Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Son Bertanya pada Aleena



Bab 95


Setelah melepaskan pegangannya dari tangan Aleena, Son pun berdiri tegak sambil menatap lekat-lekat wajah gadis itu, seolah-olah ingin mempelajari perubahan mimik wajahnya untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin bakal dilakukannya tiba-tiba.


Seperti tadi saat Aleena sekonyong-konyong muncul di hadapannya dan secara spontan berkata dia merindukan Son bahkan dengan berani berbicara dengan Joseph yang belum dikenalnya. Aleena juga tidak takut saling menatap dengan Shania yang mana mereka berdua sama-sama penasaran satu sama lain.


Son merasa belum pernah bertemu gadis seberani dan sekonyol Aleena yang begitu spontanitas dan tiba-tiba. Mau dibilang Son kaget atau kesal padanya tidak sepenuhnya benar juga karena Son merasa ada desir-desir aneh di dalam hatinya saat dia sedang menatap atau berbicara dengan Aleena. Seperti adanya perasaan tergelitik yang membuat hatinya tergerak untuk melakukan sesuatu. Misalnya Son tergelitik atau tergerak untuk menatap wajahnya, mencengkram pergelangan tangannya, atau memperhatikan gerak-geriknya.


Sedangkan pada Shania, perasaan Son berbeda. Setiap menatap wajah Shania, hati Son yang dingin dan lesu akan menghangat dan senang. Perasaannya bahagia bisa berada di dekat Shania yang dirasanya sangat cantik dan lembut dengan tutur katanya yang juga halus dan gerak-geriknya yang lemah gemulai. Apalagi rambut Shania yang sebahu dan berombak dilihat Son sangat lembut dan wangi sampai Son terpesona dibuatnya. Seperti melihat seorang dewi turun ke bumi yang kejam ini.


Son menyukai semua yang ada pada diri Shania. Setiap berada di dekat gadis itu, hati Son terasa berbunga-bunga dan berdebar keras. Jantungnya berdegup kencang dengan aroma bahagia yang menyejukkan hati namun menghangatkan tubuh.


Son tidak tahu perasaan apa sebenarnya pada Shania. Perasaan suka ya sudah pasti. Son menyukai Shania dan mengagumi kedewasaannya sekaligus kehati-hatiannya dalam bertindak. Tidak kekanak-kanakan dan ceroboh seperti Aleena yang membuat Son alergi.


Son merasa Shania seperti seorang gadis baik-baik yang berselera tinggi dan pandai merawat diri serta pintar menonjolkan kelebihannya hingga membuat mata dan hati Son terpana dan terpesona. Sedangkan Aleena seperti seorang gadis nakal yang ceroboh dan usil namun membuat mata dan hati Son tergerak juga.


Itu adalah perbedaan perasaan Son pada Shania dan Aleena. Son bingung kenapa bisa timbul dua rasa yang berbeda pada dua gadis yang berbeda karakter dan sifatnya. Bagi Son, Shania dan Aleena cukup menyita perhatiannya. Dia menyukai dan mengagumi Shania tapi dia juga tergerak oleh apa yang dilakukan Aleena.


Entah apa sebenarnya yang sedang dipikirkan keduanya. Mereka berdua seperti polisi dengan tahanan yang mana polisinya terus menjaga tahanan itu supaya tidak berbuat macam-macam atau kabur ke mana-mana. Sementara tahanan itu sangat liar melompat ke sana ke sini.


Setelah Aleena membalas tatapan Son dengan berani dan dengan ekspresi wajah tak bersalah, Son pun akhirnya mengalah dengan melembutkan pandangannya. Tidak lagi tegas dan awas seperti tadi.


"Ya, karena kamu sudah datang dan melihatku sekarang, jadi apa maumu sekarang?" tanya Son.


"Apa maksudmu?" tanya Aleena bingung.


"Ya, apa lagi yang mau kamu lakukan setelah ini?" balas Son ingin tahu.


"Memangnya aku mau apa?" Aleena pun makin bingung.


* * *