ayunan yang tidak begitu berat tersebut karena yang duduk di situ cuma dia dan Son.


"Setelah ini kamu pulang ya," kata Son.


"Lha, kamu mengusirku?" Aleena memicingkan mata menatap Son yang duduk di depannya.


"Jadi mau ke mana lagi kalau tidak pulang?" tanya Son bingung.


"Aku masih mau melihat-lihat isi dalam rumahmu," kata Aleena. "Kan tadi Shania dan ketiga temanmu yang lain juga melihat-lihat isi dalam rumahmu."


"Mereka cuma duduk di ruang tamu," beri tahu Son. "Sama sekali tidak melihat isi dalam ruangan lain."


"Ah, masa?" tanya Aleena tak percaya.


"Iya, Aleena. Setelah latihan drama kami langsung jalan-jalan ke taman ini. Duduk di tepi kolam ikan dan di ayunan ini," jawab Son.


"Ya, kalau begitu aku mau melihat-lihat juga ruang tamu tempat kalian latihan drama tadi," kata Aleena.


"Ya, terserah kamu sajalah," nyerah Son. "Sekarang ya?" tanyanya.


"Nggak, sebentar lagi," jawab Aleena.


(Medan, 1 September 2023, 11.35 WIB).


* * *


.