Substitute Mom

Substitute Mom
Season-2 Shania dan Son Membawakan Perannya



Bab 75


"Kalau begitu, kita mulai sekarang," kata Joseph.


"Iya, kita mulai sekarang," setuju Winy. "Kita latihan di mana? Di sini sajakah, Wilson?" tanya Winy sambil menatap Son.


Son melirik Shania yang duduk di depannya. Lalu dia mengangguk. "Iya, di sini."


Mendengar jawaban Son, keempat temannya, Shania, Joseph, Winy, dan Cyntia segera bersiap-siap. Mereka berdiri dari sofa yang sedang diduduki dan mengambil tempat yang sesuai.


Scene pertama adalah pertemuan Shania dengan Son di bawah sebatang pohon. Jadi Shania dan Son berdiri berhadapan. Keduanya tampak bersiap-siap melakukan adegan dan melafalkan dialog sesuai naskah yang ditulis Son.


Ekspresi Son agak tegang saat dia harus memasang mimik wajah dan melakukan beberapa gerakan tubuh yang sesuai dengan naskah drama sementara yang berdiri di depannya adalah Shania yang menatapnya lekat. Spontan saja Son merasa grogi.


Mata Shania yang menghunjam tajam ke permukaan wajah Son membuat wajah Son perlahan memerah. Tapi dia berusaha menguasai perasaannya yang bergejolak dan hatinya yang berdebar saat memulai dialog dengan Shania.


Joseph, Winy, dan Cyntia memperhatikan Shania dan Son yang berdiri berhadapan tak jauh dari tempat mereka. Tapi ketiganya memberi ruang pada Shania dan Son supaya mereka bisa bergerak leluasa.


Scene pertama adalah saat Son menyatakan cinta pada Shania dan disambut Shania yang juga menyatakan cinta atau membalas penyataan cinta Son. Namun saat Son berkata hendak melamar Shania pada kedua orangtuanya, Shania terpaksa menolak karena katanya dia sudah dijodohkan oleh orangtuanya pada seorang laki-laki kaya bernama Joseph.


Tentu saja Son marah dan bertanya siapa laki-laki itu namun Shania berusaha meredam amarah Son dan akhirnya Shania dan Son pun terpaksa berpisah dan Shania pulang ke rumahnya dengan wajah sedih.


Dengan susah payah dan hati berdebar, Son mengucapkan kata-kata pernyataan cinta pada Shania. Bukan main groginya dia harus mempraktikkan adegan itu yang sesuai dengan naskah drama yang ditulisnya sendiri.


Namun akhirnya Son berhasil juga melakukan tugasnya alias membawakan perannya. Son tampak begitu menghayati perannya sebagai laki-laki yang harus melepaskan gadis yang dicintainya ke pelukan laki-laki lain karena kehendak orangtua gadis tersebut.


Shania yang berperan sebagai gadis yang terpaksa berpisah dengan laki-laki yang dicintainya dan menerima laki-laki yang tidak dicintainya demi mematuhi kehendak orangtua pun melakukan tugasnya dengan baik.


Shania berhasil membawakan perannya dengan tepat. Ekspresi wajahnya yang begitu sedih harus berpisah denganĀ  kekasih hati ditambah gerakan-gerakan tubuhnya yang lemah lembut berhasil memukau Joseph, Winy, dan Cyntia. Son juga terkesima melihat akting Shania itu.


Setelah scene pertama selesai, ketiga teman Shania dan Son bertepuk tangan bersama dan spontan memuji akting mereka berdua.


"Wah, hebat sekali akting kalian berdua," puji Winy tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya.


"Iya, akting Wilson dan Shania sama-sama hebat," Joseph ikut memuji.


"Benar. Kalian cocok sekali memerankan tokoh sepasang kekasih yang terpaksa berpisah walaupun saling mencinta," kata Cyntia.


"Terima kasih, Cyntia, Winy, dan Joseph atas pujian kalian bertiga," balas Shania sambil senyum-senyum dikulum dan memandang Son.


Sementara Son yang dipandangi Shania cuma membalas dengan seulas senyum tipis namun itu cukup mendebarkan hati Shania dan membuatnya bahagia.


* * *