Substitute Mom

Substitute Mom
Season 2-Aleena vs Shania dan Teman-teman Son



Bab 90


Gadis belia yang menerobos masuk ke villa milik Tom dan kini berdiri di samping ayunan sambil tatap-menatap dengan Shania itu masih belum mengalihkan perhatiannya dari wajah Shania.


Begitu juga sebaliknya. Shania juga balik menatap tanpa henti karena dia merasa gadis yang bernama Aleena yang tadi sempat membuatnya cemburu karena berbicara akrab dengan Son di ponsel dan sekarang sedang berdiri di samping Son yang duduk di ayunan itu sedang menatapnya.


Mereka berdua, Shania dan Aleena bagaikan 2 orang asing yang baru bertemu tapi entah kenapa masing-masing merasa penasaran dan tertarik satu sama lain bukan karena ada keistimewaan dari keduanya, melainkan karena seorang cowok cool bernama Wilson Simon yang telah merebut hati keduanya di saat yang bersamaan. Gara-gara cowok tampan cool dingin jantan keras cuek namun berhati lembut dan romantis itu membuat keduanya jadi saling menatap.


"Apaan sih?" Aleena pun bersuara lalu membuang muka dari tatapan Shania. Dia merasa risih melihat kecantikan dan kelembutan wajah Shania. Shania terlihat sangat rapi dan pintar berdandan dengan kulitnya yang putih mulus dan ekspresi wajahnya yang menawan. Apalagi rambutnya yang bergelombang disisir rapi dan diikat satu ke atas menambah pesonanya.


Aleena yang tomboy dan sesuka hatinya tentu saja tak cocok dengan Shania yang terlihat cantik lembut dan dewasa yang pas dengan selera cowok khususnya selera Son.


"Untuk apa kamu ke sini?" ceplos Son tiba-tiba sambil matanya memelototi Aleena yang berdiri di sampingnya.


"Hah? Apa katamu?" tanya Aleena dengan tatapan bingung. Barusan dia menarik dan mengembuskan nafas panjang untuk membuang galau di hatinya.


"Untuk kamu ke sini, Aleena?" ulang Son.


"Mencarimu," jawab Aleena spontan.


"Untuk apa?" tanya Son heran.


"Ya mencarimulah!" jawab Aleena sambil membesarkan matanya menatap Son.


""Iya...! Maksudku, mencariku ada apa?" tanya Son dengan suara agak keras. Sepertinya, kalau berbicara dengan Aleena, Son menjadi tak sabar dan lekas emosi.


Padahal biasanya Son itu lebih banyak diam bila teman-temannya berbicara padanya. Kalaupun ada, hanya menjawab singkat dan sopan. Son lebih lembut kalau berbicara dengan Shania.


"Ingin mengenal teman-temanmu," jawab Aleena. Matanya beralih sekejap dari wajah Son ke wajah teman-teman sekelas Son yang duduk di atas ayunan. Joseph, Winy, dan Cyntia pun membalas tatapannya itu. Pas terakhir bertemu lagi dengan tatapan Shania, Aleena segera membuang muka. Dia risih melihat wajah Shania yang lembut dan tatapan matanya yang dalam.


Son menarik nafas panjang dan mengembuskannya dengan berat mendengar jawaban Aleena. Sepertinya, gadis belia yang malam tadi baru dikenalnya ini terus berusaha mengusilinya. Padahal sesuatu yang paling dibenci Son adalah diganggu.


"Oh... jadi ini yang tadi bicara denganmu di ponsel ya, Wilson?" tanya Joseph memecah keheningan di antara Son dan Aleena dan juga kediaman di antara dirinya, Shania, Winy, dan Cyntia.


Son tak menjawab. Dia hanya mengangkat wajahnya yang tadi sempat tertunduk sejenak setelah mendengar jawaban Aleena. Sekejap tadi Son menghapus seluruh permukaan wajahnya dengan telapak tangan sambil menarik dan membuang nafas berat.


"Iya! Aku tadi yang bicara dengan Son di ponsel. Katanya kalian sedang kerja kelompok ya?" jawab Aleena mewakili Son yang diam.


"Oh... jadi kamu ini teman akrabnya Wilson?" tanya Joseph lagi. Kali ini langsung pada Aleena.


Shania, Cyntia, dan Winy menatap Aleena dengan penasaran, menunggu jawaban gadis belia yang tampak usil, ceplas ceplos, dan sesukanya.


"Iya... boleh dibilang begitulah!" jawab Aleena sambil mengangkat kepalanya mendongak ke atas seolah-olah hendak menunjukkan kehebatannya berhasil menjadi teman akrab Son.


* * *